Home / TOPAD

Minggu, 20 Desember 2020 - 13:42 WIB

Covid-19 Ulang Tahun, Pesan Natal 20 dan Awas 21!

COVID-19 telah merubah banyak hal, di antaranya terkait peribadatan dan sebentar lagi perayaan Natal 20 yang akan dilakukan dengan cara virtual, dan kemungkinan ulang tahun Covid-19 akan menyusul. Berkumpul di gedung atau bukan, bukan menjadi penentu, Tuhan lebih menekankan aspek pemahaman dan bagaimana umat manusia mengimplementasikan ajaran-NYA dalam kehidupan sehari-hari. Hidup di dalam kasih, keadilan, kebenaran, kerelaan berkorban yang sesungguhnya. Sebaliknya, Tuhan tidak menyukai hidup dalam keserakahan, kepalsuan dan  kesewenang-wenangan.

Di balik Covid-19, ada pesan terselubung dari Sang Pencipta kepada umat manusia, bahwa kebahagiaan itu bukan karena memiliki duniawi yang lebih banyak, namun perilaku umat yang bermanfaat bagi sesama. Masa pandemi Covid-19 ini, menjadi tonggak, momentum bagi seluruh umat, khususnya umat Kristiani yang akan  merayakan Natal 20, agar peka melihat tanda-tanda zaman, mampu memahami, menerima dan memaklumi keadaan, adaptif dan meneladani kehidupan dan pekerjaan Tuhan, bersikap rendah hati, mengabdi dan kesediaan berkorban, turut ambil bagian dalam menyejahterakan seluruh umat manusia. Bekerja dan memberi pengaruh untuk kehidupan manusia dengan penuh kesederhanaan, kearifan dan kerendahan hati. Menjadi teladan dalam setiap tindakan dan menjadikan nilai-nilai positif di atas menjadi gaya keseharian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan juga bernegara.

Suka tidak suka, Covid-19 memaksa umat manusia untuk tidak selalu menempatkan dan menonjolkan kekayaan, jabatan, kekuasaan dan keistimewaan yang dimilikinya untuk menjadi tujuan utama dan faktor utama  untuk mencapai hidup bahagia. Di masa Covid-19 ini terbukti bahwa harta duniawi yang melimpah, seolah tidak ada artinya, karena pemanfaatannya terbatas, malah sebaliknya membuat  pemiliknya cemas dan takut, karena Covid-19 dapat menghentikan seketika langkah dan rencana pemiliknya untuk dapat menikmati lebih lanjut. Covid-19 meyakinkan manusia bahwa harta yang melimpah, tidak berarti, jika tidak disertai sesama. Perilaku yang menyuburkan gab antar lapisan sosial, kelompok dan golongan yang semakin melebar, di masa Covid-19 ini, didekatkan kembali, karena Tuhan tidak mengiginkan adanya gab, keistimewaan, dan pembedaan, karena semua umat sama di hadapan Tuhan.

Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang (bdk. Yohanes 15:14-15).

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya (Yohannes 15.13).

Perubahan besar yang telah berakumulasi dalam waktu lama, baik sebelum dan pada masa Covid-19, harus menjadi momentum pemulihan, kembali mengamalkan kebaikan yang bermanfaat bagi semua pihak . Karena Anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi  tebusan bagi banyak orang. (Markus 10:43-45)

Perayaan Natal 20 di masa Covid-19 ini,  kiranya menjadi momentum, mengamalkan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan Tuhan, diterjemahkan dan diaplikasikan ke dalam perilaku dan perbuatan nyata di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Perayaan Natal 20 tidak hanya formalitas perayaan semata, sekadar mengingat peristiwa sekitar 2.000 tahun yang lalu, namun harus menjadi tonggak, momentum perubahan ke arah yang lebih baik, persiapan menuju masa depan yang lebih baik. Menyempurnakan perubahan ke arah yang lebih baik, kehidupan baru yang penuh dengan harapan dan kebersamaan, memberi manfaat terhadap sesama.

Mengacu ke WHO, tanggal 31 Desember 2020 , genap setahun usia Covid-19. Memasuki tahun baru, sedikit kemungkinan bahwa Covid-19, tidak turut menyeberang ke tahun yang baru, 1 Januari 2021. Mari kita siapkan hati dan pikiran kita, yang tinggal hitungan hari akan memasuki tahun baru 2021. Tantangan berat sudah menanti dan harus siap mengevaluasi dan memperbaharui diri, menyusun langkah  yang lebih  tepat dan bekerja lebih keras lagi. Merubah perilaku ke arah yang lebih baik dengan nilai-nilai yang sudah dikemukakan di atas. Tahun 2021 akan menjadi pertaruhan yang lebih berat dan lebih serius. Dengan stamina yang sudah terkuras, tekanan ekonomi yang semakin menekan, dikepung covid-19 yang sama, bahkan bisa lebih dahsyat, jika sikap kita masih setengah-setengah untuk menghentikan penyebarannya. Awas, tahun 2021 akan lebih berbahaya, lebih menyeramkan, jika kita tidak bisa membendung laju penyebaran covid-19. Di kuartal-II yang lalu di tahun 2020 ini, pernah pemerintah mengumumkan dan ditambah perkiraan banyak ahli dan kelompok ketika itu, diumumkan ke publik bahwa Covid-19 akan mereda di bulan Juli 2020 lalu, namun kenyataannya, tanggal 31 Desember 2020, Covid-19 akan berulang tahun yang pertama. Pengalaman tahun ini, dapat menjadi acuan yang berharga bagi kita memasuki tahun 2021. Potensi Covid-19 akan berulang tahun ke II akan terbuka, jika sikap kita tidak mengalami perubahan yang signifikan. Tuntutan melakukan “lompatan besar”, oleh  Presiden Joko Widodo, yang disampaikan dalam pidato kenegaraan, tanggal 17 Agustus 2020, menjadi keharusan, tidak ada waktu dan alasan untuk menunda.

Pada hari terakhir itu kelak, Dialah yang  berkata: “Lihatlah, Aku telah menjadikan segala sesuatu baru!” (Wahyu 21:5)

Share :

Baca Juga

Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa.id

TOPAD

Menanti Perubahan
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Momentum “Polri Terbarukan”, Sahabat Rakyat, Mandiri dan Profesional
Parluhutan (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa).

TOPAD

Bersama Polri dan TNI Tindak Tegas Para Perusuh Bangsa
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Congkak & Takabur Dengan Agama Yang Dianutnya
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa/Radhea Heqamudisa

TOPAD

Khayalan Atau Nyata, Negara Super Power?
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Mengulang Sejarah, Polri Dekat dan Dicintai Rakyat
Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (PUSATNUSA) Parluhutan S. SE.Ak, M.Ak, CA, CMA atau Topad memberikan arahan kepada para relawan muda dalam mengembangkan sistem pasar digital untuk para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), di Gedung Gorga, Jakarta, Senin (3/8). (Foto: Radhea Heqamudisa/Beritanusa.id)

TOPAD

Buah Toleransi, Mengasyikkan
Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (PUSATNUSA) Parluhutan S. SE.Ak, M.Ak, CA, CMA atau Topad memberikan arahan kepada para relawan muda dalam mengembangkan sistem pasar digital untuk para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), di Gedung Gorga, Jakarta, Senin (3/8). (Foto: Radhea Heqamudisa/Beritanusa.id)

TOPAD

Langgengkan Persaudaraan, Leluhur Tersenyum