Home / GLOBAL

Kamis, 27 Agustus 2020 - 15:42 WIB

AS: Target Peretas Asal Korut Incar Bank

SEOUL, BERITANUSA.id – Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan bahwa peretas dari Korea Utara menargetkan bank di banyak negara untuk dirampok.

“Peringatan hari ini menambah daftar besar dan masih terus berkembang dari aktivitas dunia maya yang berbahaya oleh Korea Utara dan tidak boleh diremehkan,” demikian bunyi peringatan itu.

Dilansir kantor berita Korea Selatan Yonhap News Agency, Kamis (27/8), peringatan itu diterbitkan oleh Kementerian Keuangan AS, Badan Penyelidik Federal (FBI), Komando Siber AS, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA). Mereka menyatakan Korea Utara menggunakan perangkat lunak perusak untuk mendapatkan akses tidak sah ke “bank di banyak negara untuk melakukan penipuan transfer uang internasional dan pembayaran tunai melalui ATM”.

“Aktor (peretas) dunia maya Korea Utara telah menunjukkan kemampuan imajinatif untuk menyesuaikan taktik mereka untuk mengeksploitasi sektor keuangan serta sektor lainnya melalui operasi dunia maya ilegal,” ujar Asisten Direktur Keamanan Siber CISA, Bryan Ware.

BACA JUGA:  AS: China Ingin Bangun Fasilitas Militer di Indonesia

“CISA dan mitra antar-lembaga kami bekerja erat dengan industri untuk memberikan informasi (mengenai) ancaman dunia maya yang bisa ditindaklanjuti, spesifik, dan tepat waktu, seperti peringatan (yang dikeluarkan) hari ini,” tambahnya.

CISA mengatakan ini bukan pertama kalinya Korea Utara terlibat dalam skema pembayaran tunai.

“BeagleBoyz Korea Utara bertanggung jawab atas kampanye pembayaran tunai ATM berkemampuan siber canggih yang diidentifikasi secara publik sebagai ‘FASTCash’ pada Oktober 2018,” kata Ware.

“Untuk membedakan metode dari aktivitas siber berbahaya Korea Utara lainnya, pemerintah AS mengacu pada tim ini sebagai BeagleBoyz,” tambahnya.

CISA juga mengutip laporan publik bahwa kelompok peretas Korea Utara “berusaha mencuri hampir US$2 miliar sejak 2015”. Grup peretas BeagleBoyz menargetkan lebih dari 30 negara sejak 2015, termasuk Korea Selatan, Jepang, dan India.

BACA JUGA:  Massa Pro Trump Rusuh di Gedung Capitol, 4 Orang Tewas

“CISA dan mitra antar-lembaga kami bekerja erat dengan industri untuk memberikan informasi (mengenai) ancaman dunia maya yang bisa ditindaklanjuti, spesifik, dan tepat waktu, seperti peringatan (yang dikeluarkan) hari ini,” tambahnya.

CISA mengatakan ini bukan pertama kalinya Korea Utara terlibat dalam skema pembayaran tunai.

“BeagleBoyz Korea Utara bertanggung jawab atas kampanye pembayaran tunai ATM berkemampuan siber canggih yang diidentifikasi secara publik sebagai ‘FASTCash’ pada Oktober 2018,” kata Ware.

“Untuk membedakan metode dari aktivitas siber berbahaya Korea Utara lainnya, pemerintah AS mengacu pada tim ini sebagai BeagleBoyz,” tambahnya.

CISA juga mengutip laporan publik bahwa kelompok peretas Korea Utara “berusaha mencuri hampir US$2 miliar sejak 2015”. Grup peretas BeagleBoyz menargetkan lebih dari 30 negara sejak 2015, termasuk Korea Selatan, Jepang, dan India. (cnn/idn)

Sumber: CNN Indonesia

Share :

Baca Juga

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. Foto/Ist

GLOBAL

PM Malaysia Muhyiddin Yassin Diminta Mundur
Ilustrasi es krim. Foto/Thinkstock

GLOBAL

China Temukan Es Krim yang Mengandung Covid
Vaksin virus corona (Covid-19). Foto/Ist

GLOBAL

Warga Brasil Tolak Vaksin Corona Buatan China
Seorang pria telah sembuh dari infeksi virus korona infection meninggalkan rumah sakit di Wuhan, Hubei, Tiongkok, Rabu (10/3/2020). Foto/AFP

GLOBAL

China Izinkan Tim WHO Masuk Teliti Covid-19
Presiden AS Joe Biden. Foto/AFP

GLOBAL

Biden Kembali Terapkan Larangan Masuk ke AS
Lebih dari seribu demonstran berkumpul di luar markas resimen tentara yang dikuasai kerajaan Thailand di Bangkok hari Minggu (29/11), menuntut reformasi demokrasi pemerintah dan kerajaan. Foto/AP

GLOBAL

Tuntut Reformasi Thailand, Ribuan Pedemo Unjuk Rasa di Bangkok
Ilustrasi penembakan. Foto/Ist

GLOBAL

Pelaku Penembakan Kedubes Saudi di Belanda Bermotif Teroris
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyampaikan pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 5 Februari 2021. Foto/BPMI Setpres

GLOBAL

Jokowi-PM Malaysia Desak ASEAN Bertindak Atas Kudeta Myanmar