Home / NASIONAL

Selasa, 19 Januari 2021 - 10:44 WIB

Bima Arya Siapkan Sanksi untuk RS Ummi Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya. Foto/MI

Wali Kota Bogor Bima Arya. Foto/MI

JAKARTA, BERITANUSA.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya memastikan pihaknya akan memberikan sanksi kepada RS Ummi, Bogor lantaran diduga menghalangi tugas Satgas Covid-19 terkait informasi hasil swab Covid-19 Rizieq Shihab.

Bima menjelaskan sanksi tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bagi rumah sakit agar dapat kooperatif dengan pemerintah kota dan Satgas Covid-19.

“Tentunya ini menjadi pertimbangan bagi satgas untuk memberikan sanksi. Ini pelajaran bagi seluruh RS untuk betul-betul kooperatif dengan satgas dengan pemerintah kota,” kata Bima dalam keterangannya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (18/1).

Namun demikian, Bima mengaku masih belum merincikan sanksi yang akan diberikan kepada RS UMMI Bogor. Hanya saja, diamemastikan pemerintah akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Bentuk sanksinya apa masih kita dalami. Sanksinya pasti sesuai aturan,” ucap Politikus Partai Amanat Nasional itu.

Dia meminta agar masyarakat tak memperdebatkan lebih lanjut terkait penanganan kasus tersebut. Menurutnya, sejauh ini kasus RS Ummi tersebut telah ditangani sesuai dengan porsinya.

“Jadi jangan lagi diperdebatkan tentang kewenangan ketua satgas, tidak. Semua sudah sesuai aturan,” kata dia.

“Buktinya apa ini kan Covid terus naik kita melakukan itu untuk mencegah penularan covid kalau RS nggak kooperatif bagaimana kita bisa memutus rantai penularan itu poin utamanya,” tandasnya.

Dalam perkara ini Rizieq bersama dengan menantunya, Muhammad Hanif Alatas dan Direktur Utama RS Ummi, Andi Tatat telah menjadi tersangka lantaran diduga menghalang-halangi kerja Satgas Covid-19 dalam penanganan pandemi. Rizieq juga dituduhkan telah menyebarkan informasi bohong terkait kondisi kesehatannya ke publik.

Ketiganya dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No Tahun 1984. Ketiganya juga disangkakan Pasal 216 KUHP dan Pasal 14 serta Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi niaga elektronik. Foto/Ist

NASIONAL

Pelaku Usaha Niaga Elektronik Diminta Optimis
Penanganan pandemi Covid-19 secara global memerlukan kerja sama erat antarnegara. Foto/BPMI Setpres

NASIONAL

Jokowi Lobi PBB Usahakan Seluruh Negara Dapat Vaksin
Ilustrasi--Guru PNS. Foto/Antara

NASIONAL

Ada Peluang Guru PPPK Jadi CPNS
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto/MI

NASIONAL

Ahok Geram Soal Kabar Gaji Anggota DPRD DKI Naik
Tim gabungan mencari korban tanah longsor di Sumedang. Foto/Basarnas

NASIONAL

36 Orang Tewas, 4 Hilang Korban Longsor Sumedang
Muhammadiyah. Foto/Istimewa

NASIONAL

Ajakan Nikah Muda Aisha Weddings Langgar UU
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima. Foto/Ist

NASIONAL

Penyelamatan Ekonomi Nasional Harus Fokus pada Industri Pangan
Michael Yukinobu Defretes. Foto/Istimewa

NASIONAL

Usai Diperiksa Selama 11 Jam, MYD: Saya Minta Maaf dan Menyesal