Home / EKONOMI / UMKM

Kamis, 17 Desember 2020 - 23:33 WIB

Bank Syariah Indonesia Komitmen Garap UMKM Rp54 T

PT Bank BRI Syariah Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang impresif pada triwulan II 2020. Foto/Ist

PT Bank BRI Syariah Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang impresif pada triwulan II 2020. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), nama baru hasil gabungan tiga bank syariah BUMN menegaskan akan terus mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) seperti yang sudah dilakukan selama ini. Proyeksi dana yang akan disalurkan mencapai Rp 53,83 triliun.

Adapun persentase penyaluran bagi UMKM dari tiga bank syariah yang akan merger ini diproyeksikan akan mencapai 23% pada Desember 2021 dari total pembiayaan. Tiga bank yang dimerger yakni PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) yang menjadi entitas penerima, dan dua lagi yakni PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah.

Dirut BRISyariah Ngatari mengatakan, dalam Rancangan Penggabungan yang sudah dipublikasikan, komitmen dukungan Bank Hasil Penggabungan (BHP) kepada UMKM telah jelas tercantum.

“Bank Hasil Penggabungan akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM di antaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan melalui produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM baik secara langsung maupun sinergi dengan bank-bank Himbara dan Pemerintah Indonesia,” ujar Ngatari yang juga Anggota Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, dalam siaran pers, Kamis (17/12).

Keseriusan dan komitmen Bank Syariah Indonesia tercermin dari struktur pengurus dengan adanya Direksi yang khusus membawahi retail banking dan UMKM diantara 10 orang jajaran Direksi yang akan memperkuat bank syariah terbesar di Tanah Air tersebut.

Bank Syariah Indonesia telah merumuskan strategi khusus untuk mendukung UMKM Indonesia yang berfokus pada pertumbuhan yang sehat di sektor UKM dan Mitkro dengan memanfaatkan teknologi digital demi mewujudkan mandat Pemerintah Indonesia dalam memajukan UMKM Indonesia.

Proyeksi persentase penyaluran pembiayaan untuk UMKM dari tiga bank syariah yang akan bergabung hingga akhir Desember tahun depan sebesar 23%.

Selain itu, Bank Hasil Penggabungan siap untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), serta organisasi kemasyarakatan lainnya untuk memajukan pelaku UMKM di Tanah Air.

“Dukungan bagi UMKM tidak akan kendor, karena merekalah tulang punggung perekonomian nasional. Bank Syariah Indonesia akan menjadi bagian ekosistem dan sinergi pemberdayaan pelaku usaha UMKM, mulai dari fase pemberdayaan hingga penyaluran KUR Syariah.”

“Untuk menjangkau pelaku UMKM hingga pelosok, kami akan bekerjasama dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan di seluruh Indonesia untuk mencapai proyeksi dana disalurkan untuk UMKM mencapai Rp 53,83 triliun,” tuturnya.

Hingga September lalu, nilai total pembiayaan UMKM yang dimiliki ketiga bank syariah Himbara mencapai Rp 36,36 triliun. Jumlah itu terdiri dari pembiayaan UMKM milik PT Bank BRISyariah sebesar Rp18,7 triliun, PT Bank Syariah Mandiri Rp11,67 triliun, dan PT Bank BNI Syariah Rp5,99 triliun.

Di tempat terpisah, Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah, Fidri Arnaldy mengatakan UMKM merupakan kelompok nasabah terbesar yang dilayani perusahaan.

Karena itu, porsi penyaluran pembiayaan dari BRI Syariah bagi UMKM sudah mencapai 46 persen dari total portofolio pembiayaan BRIsyariah. Untuk penyalurakan KUR sendiri, per 27 November 2020, BRI Syariah telah menyalurkan Rp4,457 triliun Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap 116.756 nasabah, atau hampir 100 persen dari plafon tahun ini.

Fidri menegaskan, Posisi kuat BRI Syariah sebagai bank syariah mitra UMKM akan menjadi fondasi bagi Bank Syariah Indonesia untuk terus memberi dan meningkatkan layanan terjangkau bagi pelaku usaha nantinya.

“Kami akan terus membantu dan hadir untuk pelaku UMKM, karena merekalah para pahlawan ekonomi Indonesia yang harus selalu didukung dan dikembangkan. Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan Bank Syariah Indonesia akan meninggalkan UMKM. Insya Allah akses pembiayaan serta layanan terjangkau terus kami berikan untuk mereka, baik sebelum merger efektif berlaku maupun pasca penggabungan resmi berjalan nanti,” ujar Fidri.

Di tempat terpisah, Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengatakan, selama ini perusahaan telah banyak menjalin kerjasama untuk membantu para pelaku usaha kecil dan mikro. Hal ini dipastikan akan tetap berlanjut nantinya, saat BNI Syariah resmi bergabung dengan BRI Syariah dan BSM.

“BNI Syariah telah resmi ditunjuk pemerintah sebagai salah satu bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selama ini kami sudah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan untuk pembiayaan investasi bagi pedagang, agar mampu memiliki tempat usaha. Selain itu ada juga kerjasama dengan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) atau Yayasan Simpul Energi Pesantren guna pemanfaatan produk dan jasa layanan kami, serta pemberian pembiayaan warung mikro di lingkungan mereka,” ujarnya.

(cnbc)

Share :

Baca Juga

Pekerja di DKI Jakarta. Foto/Ayo Jakarta

EKONOMI

Sri Mulyani Sebut 3/4 Pekerja yang Berhenti Sudah Mulai Kerja
Salah satu mitra UMKM binaan dari organisasi nirlaba Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa), Imas Marsito (48). Foto/Beritanusa/Radhea Heqamudisa

UMKM

Kisah UMKM Pusatnusa yang Bisa Bertahan Usai Terima BLT
Maskapai pesawat Garuda Indonesia. Foto/Media Indonesia

EKONOMI

Garuda Indonesia Beri Potongan Tiket hingga 45 Persen
Tol Jakarta-Cikampek. Foto/MI/Ramdani

EKONOMI

Tarif Baru Tol Jakarta-Cikampek Naik
Ilustrasi pelaku UMKM. Ist

EKONOMI

Omnibus Law UU Ciptaker Untungkan Pelaku UMKM
Ilustrasi uang Rupiah. Foto/Ist

EKONOMI

4 Program BLT Pemerintah Mengalir Hingga 2021
Bank Mandiri. Foto/Tempo

EKONOMI

Bank Mandiri Dorong UMKM di Banten Lakukan Transaksi Digital
Ilustrasi--Uang Rp100 ribu. Foto/Istimewa

EKONOMI

Cara Dapat Bansos Tunai Rp300 Ribu untuk Warga DKI