Home / NASIONAL

Jumat, 27 November 2020 - 16:22 WIB

Demo Papua Merdeka: 2 Polisi Terluka, 36 Orang Ditangkap

Ilustrasi: Massa demo di Monas, Depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (28/8). Foto/MI/Saskia Anindya Putri

Ilustrasi: Massa demo di Monas, Depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (28/8). Foto/MI/Saskia Anindya Putri

JAKARTA, BERITANUSA.id – Dua anggota Brimob Polda Papua Barat terluka akibat terkena lemparan batu saat membubarkan aksi demo yang menuntut kemerdekaan Papua di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Jumat (27/11).

Dikutip dari Antara, kericuhan berawal saat ratusan massa yang melakukan unjuk rasa dengan mengibarkan bendera bintang kejora dibubarkan oleh aparat kepolisian.

Massa yang tidak terima dibubarkan langsung melempar aparat kepolisian dengan batu dan botol sehingga massa dipukul mundur dengan tembakan gas air mata.

Massa yang dipukul mundur semakin brutal dan terus melempar aparat kepolisian dengan batu dan botol. Massa juga menembakkan kembang api ke arah aparat kepolisian.

Massa aksi berteriak-teriak ‘Papua Merdeka’ sambil melempar batu ke arah aparat kepolisian.

Terlihat ada lima orang dari massa aksi yang diamankan polisi dan dibawa ke kantor Polres Sorong Kota.

Sementara dua anggota Brimob yang terluka itu telah dibawa ke rumah sakit.

Dari demo tersebut, Polda Polda Papua Barat telah menangkap 36 orang di wilayah Manokwari dan Sorong Kota.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi menyatakan orang-orang yang diamankan tersebut tengah diminta keterangan oleh kepolisian.

“Polres Manokwari di-backup Brimob Polda Papua Barat sudah mengamankan dan mengambil keterangan,” kata Erwindi dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (27/11).

Dia menjelaskan bahwa unjuk rasa yang dilakukan tersebut tidak melayangkan pemberitahuan kepada aparat kepolisian. Oleh karena itu, polisi mengklaim berwenang membubarkan aksi tersebut.

Selain itu, kata dia, unjuk rasa tersebut dinilai telah mengganggu ketertiban umum dan menghalangi jalanan sehingga membuat pengguna jalan lain tak bisa melintas.

“Materi demo pun melanggar Pasal 6 UU Nomor 9 Tahun 1998,” kata dia melanjutkan.

Sesuai ketentuan pasal tersebut mengatur bahwa dalam menyampaikan pendapatnya, warga harus menghormati hak dan kebebasan orang lain, menghormati aturan moral, dan menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Dia meminta agar pihak yang melakukan aksi unjuk rasa dapat memperhatikan situasi keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan agar setiap aksi penyampaian aspirasi dapat sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam undang-undang.

“Jika tidak sesuai di atas maka polisi sesuai amanat undang-undang berkewajiban untuk membubarkan,” ucap dia.

(ant/cnn/heq)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto/Ist

NASIONAL

Update Kasus Corona 18 September: 236.519 Positif, 170.774 Sembuh
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Foto/MI

NASIONAL

Menteri Edhy Terjaring OTT KPK, Dugaan Korupsi Ekspor Benur
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto/Setpres

NASIONAL

Vaksinasi 1,6 Juta Nakes Ditargetkan Selesai Februari
Rapat paripurna DPR RI. Foto/Ist

NASIONAL

Usai Sahkan RUU Cipta Kerja, DPR RI Masuki Masa Reses
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Foto/Antara

NASIONAL

Menhub Usulkan Pramugari hingga Sopir Dapat Prioritas Vaksin
Pekerja membersihkan kaca gedung berlogo Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Selasa (24/5). Foto: Media Indonesia/Ramdani

NASIONAL

Terdakwa Jiwasraya Tetap Vonis Seumur Hidup
Petugas kargo pesawat menurunkan satu koli vaksin covid-19 Sinovac tahap I di Bandara El Tari Kupang, Kota Kupang, NTT Selasa (5/1). Foto/ANTARA FOTO

NASIONAL

130 Ribu Vaksin AstraZeneca Disiapkan untuk Prajurit TNI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Antara

NASIONAL

Anies Perpanjang PSBB Transisi hingga 17 Januari