Home / GLOBAL

Kamis, 15 Oktober 2020 - 14:33 WIB

Aktivis Pro Demokrasi-Pendukung Raja Thailand Nyaris Bentrok

Para demonstran pro-demokrasi mengibarkan bendera nasional di lapangan Sanam Luang, saat berdemo di Bangkok, Thailand, Sabtu (19/9). Foto/AP Photo

Para demonstran pro-demokrasi mengibarkan bendera nasional di lapangan Sanam Luang, saat berdemo di Bangkok, Thailand, Sabtu (19/9). Foto/AP Photo

BANGKOK, BERITANUSA.id – Pengunjuk rasa pro demokrasi Thailand nyaris bentrok dengan kelompok pendukung kerajaan saat demonstrasi di ibu kota Bangkok, Rabu (14/10). Melansir The Straits Times, demonstrasi hari ini adalah yang terbaru di antara lebih dari 200 titik demonstrasi yang terjadi di penjuru Negeri Gajah Putih sejak Januari lalu.

Sekelompok besar orang berpakaian kuning yang merupakan pendukung Kerajaan bersiaga sejak pagi, menunggu iring-iringan Raja Rama X Maha Vajiralongkorn menuju upacara keagamaan di kuil kerajaan.

“(Kami memiliki) semua cinta dan penghormatan terhadap monarki dan tidak akan membiarkan siapa pun membahayakan institusi ini,” kata Vandee Inthawut, ibu rumah tangga berusia 55 tahun.

Para pemimpin protes anti pemerintah memutuskan memajukan jadwal unjuk rasa beberapa jam sebelumnya, karena khawatir mereka akan dihalangi dan bisa memicu bentrokan dengan kelompok pendukung kerajaan yang berkumpul di dekat Monumen Demokrasi Bangkok. Para demonstran telah berulang kali menolak undang-undang yang mengekang kritik terhadap keluarga kerajaan.

Dalam protes di luar Istana Kerajaan Thailand bulan lalu yang dihadiri oleh lebih dari 30 ribu orang, mereka juga mencoba untuk mengajukan daftar tuntutan reformasi monarki melalui dewan pribadi Raja. Para aktivis pro demokrasi dan oposisi juga menuntut pemilihan umum baru bisa dilakukan setelah Undang-Undang Dasar diubah. Termasuk apa yang tertera dalam Piagam 2017.

Piagam tersebut memberi wewenang dan mempertahankan keberadaan 250 anggota Senat yang ditunjuk langsung oleh pemerintahan junta sebelumnya, yang menurut para pakar dirancang untuk menjaga kekuasaan Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha tetap berkuasa.

Mantan panglima angkatan bersenjata dan pemimpin kudeta itu sekarang memimpin pemerintahan koalisi yang terus mempertahankan beberapa mantan pemimpin junta di posisi kunci.

Para legislator akan memulai proses amandemen Konstitusi akhir bulan lalu, tetapi menundanya melalui mosi menit-menit terakhir selama sidang bersama Majelis Rendah dan Tinggi. Sidang parlemen berikutnya baru akan berlangsung pada 1 November. Demonstran pro demokrasi menyatakan mereka tidak berniat menggulingkan Raja Maha Vajiralongkorn.

“Kami tidak ingin menggulingkan monarki,” kata seorang pengunjuk rasa berusia 16 tahun yang ingin dikenal sebagai Bonus.

Sejak naik takhta pada 2016, Raja Vajiralongkorn telah mengambil alih kepemilikan pribadi atas aset yang diperkirakan bernilai lebih dari US$40 miliar atau sekitar Rp589 triliun. Aset kekayaan raja dikelola oleh Biro Properti Mahkota serta komando dua resimen infanteri.

Alih-alih menjawab dan menemui para demonstran raja menghabiskan sebagian besar waktunya di Jerman. Hal ini disebut-sebut membuat lebih banyak pertanyaan akan legalitasnya sebagai raja dari banyak pihak.

(cnn/idn)

Share :

Baca Juga

Seorang migran Myanmar memegang poster dengan gambar Kepala Jenderal Senior Min Aung Hlaing, panglima angkatan bersenjata Myanmar, saat mereka mengambil bagian dalam demonstrasi di luar kedutaan Myanmar di Bangkok pada 1 Februari 2021, setelah itu. Militer Myanmar menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam kudeta. Foto/AFP

GLOBAL

Tiga Aktivis Protes Anti-Kudeta di Myanmar Ditangkap
Masyarakat berjalan-jalan di shopping area di Tokyo, jepang pada 12 Mei 2020. Foto/AFP

GLOBAL

Jepang Laporkan 2.000 Kasus Harian Covid untuk Pertama Kali
Ilustrasi masjid. Foto: Istimewa

GLOBAL

Masjid di Perancis Dihajar Aksi Vandalisme
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto/Ist

GLOBAL

Menlu Dorong Kerja Sama RI-Amerika Latin Diperkuat
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/Ist

GLOBAL

Presiden Erdogan Jadi Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia
Vaksin virus Corona. Foto/Ist

GLOBAL

Warga Israel Alami Lumpuh Wajah Ringan Usai Vaksin Pfizer
KBRI Malaysia di Kuala Lumpur. Foto/Antara

GLOBAL

Pemerintah Turun Tangan Atas Parodi Indonesia Raya
Petugas keamanan Bandara Internasional Kuala Lumpur mengawasi kedatangan penumpang pesawat di tengah pandemi covid-19. Foto/AFP/Mohd RASFAN

GLOBAL

Malaysia Berlakukan Darurat Covid-19 hingga Agustus 2021