Home / NUSANTARA

Senin, 20 Juli 2020 - 16:06 WIB

Buat Laporan Palsu Ngaku Dibegal, Mahasiswi Kesehatan Ini Terancam 7 Tahun Penjara

BALI, BERITANUSA.id – Leti Fuji Lestari (24), warga ber KTP Br. Dinas Banyubiru, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, memberikan keterangan dan laporan palsu ke polisi menjadi korban begal.

Dirinya nekat membuat laporan palsu tersebut supaya tidak dimarahi oleh orang tuanya karena ada masalah pribadi.

“Saya buat laporan palsu supaya orang tua saya tidak marah kepada saya. Karena ada masalah pribadi,” ungkap pelaku saat diperiksa secara intensif oleh penyidik, Buleleng, (10/6).

Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP. Vicky Tri Haryanto, S.H., S.I.K., M.H., atas seizin Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, S.I.K., M. H. Dikonfirmasi Via Telepon membenarkan pengungkapan laporan palsu tentang kejadian pembegalan di desa Gitgit-Sukasada-Buleleng. Sabtu, (18/7).

Pelaku yang masih berstatus mahasiswi kesehatan ini, mengaku membuat laporan palsu atas keinginannya sendiri.

“Idenya dari saya sendiri karena panik, sehabis jalan-jalan ke pantai kedonganan dan minum-minuman keras jenis Tuak sampai pelaku tertidur dipinggir pantai,” kata dia.

Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP. Vicky Tri Haryanto, S.H., S.I.K., M.H. atas seiizin Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, S.I.K., M. H. mengatakan, Leti Fuji Lestari melaporkan telah dibegal saat perjalanan dari Denpasar menuju Singaraja, sesampainya di KM13 Br. Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kec. Sukasada, Hari senin pada 13 Juli 2020 pada pukul 14.30 wita.

Setelah dilakukan penyelidikan, tim gabungan Satreskrim Polres Buleleng menemukan kejanggalan terhadap keterangan Leti Fuji Lestari.

“Senin, (13/7/2020) pukul 14.30 WIB korban mengaku kalau laporan yang dibuat di Polsek Sukasada adalah palsu dan tidak benar atas kejadian tersebut,” terang AKP. Vicky Tri Haryanto, S.H., S.I.K., M.H.

“Laporan palsu di tengah pandemi ini baru pertama kalinya dilakukan korban. Di mana momen seperti ini digunakan korban untuk keuntungan sendiri,” jelas AKP. Vicky Tri Haryanto, S.H., S.I.K., M.H.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 242 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara dan atau Pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman penjara satu tahun empat bulan. (rls/pol)

Share :

Baca Juga

Video pengeroyokan anak band di bekasi. Foto/IG Warung Jurnalis

NUSANTARA

Personel Band Dikeroyok 5 Sekuriti di Bekasi
Olahan unik tape pisang. Foto/Ist

KULINER

UMKM Lumajang Hadirkan Olahan Unik Tape Pisang
Banjir masih menjadi ancaman besar di wilayah Kalimantan Selatan, bahkan masuk dalam zona merah. Foto/Media Indonesia

NASIONAL

Banjir Juga Terjang Kalimantan Utara
Warga melintas di dekat spanduk pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok nomor urut 1 Pradi Supriatna-Afifah. Foto/MI

NUSANTARA

Depok Masuk Zona Merah Covid Lagi
Ilustrasi--Seorang pria membawa kotak suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Manado, Sulawesi Utara. Foto/Antara

NUSANTARA

Bupati dan Wali Kota Terpilih di Jatim Tunda Dilantik
Polda Kalsel evakuasi warga korban banjir. Foto/Polri

NASIONAL

10 Daerah Kalsel Terdampak Banjir, Pengungsi Tembus 100 Ribu
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto/Ist

NASIONAL

Jawa Barat Butuh 72 Juta Vaksin Covid
Kantor desa Cempaka. Foto/Ist

NASIONAL

Kantor Desa Mirip Istana Negara Jadi Viral