Home / NASIONAL

Senin, 28 September 2020 - 14:11 WIB

BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem Selama Musim Pancaroba

Ilustrasi bencana alam. Ist

Ilustrasi bencana alam. Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Beberapa wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem selama peralihan musim atau pancaroba di tahun ini. Masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometerologi tersebut seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang atau puting beliun. Bencana itu masih dominan terjadi dengan dampak yang luar biasa baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material.

Kepala BNPB Doni Monardo meminta Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) untuk memonitor dan melakukan koordinasi dengan pusdalops di daerah, baik provinsi dan kabupaten serta kota. BNPB pun telah menyampaikan arahan kepada BPBD di 27 provinsi pada Rabu 23 September 2020.

“Di tengah potensi bahaya hidrometeorologi ini, masyarakat juga diharapkan untuk memperhatikan protokol Kesehatan apabila harus melakukan evakuasi. Hal itu dilakukan karena pandemi Covid-19 masih terjadi berbagai wilayah,” ujar dia dalam keterangan resminya, Senin (28/9).

Sebelumnya, BMKG menyebut bahwa selama bulan September-Oktober ini, periode peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke penghujan masih berlangsung di beberapa wilayah Indonesia. Kondisi hujan tidak merata pun dapat terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat.

BMKG memprakirakan cuaca pada 28 September 2020 dengan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di beberapa wilayah diantaranya, Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Sedangkan wilayah yang berpotensi hujan dan dapat diikuti kilat atau petir serta angin kencang yaitu Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung dan Jawa Barat.

Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut dan berlokasi dekat dengan sungai-sungai baik di bagian hulu hingga hilir serta wilayah berpotensi banjir untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Selain itu, pemukiman yang berdekatan dengan tebing atau di wilayah perbukitan untuk memantau kondisi lingkungan sekitar. Langkah pencegahan dini dibutuhkan untuk mengantipasi dampak longsor yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi mapun struktur tanah yang labil.

(heq/bkg)

Share :

Baca Juga

Ibu-ibu dalam antrean sembako. Ist

NASIONAL

Program Kartu Sembako untuk 18,5 Juta KPM Tak Efektif
Kapolri Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Foto/Istimewa

NASIONAL

TNI Terjunkan 91.817 Personel Kawal Vaksinasi Covid
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Antara

NASIONAL

Aturan PPKM DKI Tak Jauh Beda dengan Pemerintah Pusat
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi ke PBNU. Foto/Istimewa

NASIONAL

Kunjungi PBNU, Kapolri Listyo: Silaturahmi Jaga Sinergitas
Presiden Joko Widodo. Foto/Antara

NASIONAL

Distribusi Vaksin ke Daerah Ditargetkan Rampung Maret 2021
KPK tahan dua mantan anggota DPRD. Foto: KPK

NASIONAL

Dua Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara Ditahan KPK
Sungai ciliwung. Foto/Pemprov

NASIONAL

511 Meter Kubik Sampah Diangkut dari Aliran Sungai Ciliwung
Siluet penumpang berjalan di koridor bandara. Foto/Antara

NASIONAL

Surat Swab Palsu Bisa Timbulkan Klaster Baru di Pesawat