Home / NASIONAL

Kamis, 11 Februari 2021 - 20:03 WIB

8 Saksi Bakal Diperiksa Dugaan Korupsi BJPS Ketenagakerjaan

Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek di Jakarta. Foto/Istimewa

Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek di Jakarta. Foto/Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Anggota Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi.

Para saksi diperiksa berkenaan dengan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi terhadap Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menerangkan, delapan saksi yang diperiksa jaksa penyidik antara lain RP yang menjabat PIC PT Bahana TCW Investment Management; EAE sebagai Direktur PT Bahana Sekuritas dan ES adalah PIC PT Danareksa Sekuritas.

“Selanjutnya RS sebagai Direktur PT Panin Asset Management, AA selaku Deputi Direktur Bidang Analisis Portofolio BPJS Ketenagakerjaan Januari 2018 sampai dengan November 2018 (Direktur Keuangan dan Umum Anak Perusahaan Dana Pensiun BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Eben dalam pernyataan resminya, di Jakarta, Rabu (10/2).

“TP menjabat Deputi Direktur Perencanaan Strategis BPJS Ketenagakerjaan, UH selaku Asisten Deputi Bidang Pasar Utang BPJS Ketenagakerjaan dan PI merupakan Deputi Direktur Bidang Pasar Modal BPJS Ketenagakerjaan,” sambungnya.

Lebih jauh Eben memaparkan, pemeriksaan yang dilakukannya ini untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti atas perkara itu.

“Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan,” sambungnya.

Adapun pemeriksaan saksi yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung ini tetap memerhatikan protokol kesehatan. Hal ini mengingat, Indonesia masih dilanda virus Covid-19 yang terus meningkat.

“Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap,” terangnya panjang lebar.

“Serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan,” tandasnya.

(pmj)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi Pilkada 2020. Foto/Antara

NASIONAL

Perludem Ajukan Opsi Revisi UU Pemilu dan Pilkada

NASIONAL

Update Kasus Corona 7 Agustus: 118.753 Positif, 75.645 Sembuh
Kawasan Kota Tua Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

Kendaraan Bermotor Dilarang Masuk Kawasan Kota Tua
Ilustrasi - Seorang tenaga kesehatan. Foto/Antara

NASIONAL

Insentif Tenaga Kesehatan Batal Dipangkas
Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto/Ist

NASIONAL

Kapolri: 228 Tersangka Terorisme Ditangkap Sepanjang 2020
Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo saat uji kelayakan dan kepatutan di ruang Komisi III DPR, Rabu (20/1). Foto/DPR RI

NASIONAL

8 Komitmen Komjen Listyo Sigit Bila Jadi Kapolri
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri lengkap untuk memasukan peti mati berisi jenazah. Foto/Antara

NASIONAL

Setahun Corona di RI: 1,3 Juta Positif, 36.325 Meninggal
Gedung KPK yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

KPK Periksa Dirut Sarana Jaya Soal Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan