Home / TOPAD

Jumat, 26 Februari 2021 - 17:23 WIB

Apakah Covid-19, Murka Tuhan Allah?

Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com). 

Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com). 

Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com). 

MENJAWAB pertanyaan tersebut, Penulis mencoba menilik catatan sejarah manusia, baik yang tertulis di kitab suci, maupun peristiwa sepanjang peradaban manusia setelah itu. Dan mohon maaf, Penulis menilik dari kitab suci Nasrani dan bagi saudara yang beragama lainnya dapat minilik di kitab sucinya masing-masing, mungkin dengan penamaan yang berbeda. Tercatat 10 kali peristiwa yang menggambarkan murka Tuhan Allah, diawali dengan pelanggaran Adam dan Hawa, yang tergoda ingin menyamai Tuhan Allah, hukumannya adalah keistimewaan pada Adam dan Hawa dicabut, sehingga Adam dan Hawa dan keturunannya diberi tantangan berat dalam memenuhi kehidupannya dan melekat ke manusia sampai saat ini, kecenderungan sulitnya menaklukkan hawa nafsu, yang berakibat maut bagi yang menurutinya.

Kedua, peristiwa air bah, yang memusnahkan semua manusia, kecuali 8 orang, yang terdiri dari Nabi Nuh, istrinya berikut pasangan suami istri tiga anaknya.

Ketiga, peristiwa membangun Menara Babel yang memperlihatkan kesombongan manusia, digagalkan dengan menghukum manusia tidak saling mengerti. Setelah itu manusia bercerai-berai menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Peristiwa keempat, ketika memusnakan bangsa Sodom dan Gumora dengan hujan belerang dan api, karena bangsa itu menganut paham homoseksual, bahkan 2 malaikat yang diutus Tuhan pun diajak melakukan homoseksual, namun diselamatkan bersama Nabi Lot dan keluarga.

Peritiwa kelima adalah bangsa Mesir dikenakan 10 tulah, karena kelakuan jahatnya membunuh balita dan memperbudak sesama manusia (keturunan Yusuf), pendatang ke negeri itu yang awalnya 75 orang yg kemudian berkembang dan beranak-pinak. Bangsa yang dibunuh dan diperbudak tersebut, diselamatkan Tuhan Allah, selamat keluar dari negeri tersebut dibawah ancaman dan hadangan pasukan lengkap.

Peristiwa keenam adalah memusnahkan manusia yang tadinya diselamatkan keluar dari Mesir, berkhianat ke Tuhan Allah, kembali berbuat jahat, kemudian dihukum dengan memilih hanya Kaleb dan Yosua yang berusia di atas 20 tahun, sisanya semua yang berusia diatas 20 tahun dimusnahkan, setelah lebih dahulu berputar-putar di gurun selama 40 tahun.

Peristiwa ketujuh yaitu memusnahkan bangsa Kanaan, yang telah diberi waktu 400 tahun untuk menyadari perbuatan jahatnya, namun tidak menghiraukan peringatan tersebut dan sudah pada puncak batas toleransi dari Tuhan Allah. Bangsa yang telah dimusnakan tersebut, digantikan oleh sisa bangsa yang diselamatkan Tuhan Allah dari Mesir.

Peristiwa terbesar ke delapan, bangsa Israel (selain Yahuda), diserang bangsa Asyur, bangsa jajahan Israel, raja Salomo, ketika Salomo dan rakyatnya berhianat ke Tuhan, menyembah berhala. Mati dan yang selamat melarikan diri dan tersebar. Setelah Asyur runtuh, sebagian yang melarikan diri berserak ke negara lain itu, kembali ke kampung halamannya.

Peristiwa kesembilan, bangsa Yahuda dibuang ke Babel, setelah diijinkan Tuhan Allah untuk diserang Raja Nebukadnesar, karena berbuat jahat, dihukum 70 tahun lamanya, walau kemudian diampuni dan dikembalikan seperti semula.

Peristiwa kesepuluh, bangsa Yahudi dijinkan oleh Tuhan Allah dihancurkan dan dibunuh oleh bangsa Romawi, dibawah Jenderal Titus, karena berbuat jahat. Terjadi tahun 70 M, satu angkatan (40 tahun) setelah tahun 30 M, masa Yesus. Hukuman tersebut karena kejahatan dan mereka tidak menerima Yesus sebagai Mesias, kemudian menyalipkan-Nya.

Setelah 10 peristiwa besar tersebut, kemudian masih ada banyak peristiwa kemusnahan manusia dalam jumlah besar dan mengalami kerusakan besar yang menyebar di seluruh dunia, sebut saja penjajahan, peperangan, perang dunia 1, perang dunia 2, bencana tsunami dan lainnya.

Pertanyaan bagi kita, setelah kesepuluh peristiwa tersebut, semua itu, apakah masih termasuk bagian dari murka Tuhan Allah? Kemudian apa kejahatannya, siapa yang melakukan kejahatan? Siapa yang dihukum dan siapa yang diselamatkan?

Kemudian peristiwa besar belakangan ini, Covid-19 yang telah mematikan jutaan umat manusia, berdampak besar pada segala bidang dan membuat semua pihak khawatir.

Apakah ini bentuk murka Tuhan Allah, atau justru masih sekedar peringatan, sebagaimana digambarkan dalam sepuluh peristiwa besar tersebut diatas?

Jika ini murka Tuhan Allah, siapa yang berbuat jahat di mata-Nya dan siapa yang akan diselamatkan-Nya? Jika masih peringatan, bagaimana nanti akhirnya, apakah manusia saat ini mampu memaknainya, sehingga mengoreksi perilakunya? Jika abai, bagaimana jadinya?

Pertanyaan tersebut akan timbul dipikiran kita masing-masing. Namun Tuhan Allah kita tentu sudah punya rencana dan tahu persis yang terbaik untuk kita. Kuncinya adalah tetaplah berbuat baik, pada waktunya, ketika kejahatan itu melewati batas tolerensi di mata-Nya, Dia mengenali umat-Nya yang berbuat baik dan yang tidak, karena Tuhan Allah, maha tahu dan adil.

Dan kami tidak mau tahu apapun terkait itu, biar hati dan pikiran kami tenang.

Share :

Baca Juga

TOPAD

Sistem Eprocurement Menyamarkan Penguapan Anggaran Ratusan Triliun Per Tahun
Parluhutan (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

TOPAD

Tetaplah Jadi Orang Nusantara dengan Adat-Budaya Nusantara
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Sekecil Apapun Cahaya Pasti Terlihat dalam Kegelapan
Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (PUSATNUSA) Parluhutan S. SE.Ak, M.Ak, CA, CMA atau Topad memberikan arahan kepada para relawan muda dalam mengembangkan sistem pasar digital untuk para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), di Gedung Gorga, Jakarta, Senin (3/8). (Foto: Radhea Heqamudisa/Beritanusa.id)

TOPAD

Selamat dan Harapan Pusatnusa Atas Perayaan Milad ke-108 Muhammadiyah

TOPAD

Awas! Pahlawan Palsu?
Parluhutan (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

TOPAD

Momentum
Ketua Umum PUSATNUSA Parluhutan S (Topad). Foto/Beritanusa

TOPAD

Uang Tidak Mengenal Saudara
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com)

TOPAD

Benarkah Bencana Alam Tahun Ini Karena Tuhan Allah Murka?