Home / GLOBAL

Selasa, 24 November 2020 - 18:07 WIB

Arab Saudi Gratiskan Vaksin Covid-19

Pemerintah Arab Saudi kini melarang warganya melaksanakan umrah untuk mencegah penyebaran virus korona. Foto/AFP

Pemerintah Arab Saudi kini melarang warganya melaksanakan umrah untuk mencegah penyebaran virus korona. Foto/AFP

RIYADH, BERITANUSA.id – Kementerian Kesehatan Arab Saudi berencana menggratiskan vaksin virus corona (Covid-19), bagi 70 persen penduduk dan warga asing di negara itu yang belum terinfeksi.

Pemerintah Saudi berharap proses suntik vaksinasi akan mencapai target pada akhir 2021.

“Mereka yang belum dinyatakan positif Covid-19 akan diberi prioritas vaksinasi dalam beberapa bulan mendatang,” kata Direktur Jenderal Pencegahan Penyakit Kemenkes Saudi, dr. Abdullah Asiri, seperti dilansir Arab News, Selasa (24/11).

Akan tetapi, batas terendah usia yang boleh melakukan vaksinasi adalah 16 tahun. Untuk kalangan di bawah usia itu harus menjalani pemeriksaan terlebih dulu untuk memastikan apakah mereka memerlukan vaksinasi.

Asiri mengatakan pemerintah akan mengumumkan secara langsung jadwal kedatangan vaksin virus corona dalam beberapa pekan mendatang.

BACA JUGA:  Singapura Mulai Vaksinasi Corona

“Kerajaan akan berupaya menempuh dua jalur untuk mendapatkan vaksin, yaitu melalui COVAX, di mana G20 berperan dalam pembentukannya dan pendanaan,” ujar Asiri.

“Arab Saudi akan mendapatkan vaksin dalam jumlah besar melalui fasilitas itu, dan kedua adalah mengontak langsung para perusahaan farmasi besar untuk menutupi jumlah yang tidak bisa diberikan oleh COVAX,” lanjut Asiri.

COVAX adalah sebuah bentuk perkumpulan di tingkat dunia yang bertujuan untuk bekerja sama dengan para perusahaan pembuat vaksin untuk bisa menyediakan vaksin Covid-19 yang aman, efektif, serta mendapat lisensi dan persetujuan, bagi seluruh negara di dunia.

Asiri mengatakan untuk bisa mendapatkan vaksin dibutuhkan upaya dan persiapan yang matang karena prosesnya amat panjang.

BACA JUGA:  Pemerintah Turun Tangan Atas Parodi Indonesia Raya

“Maka dari itu, vaksin yang akan didapatkan tahun ini mungkin jumlahnya tidak banyak dan akan berdampak terhadap proyeksi pandemi yang diperkirakan masih akan terjadi sebelum pertengahan 2021,” lanjut Asiri.

Asisten Juru Bicara Menteri Kesehatan Saudi, dr. Muhammad Al-Abd Al-Aly, mengatakan mereka hanya akan menyediakan vaksin Covid-19 yang terbukti efektif melawan virus, tidak mempunyai efek samping dan disetujui oleh lembaga yang berwenang menerbitkan lisensi.

Kasus Covid-19 di Arab Saudi saat ini mencapai 355.489 orang. Dari jumlah itu, 5.877 kasus masih aktif, dan 765 pasien berada dalam kondisi serius atau bahkan kritis.

Sampai saat ini Saudi sudah menggelar 9.295.599 tes usap (PCR).

(ara/new)

Share :

Baca Juga

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto/Antara

GLOBAL

RI Tutup Pintu Masuk Bagi WNA
Presiden terpilih AS Joe Biden. Foto/Ist

GLOBAL

Joe Biden Menangi Pilpres AS 2020
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Foto/Ist

GLOBAL

Pemimpin Korut Kim Jong-un Dikabarkan Koma

GLOBAL

China Berikan Hak Paten Vaksin Virus Corona Pertama
Lebih dari seribu demonstran berkumpul di luar markas resimen tentara yang dikuasai kerajaan Thailand di Bangkok hari Minggu (29/11), menuntut reformasi demokrasi pemerintah dan kerajaan. Foto/AP

GLOBAL

Tuntut Reformasi Thailand, Ribuan Pedemo Unjuk Rasa di Bangkok
Satgas TNI Konga XXXIX-B/RDB Monusco. Foto/TNI

GLOBAL

Satgas TNI di Kongo Berhasil Bujuk 43 Milisi Beserta 32 Senjata

GLOBAL

Israel Ubah Masjid Bersejarah Jadi Bar
Foto: Istimewa

GLOBAL

AS Kembali Latihan Perang di Laut China Selatan