Home / EKONOMI / UMKM

Jumat, 16 Oktober 2020 - 14:25 WIB

BLT UMKM Tahap II Dibuka, Begini Syarat Daftarnya

Ilustrasi subsidi gaji. Foto/Ist

Ilustrasi subsidi gaji. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pemerintah telah membuka pendaftaran bansos tunai (BLT) program bantuan presiden (banpres) tahap II untuk UMKM pada 13 Oktober lalu. Pendaftaran yang berlangsung hingga 25 November ini disediakan untuk 3 juta pelaku UMKM terdampak covid-19.

Sementara itu, kriteria dan syarat calon penerima bantuan yang mendaftar dalam penyaluran tahap II ini masih sama, antara lain WNI, mempunyai NIK dan KTP, memiliki Usaha Mikro (berdagang, menjahit, bengkel, penjual gorengan dan masih banyak lain), dan bukan PNS, TNI/Polri, Pegawai BUMN dan BUMD.

Kemudian, penerima juga memiliki kredit di bank, wajib memiliki saldo di bank penyalur biasanya BRI kurang dari Rp2 juta dan wajib memiliki Surat Keterangan Usaha (SKU).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan bantuan yang akan diberikan adalah uang tunai sebesar Rp2,4 juta per penerima. Dana tahap II sendiri telah mulai dicairkan pekan lalu.

“Kami sudah mulai menyalurkan untuk 3 juta berikutnya. Anggaran juga sudah kami terima dari Kementerian Keuangan, karena itu sudah bisa kami jalankan,” ungkap Teten dalam konferensi pers secara virtual, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk penanganan pandemi virus corona sebesar Rp695,2 triliun. Dana itu dialokasikan untuk berbagai sektor.

Rinciannya, untuk bansos sebesar Rp203,9 triliun, UMKM sebesar Rp123,46 triliun, insentif usaha Rp120,61 triliun, kementerian/lembaga atau pemerintah daerah Rp106,11 triliun, kesehatan Rp87,55 triliun, dan pembiayaan korporasi Rp53,55 triliun.

Sejauh ini, pemerintah telah menyalurkan banpres produktif untuk 9 juta UMKM dengan dana yang dikucurkan sekitar Rp21 triliun.

Dengan tambahan 3 juta UMKM di penyaluran tahap II, maka total UMKM yang akan mendapatkan banpres produktif sebanyak 12 juta UMKM. Dengan demikian, total dana yang akan dikeluarkan pemerintah sekitar Rp28 triliun.

Nantinya penyaluran banpres produktif dilakukan melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI.

Sebelum disalurkan, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dukcapil memeriksa identitas calon penerima terlebih dahulu.

Banpres UMKM lanjut hingga tahun depan

Sementara itu, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) berencana program banpres untuk UMKM ini berlanjut hingga tahun depan.

“Programnya direncanakan akan dilanjutkan pada tahun depan,” ujar Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop UKM Eddy Satriya dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Bagi yang belum mendapatkan banpres tersebut, diimbau segera mendaftarkan diri ke dinas koperasi dan UMKM setempat atau lembaga pengusul lainnya termasuk koperasi. Pendaftaran di masing-masing dinas koperasi dan UMKM bisa dilakukan secara online atau dengan datang langsung ke kantor dinas pada jam kerja.

(heq/dbs)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi uang digital Bitcoin. Foto/Tirto

EKONOMI

Resmi! Indonesia Punya Bursa Uang Digital Legal
Basuki Tjahaja Purnama. Foto/MI

EKONOMI

Kemenag Singgung Ahok Soal Pesantren Harus Bisa Berdagang
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Foto/BPMI

EKONOMI

Jokowi Ajak Cintai Produk Lokal, Mendag: Nilai Tambah
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Antara

EKONOMI

Jumlah BUMN Dipangkas dari 142 Jadi 41 Perusahaan
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani. Foto: Istimewa

NASIONAL

Ada 30 Juta UMKM Tutup di Masa Pandemi
Perajin menyelesaikan pembuatan kain batik di Desa Karangmalang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (25/8). Foto/Antara

UMKM

Kemenkop UKM Sebut RPP Ciptaker Mudahkan Pelaku Usaha
Penerima manfaat menunjukkan Kartu Prakerja. Foto/Antara

EKONOMI

7 Tips Lolos Kartu Prakerja Gelombang 13
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto/Kemenkop UKM

UMKM

Menkop Bakal Buat Brand Bersama untuk Produk UMKM