Home / EKONOMI

Rabu, 24 Februari 2021 - 11:06 WIB

Bandara Sediakan Tes GeNose Mulai 1 April

Calon penumpang meniup kantong saat mengikuti tes Covid-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2021). Foto/Kontan

Calon penumpang meniup kantong saat mengikuti tes Covid-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2021). Foto/Kontan

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan tes GeNose di bandara mulai 1 April 2021. Hal itu dilakukan untuk mengurangi potensi penularan virus di transportasi umum.

Guna menjalankan rencana alat screening covid-19 itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah menggelar pertemuan dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menko PMK Muhadjir Effendy serta jajaran dan Peneliti UGM, pada Selasa (23/2) kemarin.

Selain sektor udara, tes GeNose juga akan dilakukan pada transportasi laut. Rencananya, alat tes virus corona itu mulai diterapkan di Pelabuhan Tanjung Priok akhir minggu ini secara acak (random).

Budi mengungkapkan perluasan penerapan GeNose bagi calon penumpang pesawat dilakukan setelah pihaknya mencermati penggunaan alat tes itu di kereta.

“Di kereta api, animo masyarakat untuk menggunakan GeNose sangat bagus dan saat ini para pemangku kepentingan di sektor perhubungan laut dan udara juga menginginkan penggunaan GeNose. Untuk itu, kami melaporkan kepada Pak Menko tentang rencana itu, dan tentunya akan kami lakukan dengan hati-hati,” kata Budi dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Selasa (23/2) ini.

Budi menambahkan penerapan GeNose di simpul-simpul transportasi diperlukan agar masyarakat mendapatkan akses terhadap alat pendeteksi (screening) covid-19 yang lebih terjangkau.

Selain berkomunikasi dengan para menko, Budi juga sudah meminta Ditjen Perhubungan Udara dan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub untuk mempersiapkan mekanisme dan SOP. Langkah itu ia ambil agar layanan tes bisa segera tersedia.

Sementara itu, Muhadjir Effendy mendukung kehadiran GeNose di simpul-simpul transportasi. Menurutnya, GeNose merupakan produk dalam negeri dan memiliki kelebihan-kelebihan, seperti lebih mudah dan aman penggunaannya.

Selain itu, ia juga menilai tingkat akurasi alat tersebut juga cukup tinggi. Untuk itu, ia berharap tes tidak hanya digunakan untuk perjalanan tetapi juga bisa digunakan di tempat lain.

“Semoga ke depannya dapat diproduksi secara massal dan dapat terus dikembangkan sehingga tingkat akurasinya akan semakin meningkat. Kita akan terus memperbanyak penggunaan GeNose untuk kepentingan pelayanan publik,” ucap Muhadjir.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi subsidi gaji. Foto/Ist

EKONOMI

Cara Cek Bansos Tunai Rp300 Ribu dari Kemensos
Ketua Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) Sunarso. Foto/Ist

EKONOMI

Krisis Ekonomi 2020 Berbeda dengan 1998
Logo Facebook. Foto/Ist

EKONOMI

Facebook Perpanjang Bantuan UMKM Hingga 2 November
Ilustrasi token listrik gratis PLN. Foto/Ist

EKONOMI

Penggunaan Listrik yang Dapat Stimulus Akan Dibatasi
Menteri Ketengakerjaan Ida Fauziyah. Foto/MI

EKONOMI

Menaker Sebut Program Penanganan Covid Sasar 32 Juta Orang
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki. Foto/Ist

EKONOMI

Kementerian dan Lembaga Wajib Belanja Produk UMKM Minimal 40 Persen dari Pagu Anggaran
Sertifikasi Halal MUI. Foto/Ist

EKONOMI

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi Halal bagi Pelaku UMK
Otoritas Jasa Keuangan. Foto/Bisnis

EKONOMI

Pengawasan OJK Terhadap Industri Jasa Keuangan Masih Lemah