Home / NASIONAL

Selasa, 8 September 2020 - 09:23 WIB

Covid Terus Melonjak, RS di Indonesia Terancam Kolaps

Ilustrasi pasien Covid-19 di Wuhan , China. Foto/Ist

Ilustrasi pasien Covid-19 di Wuhan , China. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Penambahan kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia dalam dua pekan terakhir telah menembus angka 3.000 per hari. Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat 3.444 kasus baru ditemukan pada Minggu (6/9).

Angka ini meningkat dari sehari sebelumnya, dimana ditemukan 3.128 kasus baru corona, Sabtu (5/9). Dan dua hari sebelumnya, 3.269 kasus baru pada Jumat (4/9). Penambahan kasus itu dibarengi dengan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit yang meningkat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengakui kapasitas tempat tidur di RS mengalami peningkatan dari semula di bawah 40 persen, sekarang lebih dari 40 persen.

Salah satu daerah yang tingkat keterisian tempat tidur isolasinya meningkat cukup pesat adalah DKI Jakarta. Padahal, kata Doni, tingkat keterisian tempat tidur isolasi RS rujukan di Jakarta sempat menurun pada periode Mei-Juni.

Epidemiolog dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina mengingatkan pemerintah bahwa kasus corona bisa tidak terkendali jika tak ada perubahan pada upaya mitigasi wabah.

Dia menjelaskan kondisi ini disebut surge capacity, dimana jumlah kasus melampaui batas kapasitas kemampuan layanan kesehatan yang dimiliki pemerintah. Untuk mencegah surge capacity, kasus yang perlu dirawat tidak boleh lebih dari 20 persen batas kapasitas layanan kesehatan.

“Kalau pengendalian kita tetap seperti ini, sangat besar kemungkinan kita bisa surge capacity. Karena apa? Enam bulan ini kita seperti tidak melakukan apa-apa,” katanya dikutip CNN Indonesia, Senin (7/9).

Menurut Masdalina, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sejauh ini belum bekerja maksimal.

Salah satu indikasinya, kata dia, tak sedikit kepala dinas kesehatan di daerah yang hanya bertugas sebagai juru bicara perkembangan kasus Covid-19. Padahal, menurutnya, kepala dinkes akan lebih berguna jika dikerahkan sebagai Wakil Ketua Satuan Tugas.

Namun, terlepas dari kerja Satgas yang dianggap belum maksimal, Masdalina mengingatkan layanan kesehatan agar berani memutuskan kondisi kasus yang bisa diisolasi mandiri dengan yang memerlukan perawatan.

Menurutnya, kasus yang perlu dirawat hanya yang memiliki gejala sedang, berat dan kritis. Pengambilan keputusan tersebut bisa berguna untuk mencegah surge capacity.

“Yang (gejala) ringan ini tidak butuh bantuan obat, tapi dengan upaya peningkatan daya tahan tubuh. Kalau sedang, butuh bantuan obat. Kalau berat butuh bantuan alat seperti oksigen, ventilator. Kalau kritis yang membutuhkan ICU,” jelasnya. (cnn/idn)

Sumber: CNN Indonesia

Share :

Baca Juga

Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad. Foto/TNI

NASIONAL

TNI: Perang Saat Ini Adalah Peperangan Informasi Media Sosial
Petugas membongkar atribut-atribut saat melakukan penutupan markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

PPATK Temukan Transaksi Luar Negeri dari Rekening FPI
Kepulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab disambut massa pendukungnya. Foto/AFP

NASIONAL

Rizieq Shihab Resmi Tersangka Kasus Kerumunan Petamburan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Foto/Ist

NASIONAL

Nadiem: Tak Ada Batasan Usia Guru Honorer Ikut Seleksi PPPK
Presiden Joko Widodo membuka Inovasi Indonesia Expo 2020 secara virtual sebagaimana ditayangkan dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa, 10 November 2020. Foto/BPMI

NASIONAL

Presiden Jokowi Juga Lantik Kepala BNN dan BRG
Ilustrasi Covid-19 di Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

Update Corona 18 Desember: Tambah 6.689, Positif 650.197
Ilustrasi vaksin Covid. Foto/Ist

NASIONAL

Enam Kelompok Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid Tahap Awal
Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta memberikan sambutan di ruangan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2020). Foto/Kompascom

NASIONAL

ASN DKI Diminta Masuk Saat Cuti Bersama 12 Maret