Home / NASIONAL

Kamis, 11 Februari 2021 - 12:31 WIB

Bahaya Risiko Kematian Bayi Dampak Nikah Muda

Tangkapan layar situs Aisha Weddings

Tangkapan layar situs Aisha Weddings

JAKARTA, BERITANUSA.id – Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos mengingatkan risiko tinggi kematian bayi pada perempuan yang menikah di bawah usia 20 tahun.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat menyebut bahwa bayi yang lahir dari ibu di bawah usia 20 tahun dua kali lebih berisiko meninggal dibanding anak yang lahir dari ibu di usia 20-29 tahun.

“Bayi yang lahir dari ibu di bawah 20 tahun hampir dua kali lebih mungkin untuk meninggal dibandingkan bayi yang lahir dari perempuan umur 20-29 tahun,” ujar Harry dalam keterangannya, Rabu (10/2).

Mengutip laporan Women’s Health Inisiative pada 2016, Harry menyebut perempuan di usia 15-19 tahun juga lebih rentan meninggal dunia akibat komplikasi saat hamil dan melahirkan.

Dampak lain, katanya, termasuk potensi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada perempuan yang menikah di usia muda atau di bawah 20 tahun.

Lebih lanjut, Harry secara tegas menyebutkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak telah mewajibkan orang tua mencegah perkawinan pada anak.

Pihaknya mencatat pada 2018 misalnya, satu dari sembilan perempuan atau 11 persen perempuan berusia 20-24 tahun telah menikah sebelum usia 18 tahun. Sedangkan pada kelompok pada laki-laki, katanya, sebanyak satu persen atau satu dari 100 laki di usia 20-24 tahun telah menikah di usia 18 tahun.

“Diperkirakan ada 1.220.900 yang menikah sebelum 18 tahun, sebanyak 0.56 persen perempuan umur 20 -24 tahun yang menikah sebelum 15 tahun,” kata dia.

Oleh sebab itu, strategi nasional (stranas), kata dia hingga saat ini terus melakukan kerja sama antarkementerian dan lembaga guna mencegah perkawinan pada anak di bawah usia 20 tahun. Stranas juga menggandeng Kementerian Agama, untuk mencegah potensi alasan agama warga yang menolak program pemerintah tersebut.

“Stranas ini juga melibatkan Kemenag sehingga kalau pun ajakan perkawinan anak dikaitkan dengan agama, Kemenag telah berkomitmen untuk terlibat dalam upaya pencegahan,” katanya.

Sebuah jasa acara pernikahan, Aisha Weddings, lewat situs webnya mengajak perempuan agar menikah muda. Aisha menilai tugas seorang perempuan adalah melayani kebutuhan suami.

“Jangan tunda pernikahan karena keinginan egoismu, tugasmu sebagai gadis adalah melayani kebutuhan suamimu. Anda harus bergantung pada seorang pria sedini mungkin untuk keluarga yang stabil dan bahagia. Jangan menjadi beban bagi orang tua Anda, temukan pria lebih awal,” demikian kampanye di situs tersebut.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi simulasi perang TNI AD. Foto/Ist

NASIONAL

Hadapi Agresi Negara Asing, TNI AD Simulasi Perang di Sumsel
Ilustrasi. Peta prakiraan cuaca. Foto: AFP PHOTO / ADEK BERRY

NASIONAL

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat saat Libur Maulid Nabi
Presiden Joko Widodo membuka Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-5 Tahun 2020 secara virtual, sebagaimana ditayangkan dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 18 November 2020. Foto/BPMI Setpres

NASIONAL

Hari Disabilitas: Jokowi Buat Aturan Baru untuk Mendukung Difabel

NASIONAL

Kapolres Pasaman Pimpin Konferensi Pers Ungkap Kasus Narkoba jenis Ganja 102 Kg
Kejagung melakukan gelar perkara atau ekspose terkait penanganan kasus suap yang menjerat Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Ist

NASIONAL

Kejagung Gelar Perkara Jaksa Pinangki
Ridwan Kamil Gubernur Provinsi Jawa Barat.

NASIONAL

Ridwan Kamil Lantik 5 Kepala Daerah Jabar Hari Ini
Siswa SMK Berkompetisi dalam Lomba Kompetensi Siswa di Jogja Expo Center, Selasa (9/7). Foto/MI

NASIONAL

Mayoritas Siswa Setuju Sekolah Tatap Muka pada Januari 2021
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto/Ist

NASIONAL

Update Kasus Corona 18 September: 236.519 Positif, 170.774 Sembuh