Home / GLOBAL

Rabu, 5 Agustus 2020 - 09:16 WIB

73 Orang Tewas dan Ribuan Terluka Akibat Ledakan di Lebanon

BEIRUT, BERITANUSA.id – Ledakan besar yang mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut, mengakibatkan bangunan hancur hingga menewaskan banyak orang. Tercatat, dari dua ledakan yang terjadi sebanyak 73 orang tewas dan ribuan lainnya terluka.

Berdasarkan video insiden yang diambil oleh media Al Jazeera menunjukkan kepulan asap berwarna oranye membubung ke langit setelah ledakan kedua terjadi. Diikuti gelombang kejut mirip tornado yang menyapu Beirut.

Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 ammonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjaid penyebab insiden. Pupuk itu, kata PM Diab, disimpan selama bertahun-tahun dalam gudang di tepi laut.

“Memicu bencana alam dalam setiap arti,” kata dia.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Lebanon, sebanyak 73 orang tewas dan 3.700 orang terluka di seantero ibu kota dalam insiden tersebut. Dilansir AFP Selasa (4/8), Diab menegaskan mereka akan segera menggelar penyelidikan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab.

“Apa yang terjadi hari ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Mereka yang bertanggung jawab akan menerima akibatnya,” janjinya.

Sebelumnya, Kepala Keamanan Umum, Abbas Ibrahim, mengatakan beberpaa tahun sebelumnya pihakny mengamankan “material berdaya ledak tinggi”. Material tersebut disimpan dalam gudang yang berlokasi beberapa menit berjalan kaki dari kawasan distrik hiburan malam dan pusat perbelanjaan.

Saking masifnya insiden, ledakan itu bisa terdengar hingga ke negara tetangga seperti Siprus yang terletak 240 kilometer jauhnya. Seorang prajurit anonim mengungkapkan, apa yang terjadi di lokasi kejadian begitu kacau.

Banyak mayat bergelimpangan dengan ambulans terus mengevakuasi. “Ini seperti bom atom,” timpal Makrouhie Yerganian, pensiunan guru berusia 70-an yang sudah bertahun-tahun tinggal dekat pelabuhan.

Dia menuturkan, insiden seperti itu belum pernah dia rasakan sebelumnya. Bahkan ketika Lebanon diguncang perang saudara 1975-1990.

Yerganian menerangkan, semua bangunan di sekitar tempat tinggalnya langsung kolaps, dengan sang paman yang berusia 91 tahun tewas karena luka-lukanya. Rumah sakit yang sudah kewalahan menangani pasien virus corona dilaporkan tak bisa berkutik dengan masuknya para korban luka.

Adapun Palang Merah Lebanon menyerukan adanya donasi darah bagi para korban luka. (kom)

Share :

Baca Juga

Pandemi virus corona di China. Foto/AFP

GLOBAL

Dokumen Bocor Ungkap Kesalahan China saat Awal Pandemi
Ilustrasi jasad. Foto/Ist

GLOBAL

Jasad Wanita WNI Dalam Koper di Arab Saudi, Dubes: Ya Benar
Ilustrasi rute pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jakarta-Pontianak yang jatuh di atas Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Ilustrasi/Pixabay

GLOBAL

Media Asing Soroti Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182
Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan diterima langsung oleh Presiden Donald Trump. Foto/Kemenko Marvest

GLOBAL

Menko Luhut Kunjungi Trump di AS, Bahas Hal Ini
Presiden AS Donald Trump. Foto/Ist

GLOBAL

Trump Akui Tak Akan Jadi Presiden Dua Periode
Capres AS Joe Biden. Foto: Istimewa

GLOBAL

Capres AS Joe Biden Kutip Hadits Nabi
Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi. Foto/AFP

GLOBAL

Kudeta Militer Terjadi di Myanmar
Lebih dari seribu demonstran berkumpul di luar markas resimen tentara yang dikuasai kerajaan Thailand di Bangkok hari Minggu (29/11), menuntut reformasi demokrasi pemerintah dan kerajaan. Foto/AP

GLOBAL

Tuntut Reformasi Thailand, Ribuan Pedemo Unjuk Rasa di Bangkok