Home / NASIONAL

Selasa, 26 Januari 2021 - 18:34 WIB

Daftar Aturan Perjalanan Selama PPKM Jawa-Bali Jilid II

Ilustrasi -- Calon penumpang yang akan bepergian menjalani pemeriksaan dokumen kesehatan di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tagerang, Banten, Minggu. Foto/MI

Ilustrasi -- Calon penumpang yang akan bepergian menjalani pemeriksaan dokumen kesehatan di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tagerang, Banten, Minggu. Foto/MI

JAKARTA, BERITANUSA.id – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memperbarui protokol perjalanan di dalam dan ke luar negeri. Aturan berlaku selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 26 Januari-8 Februari 2021.

Protokol perjalanan di dalam negeri dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2021. Adapun protokol perjalanan luar negeri diatur dalam Surat Edaran Nomor 6 Tabun 2021.

Secara umum, protokol yang diterapkan adalah memakai masker, tidak bicara selama perjalanan, dan tidak makan selama perjalanan. Pelaku perjalanan juga wajib menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19.

Berikut rangkumkan protokol perjalanan dalam dan luar negeri selama PPKM Jawa-Bali jilid II:

1. Perjalanan di Bali

Pelaku perjalanan via Bali wajib menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19. Hasil tes RT-PCR berlaku jika pengambilan sampel maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan. Sementara rapid test antigen berlaku jika sampel diambil maksimal 1×24 jam sebelum berangkat.

Pengguna transportasi darat dan laut juga diwajibkan menunjukkan tes negatif Covid-19. Rapid test antigen dan RT-PCR berlaku selama 3×24 jam setelah pengambilan sampel.

Setiap pelaku perjalanan ke Pulau Bali juga wajib mengisi aplikasi e-HAC Indonesia.

2. Perjalanan di Jawa

Satgas Penanganan Covid-19 Daerah akan melakukan tes acak menggunakan rapid test antigen terhadap pengguna transportasi umum darat. Pelaku perjalanan darat juga diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen maksimal 3×24 jam sebelum berangkat.

Pelaku perjalanan udara diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif Covd-19. RT-PCR berlaku maksimal 3×24 jam dari pengambilan sampel, sedangkan rapid test antigen berlaku maksimal 2×24 jam.

Pengguna transportasi laut dan kereta api harus menunjukkan keterangan negatif Covid-19. Baik RT-PCR maupun rapid test antigen berlaku selama 3×24 jam dari waktu pengambilan sampel. Khusus penumpang kereta api jarak jauh, diperbolehkan tes menggunakan GeNose.

Anak di bawah usia 12 tahun tidak wajib untuk tes RT-PCR atau rapid test antigen sebelum perjalanan.

Pengguna transportasi darat atau laut yang melakukan perjalanan dalam satu aglomerasi perkotaan tidak wajib menunjukkan surat hasil tes Covid-19. Sebagai gantinya, Satgas Penanganan Covid-19 akan menggelar tes acak.

Setiap pelaku perjalanan ke dan di dalam Pulau Jawa wajib mengisi e-HAC Indonesia. Aturan ini tidak berlaku bagi pengguna moda kereta api.

3. Daerah Selain Jawa-Bali

Pelaku perjalanan via darat, laut, dan udara ke daerah selain Jawa-Bali wajib menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19. Tes RT-PCR dan rapid test antigen berlaku 3×24 jam setelah pengambilan sampel.

Pelaku perjalanan di luar Jawa-Bali juga wajib mengisi aplikasi e-HAC. Aturan ini tidak berlaku bagi pengguna kereta api.

Meski sudah mengantongi hasil tes, pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan jika menunjukkan gejala Covid-19. Mereka wajib menjalani tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri hingga hasil tes keluar.

4. Dari Luar Negeri

Indonesia menutup kedatangan maupun transit warga negara asing. Aturan itu dikecualikan bagi WNA pemegang visa diplomatik atau visa dinas terkait kunjungan pejabat setingkat menteri ke atas.

Pelarangan masuk juga tidak berlaku bagi WNA yang memegang Kitas, Kitap, dan izin khusus secara tertulis dari kementerian/lembaga.

Baik WNI ataupun WNA wajib menunjukkan hasil tes RT-PCR dari negara asal. Mereka juga wajib mengikuti tes RT-PCR setibanya di Indonesia.

WNI dan WNA diwajibkan isolasi selama 5 hari. WNI diisolasi di tempat yang disediakan pemerintah. Sementara WNA harus isolasi di tempat akomodasi karantina dengan biaya sendiri.

Jika hasil RT-PCR di Indonesia menunjukkan hasil positif, maka baik WNI ataupun WNA wajib dirawat di rumah sakit. WNI akan dibiayai pemerintah, sedangkan WNA menanggung biaya sendiri.

Jika mereka negatif Covid-19, maka dipersilakan melanjutkan perjalanan.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Tangkapan layar Kemenpzrekraf.

NASIONAL

Konten Animasi untuk Optimalkan Pariwisata Daerah
Ilustrasi belajar online. Foto/Detik

NASIONAL

Program Kuota Gratis Kemendikbud Pembohongan Publik
Ketua KAMI Ahmad Yani. Foto/Ist

NASIONAL

Hari Ini, Bareskrim Polri Periksa Ketua KAMI Ahmad Yani
Kantor KPK. Foto/Tirto

NASIONAL

KPK Sita 5 Mobil dan Uang Rp16 Miliar Kasus Benur Edhy Prabowo
Ilustrasi program Kartu Prakerja. Ist

NASIONAL

Cara Daftar dan Tips Agar Lolos Kartu Prakerja Gelombang 10
Kasus positif virus corona di Indonesia. Foto/MI/Andri Widyanto

NASIONAL

Update Corona: Bertambah 3.535, Kasus Positif Jadi 470.648 Orang
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto/Antara

NASIONAL

Moeldoko Resmi Jadi Ketum Demokrat Versi KLB
Foto: Istimewa

NASIONAL

Kemhan Siapkan SDM Unggul Untuk Bangun Kekuatan Nirmiliter