Home / KESEHATAN

Selasa, 22 Desember 2020 - 12:15 WIB

Bahaya Terlalu Sering Rebahan, Picu Obesitas hingga Stroke

Ilustrasi kurang gerak. Foto/Shutterstock

Ilustrasi kurang gerak. Foto/Shutterstock

JAKARTA, BERITANUSA.id – Selama masa pandemi Covid-19, sebagian orang hanya beraktivitas di rumah. Kondisi ini tentu banyak dimanfaatkan seseorang untuk rebahan. Entah itu main smartphone di kasur, mendengarkan kuliah di sofa, atau bekerja sambil tengkurap.

Meski terkesan nyaman, gaya hidup rebahan sebenarnya tidak baik buat kesehatan. Ada beberapa dampak buruk jika kamu sering rebahan dan jarang bergerak. Seperti dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (22/12), ini bahaya banyak rebahan.

1. Meningkatkan risiko obesitas

Menurut Penelitian Canadian Sleep Journal, kita yang tidur lebih dari sembilan jam besar kemungkinannya untuk menambah berat badan secara signifikan.

Sama halnya dengan tidur terlalu lama, terlalu sering rebahan juga membuat kita mengalami pertambahan berat badan yang signifikan. Selain itu, terlalu lama rebahan juga berpotensi meningkatkan kadar gula dan risiko diabetes menjadi semakin besar.

2. Persendian kaku dan nyeri punggung

Terlalu lama rebahan akan membuat persendian menjadi kaku hingga kamu bisa merasa nyeri punggung bagian bawah. Hal ini bisa terjadi karena pada saat rebahan dalam waktu yang lama, persendian pada tubuh menjadi kurang terlatih.

Dampaknya bikin persendian tubuh justru terasa kaku dan tidak nyaman. Punggung bagian bawah juga akan terasa sakit karena kamu sudah lama tidak melakukan aktivitas fisik sehingga kehilangan kekuatan dan fleksibilitas otot.

3. Rentan alami depresi

Terlalu lama rebahan akan membuat seseorang rentan mengalami gangguan kecemasan hingga bisa menyebabkan depresi. Tanpa kamu sadari, kamu terbiasa dengan gaya hidup pasif, maka stres dan kecemasan dalam diri meningkat.

Gejala ini juga diperkuat jika kamu rebahan sambil bermain ponsel dan media sosial. Kamu akan mudah membandingkan aktivitas yang sedang kamu lakukan dengan pencapaian orang lain di media sosial hingga akhirnya kamu menjadi insecure dan timbul stres.

4. Berpotensi tingkatkan risiko stroke dan serangan jantung

Terlalu lama rebahan dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Aerobics Research Center di Amerika Serikat menunjukkan aktivitas fisik mampu mengurangi resiko stroke pada pria hingga 60 persen.

Penelitian lain oleh Nurse’s Health Study menyebutkan bahwa perempuan yang cukup bergerak atau beraktivitas fisik memiliki peluang terhindar dari stroke dan serangan jantung sebesar 50 persen.

(heq)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi daging olahan. Foto/Buffalonrunranch

KESEHATAN

5 Makanan yang Bisa Memicu Stroke
Ilustrasi--Olahraga lari. Foto/Freepik

KESEHATAN

4 Tips Optimalkan Kesehatan Agar Terhindari Covid-19
Ilustrasi virus corona. Ist

KESEHATAN

Kenali Gejala Virus Corona Jenis Baru
Ilustrasi--Burger. Foto/Istimewa

KESEHATAN

Makanan Cepat Saji yang Wajib Dihindari Saat Diet
Ilustrasi suntik vaksin Covid-19. Foto/Ist

KESEHATAN

Usai Suntik Vaksin Tak Boleh Langsung Pulang ke Rumah
ILustrasi istirahat jam makan siang. Foto/Istimewa

KESEHATAN

Kebiasaan Lewatkan Istirahat Siang Berbahaya Bagi Kesehatan
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Foto/Freepik

KESEHATAN

Aturan Baru: Lansia hingga Ibu Menyusui Boleh Vaksin Covid
Daun kemangi. Foto/Ist

KESEHATAN

Manfaat Daun Kemangi, Mengurangi Stres hingga Mencegah Kanker