Home / TOPAD

Minggu, 21 Februari 2021 - 19:11 WIB

Benarkah Bencana Alam Tahun Ini Karena Tuhan Allah Murka?

Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com)

Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com)

Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

BENCANA tahun ini sangat banyak dan berdampak besar terhadap kehidupan manusia. Sayangnya penyebab bencana tersebut ditanggapi beragam, dan perlu diluruskan, apalagi ada pendapat bahwa banjir, longsor dan musibah alam lainnya adalah karena Tuhan murka. Ada yang mengaku karena doa kepala daerahnya, sehingga berkurang.

Bencana dari dulu, sejak manusia hadir dan berkembang, semakin meningkat, seturut dengan waktu dan bertambahnya manusia. Bukti tertulis di kitab suci masing-masing dan juga dialami langsung, sebagaimana saat ini.

Manusia diciptakan paling akhir dengan keistimewaan super, dari tanah, bumi ciptaannya. Dibentuk menyerupai Dia dan nyawanya dihembuskan langsung oleh Dia. Diberi kuasa memiliki dan menguasai. Ada hukum dan manual book.

Kerusakan alam masih berlanjut, mengeruk dan mengebor bumi secara berlebihan, gunung dirusak, porsi tanah ditutup bangunan sudah tidak sebanding, udara polusi dari aneka mesin, hutan digunduli, hewan hutan diburu sampai punah, pohon hutan diganti tanaman industri, sungai dan laut dipenuhi sampah, pasirnya dikeruk secara masif, isi sungai bukan lagi air dan ikan. Kemudian terjadi banjir dimana-mana, tanah longsor, pemanasan global, sawah kering, sakit pernapasan, muntaber, keracunan, sesak nafas, serangan hama, wabah penyakit, anak megang gadget sepanjang hari dan segunung keluhan.

Apakah wajar menyalahkan Tuhan? Malah terbalik. Manuasialah yang tidak kenal berterima kasih ke Tuhannya. Diciptakan setelah semua kebutuhannya tersedia, bentuknya dibuat menyerupai Tuhan dan nafasnya langsung dari hembusannya. Diberi mandat menguasai dan memiliki. Hanya minta dijaga dengan baik dan jangan dirusak.

Allah menciptakan seluruh alam semesta dan hukum-hukum alam. Dan dijadikan-Nya itu sungguh amat baik (Kejadian 1:1)

Jadi, ketika manusia menderita akibat ulah mereka sendiri, Allah tidak bisa disalahkan.​—Amsal 19:3.

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيْرٍ.

“…..musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri…….” [QS. asy-Syura (42): 30]

…….akibat dari perbuatannya, datanglah bencana supaya manusia merasakan sebagian dari ulah dan perbuatannya agar mereka kembali ke jalan yang benar (Alquran, 30:41).

Tanggungjawab siapa?

Penyebab utama banjir ini tentu karena berkurangnya tanah resapan, tanah pertanian dan perkebunan, jumlah pohon dan jumlah saluran digantikan dengan hunian, apartemen, villa, hotel, restoran, bangunan pabrik, dan gedung perkantoran, restoran dan supermarket. Siapa yang melakukan dan siapa yang harus bertanggungjawab, dijawab sendiri saja.

Bencana tersebut adalah akibat perbuatan manusia, dan bencana ini mengingatkan semua pihak, agar tidak lagi merusak alam, jika tidak mau ditimpa musibah yang lebih besar, ketika kerusakan berlanjut.

Merusak alam, hukumnya adalah bencana. Sudah tertulis di kitab suci, dan tidak mungkin Tuhan merevisi kitab suci, hanya untuk memberi tolerensi ke manusia, agar diperbolehkan merusak alam.

Murka Tuhan berbeda, bencana yang didatangkannya dahsyat, ketika manusia, sudah diperingatkan berkali-kali, namun tidak merubah perilaku negatifnya. Ketika Tuhan murka, maka bencana yang didatangkannya adalah di luar jangkauan manusia, dan memusnahkan hampir seluruh umat manusia, kecuali manusia-manusia yang Dia nilai layak diselamatkan.

Share :

Baca Juga

TOPAD

Selamat Idul Fitri 1441 H
Parluhutan (Topad), Pendiri Perkumpulan Aliansi Perduli Indonesia Jaya

TOPAD

Bangkit Yuk!

TOPAD

Jangan Jatuhkan Kebesaran Bangso Batak Hanya Karena Masalah Kecil
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Mengulang Sejarah, Polri Dekat dan Dicintai Rakyat
Parluhutan S (Topad), Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

TOPAD

Selaraskan Keinginan dengan Kebijakan, Ketaatan dan Tindakan
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa/Radhea Heqamudisa

TOPAD

Khayalan Atau Nyata, Negara Super Power?
Parluhutan S (Topad), Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

TOPAD

Kapolres dan Dandim di Lokasi Habib Rizieq Dirawat

TOPAD

Korupsi Pengadaan Barang/Jasa Unggul dan Mempertanyakan Peran LKPP