Home / EKONOMI

Kamis, 21 Januari 2021 - 11:03 WIB

Bansos Masih Akan Disalurkan Tangani Dampak Pandemi

Ilustrasi warga saat menerima bantuan uang tunai. Foto/Antara

Ilustrasi warga saat menerima bantuan uang tunai. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah akan terus menyalurkan bantuan sosial (bansos) dalam jangka pendek. Hal ini diberikan demi menangani dampak pandemi corona.

Jokowi menjelaskan bansos disalurkan untuk masyarakat yang tidak mampu atau kelompok menengah ke bawah dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bantuan yang diberikan dalam bentuk insentif pajak hingga bantuan darurat.

“Lalu juga kepada mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau yang belum kerja, seperti program kartu prakerja,” ucap Jokowi dalam 11th Kompas100 CEO Forum “Let’s Collaborate; Rising in Pandemic Era”, Kamis (21/1).

Kepala negara menuturkan pemerintah harus menyalurkan bansos demi menjaga daya beli konsumsi masyarakat. Hal ini sekaligus untuk menjaga permintaan di masyarakat.

“Meskipun sebetulnya ruang paling besar untuk perkuat permintaan itu adalah kelas menengah, tapi sampai saat ini belum tergerak juga permintaannya,” kata Jokowi.

Selain itu, pemerintah juga akan berupaya untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat di ruang publik. Pemerintah pusat bakal terus mensosialisasikan hal ini kepada seluruh gubernur, lurah, hingga RT dan RW.

“Gubernur harus bicara kepada rakyatnya, bupati harus bicara kepada rakyatnya, camat, lurah, RT, dan RW harus bicara pada rakyatnya bahwa betapa pentingnya disiplin dalam protokol kesehatan,” jelas Jokowi.

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk penanganan pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2020. Realisasi penggunaan dana tersebut hingga akhir 2020 sebesar Rp579,78 triliun. Angka itu setara dengan 83,4 persen dari pagu.

Rinciannya, realisasi klaster kesehatan sebesar Rp63,51 triliun, dan perlindungan sosial Rp220,39 triliun. Kemudian, sektoral k/l dan pemerintah daerah (pemda) Rp66,59 triliun, dukungan UMKM Rp112,44 triliun, pembiayaan korporasi Rp60,73 triliun, dan insentif usaha Rp56,12 triliun.

Sementara, pemerintah memproyeksi alokasi dana penanganan covid-19 dan PEN 2021 mencapai Rp403,9 triliun. Angkanya naik dari sebelumnya yang ditetapkan sebesar Rp372,3 triliun. Dana itu akan digunakan untuk sejumlah klaster.

Detailnya, untuk klaster kesehatan sebesar Rp25,4 triliun, perlindungan sosial Rp110,2 triliun. Kemudian, sektoral k/l dan pemerintah daerah (pemda) Rp184,2 triliun, dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi Rp63,84 triliun, serta insentif usaha Rp20,26 triliun.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Pekerja saat bekerja memproduksi mobil di pabrik Honda, Wuhan, Tiongkok. Foto/AFP via South China Morning Post

EKONOMI

Ketua OJK: Mobil dan Motor Menumpuk Tak Terjual
Seorang warga penerima bantuan menunjukkan uang tunai usai menerima Bantuan Sosial Tunai terdampak covid-19. Foto/ANTARA FOTO/Aji Styawan

EKONOMI

Cara Cek Penerima Bansos 2021
Menkop UKM Teten Masduki. Ist

EKONOMI

Rencana Perpanjangan BLT UMKM Rp2,4 Juta
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu. Foto/BPMI Setpres

EKONOMI

Jokowi Perintahkan Mendag Antisipasi Harga Pangan
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki. Foto/Ist

EKONOMI

Kementerian dan Lembaga Wajib Belanja Produk UMKM Minimal 40 Persen dari Pagu Anggaran
Menkop UKM Teten Masduki. Foto/Kemenkop UKM

EKONOMI

UMKM Diharapkan Bisa Bangkitkan Ekonomi Nasional
Ilustrasi uang Rupiah. Foto/Ist

EKONOMI

Kelancaran Sistem Pembayaran Tetap Terjaga
Ilustrasi uang Rp100 ribu. Foto/Antara

EKONOMI

Kemenkeu Tarik Pajak 716 Ribu Pemberi Pinjol