Home / EKONOMI

Jumat, 5 Maret 2021 - 22:15 WIB

Ada 464 Titik Harta Karun Bawah Laut di RI

Ilustrasi laut Indonesia. Foto/Antara

Ilustrasi laut Indonesia. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Asosiasi Perusahaan Pengangkatan dan Pemanfaatan PMKT Indonesia (APPP BMKTI) mengungkap Indonesia memiliki potensi benda muatan kapal tenggelam (BMKT) atau harta karun bawah laut sebanyak 464 titik di seluruh perairan RI.

Sekretaris Jenderal APPP BMKTI Harry Satrio menjelaskan harta karun tersebut berasal dari bangkai kapal-kapal yang tenggelam di perairan nusantara. Kapal tersebut adalah kapal dagang dari Cina, Verenigde Oost-Indische Compagnie(VOC), Belanda, Portugis, Spanyol, Inggris, Jepang, dan lainnya.

“Dari 464 titik itu, 60 persen sebaran paling banyak di Kepulauan Riau, seperti Natuna, Bintan, Batam, lalu Belitung. Karena itu dulu adalah jalur sutera, jalur perdagangan zaman dulu. Lalu, Laut Jawa 30 persen, selebihnya sebarannya di Sulawesi, Halmahera,” ungkap dia dalam keterangannya, Jumat (5/3).

Ia menuturkan kapal tersebut membawa barang dagangan ke Indonesia. Perkiraannya, kapal tersebut tenggelam dari abad ke-7 sampai dengan akhir abad ke-19.

Kapal tersebut tenggelam dengan berbagai sebab seperti badai dan cuaca buruk, kurangnya pengetahuan navigasi geografis pelayaran sehingga kapal menabrak karang, dan sebagainya.

“Itu kategori BMKT jadi bukan kategori cagar budaya, karena mereka tidak bawa barang cagar budaya dari Indonesia. Mereka bawa keramik dari China sebagai barang dagangan yang ditukar dengan rempah, hadiah untuk raja di Jawa dan Sumatera,” ucapnya.

Sementara itu, data APPP BMKTI menyebut potensi dari harta karun bawah laut tersebut mencapai US$12,7 miliar atau setara Rp181,69 triliun (mengacu kurs Rp14.307 per dolar AS.

Perhitungannya, potensi per titik lokasi adalah antara US$15 juta sampai dengan US$40 juta, atau rata-rata US$27,5 juta per titik lokasi.

Di sisi lain, data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merinci sebaran 464 titik itu berada 21 lokasi.

Lokasi harta karun bawah laut itu meliputi Selat Bangka (7 lokasi), Belitung (9 lokasi), Selat Gaspar, Sumatera Selatan (5 lokasi), Selat Karimata (3 lokasi), dan Perairan Riau (17 lokasi).

Selanjutnya, Selat Malaka (37 lokasi), Kepulauan Seribu (18 lokasi), perairan Jawa Tengah (9 lokasi), Karimun Jawa (14 lokasi), dan Selat Madura (5 lokasi).

Potensi harta karun juga diperkirakan berada di NTB dan NTT (8 lokasi), Pelabuhan Ratu (134 lokasi), Selat Makassar (8 lokasi), perairan Cilacap (51 lokasi), perairan Arafuru (57 lokasi), dan perairan Ambon (13 lokasi).

Sisanya, berada di perairan Halmahera (16 lokasi), perairan Morotai (7 lokasi), Teluk Tomini, Sulawesi Utara (3 lokasi), Papua (32 lokasi), dan Kepulauan Enggano (11 lokasi).

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi pertanian. Foto/Antara

EKONOMI

Stok Pupuk Jelang Musim Tanam Terjamin
Ilustrasi UMKM. Foto/Ist

EKONOMI

Pemerintah Siapkan Banyak Stimulus untuk Pelaku UMKM
PLN kembali menggulirkan stimulus covid-19 bagi pelanggan PLN. Foto/Dok PLN

EKONOMI

Cara Klaim Token Listrik Gratis PLN Maret 2021
Presiden Joko Widodo membuka Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-5 Tahun 2020 secara virtual, sebagaimana ditayangkan dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 18 November 2020. Foto/BPMI Setpres

EKONOMI

Jokowi Ajak Pedagang Martabak hingga Nasi Uduk Jual Online
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto/Antara

EKONOMI

Sri Mulyani Pungut Pajak Pulsa dan Token Listik Per 1 Februari
Presiden Joko Widodo. Foto: Istimewa

EKONOMI

Rancangan Postur APBN 2021, Jokowi Minta Antisipasi dalam Ketidakpastian Ekonomi Global
Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek di Jakarta. Foto/Istimewa

EKONOMI

Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Diduga Terkait Investasi
Menteri Pariwisata, Ekonomi dan Kreatif Sandiaga Uno. Foto/Antara

EKONOMI

Menparekraf Dukung Kelola Ekosistem Mangrove Buat Pariwisata