Home / NASIONAL

Rabu, 20 Januari 2021 - 19:37 WIB

Ada 28 Laporan Soal Efek Samping Vaksin Corona

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Foto/Antara

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) telah menerima 28 laporan KIPI atau efek samping terkait vaksin Corona buatan Sinovac per Selasa (19/1). Sejumlah laporan itu berasal dari seluruh wilayah Indonesia yang tengah melakukan vaksinasi COVID-19.

Menurut Ketua Komnas KIPI, Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K), MTropPaed, gejala efek samping yang dilaporkan masih dalam kategori ringan dan tidak berbahaya.

“Laporan yang masuknya pegal, nyeri di tempat suntikan, kemerahan, lemas, demam, mual, perubahan nafsu makan,” kata Prof Hindra dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 di Youtube, Rabu (20/1).

“Jadi semua menunjukkan gejala yang sebagian besar tidak perlu pengobatan. Ada yang diberi obat, ada yang diobservasi. Namun, alhamdulilah mereka semua berakhir dengan happy ending, jadi sehat,” jelasnya.

Prof Hindra menjelaskan kejadian KIPI ini umum terjadi saat pelaksanaan vaksinasi. Pasalnya, saat vaksin disuntikkan ke tubuh, vaksin dianggap sebagai ‘benda asing’ sehingga memicu reaksi di dalam tubuh.

“Jadi reaksi tubuh terhadap benda asing tentunya berbeda-beda pada setiap orang, ada yang ringan, ada yang sedang, ada yang berat,” ujarnya.

Prof Hindra menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada satu pun dari 28 laporan tersebut yang mengalami gejala KIPI serius sampai perlu penanganan khusus.

“Yang disampaikan gejala-gejala yang sudah dilaporkan oleh jurnal-jurnal dari penelitian tempat lain dan di Bandung. Jadi semua bersifat ringan dan semua sehat dan tidak ada yang memerlukan perhatian khusus hingga saat ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito, telah menjelaskan bahwa ada beberapa efek samping yang ditemukan selama uji klinis vaksin Corona Sinovac.

Berdasarkan data yang didapat dari uji klinis, vaksin Corona Sinovac hanya menimbulkan efek samping ringan hingga sedang. Efek samping lokal berupa nyeri, indurasi atau iritasi, kemerahan dan pembengkakan. Sedangkan efek samping sistematik yaitu myalgia atau nyeri otot, fatigue atau kelelahan serta demam.

Meski begitu, Penny menjelaskan bahwa efek samping vaksin Corona Sinovac ini tidaklah berbahaya dan bisa pulih kembali.

“Efek samping tersebut merupakan efek samping yang tidak berbahaya dan dapat pulih kembali. Secara keseluruhan, kejadian efek samping ini juga dialami pada subjek yang mendapatkan plasebo,” jelas Penny dalam konferensi pers daring, Senin (11/1).

(detik)

Share :

Baca Juga

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. Foto/ANTARA

NASIONAL

TNI-Polri Beri Bantuan Korban Banjir Bekasi
Miftachul Akhyar. Foto/ANTARA/M Agung Rajasa

NASIONAL

Miftachul Akhyar Jabat Ketum MUI Gantikan Ma’ruf Amin
Dishub DKI Jakarta tengah mengatur lalu lintas. Foto/Ist

NASIONAL

Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalin Siaga Aksi 1310 Tolak UU Ciptaker
Calon penumpang meniup kantong saat mengikuti tes Covid-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2021). Foto/Kontan

NASIONAL

10 Ribu Unit GeNose Disiapkan untuk Deteksi Covid di Jawa-Bali
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/7). Foto/AntaraMenko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/7). Foto/Antara

NASIONAL

PPKM Jawa-Bali Bukan Lockdown Hanya Pembatasan
Anggota Komisi I DPR RI Dede Indra Permana. Foto/Ist

NASIONAL

Pemerintah Diminta Evaluasi APBN 2019
Presiden RI Joko Widodo. Foto/BPMI Setpres

NASIONAL

Kunjungi Kalteng, Jokowi Fokus Food Estate di Lahan 30 Ribu Ha
Muhammadiyah. Foto/Istimewa

NASIONAL

Ajakan Nikah Muda Aisha Weddings Langgar UU