Home / GLOBAL

Kamis, 3 Desember 2020 - 14:24 WIB

Deretan Negara yang Gratiskan Vaksin Corona bagi Warga

Vaksin Sputnik V produksi Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology Rusia. Foto/AFP

Vaksin Sputnik V produksi Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology Rusia. Foto/AFP

JAKARTA, BERITANUSA.id – Sejumlah negara di dunia mulai menyusun rencana vaksinasi massal Covid-19. Selain Inggris dan Rusia yang mulai pekan depan akan mulai memvaksinasi, sejumlah negara seperti Jepang dan Hong Kong juga berencana melakukan hal serupa.

Inggris telah menyetujui vaksin dari Pfizer/BioNTech, sementara Rusia telah memproduksi hampir dua juta dosis vaksin Sputnik V.

Bila Inggris belum mengumumkan apakah akan menggratiskan vaksin, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa vaksinasi akan tersedia gratis bagi seluruh warga Rusia. Proses penyuntikan sendiri akan dilakukan secara sukarela.

Berikut empat negara, termasuk Jepang, Hong Kong, Belgia, dan Arab Saudi yang berencana menggratiskan vaksin Covid-19 bagi warganya.

Jepang

Jepang telah menyatakan akan memberikan vaksin Covid-19 secara gratis kepada seluruh penduduknya. Keputusan itu sesuai dengan undang-undang yang disetujui oleh Majelis Tinggi pada Rabu (2/12) setelah mendapatkan persetujuan di Majelis Rendah.

Dilansir Japan Times, UU itu memuat ketentuan yang mewajibkan setiap warga negara untuk turut serta dalam upaya vaksinasi virus corona. Tapi ketentuan tersebut tidak akan berlaku kecuali efektivitas dan keamanan vaksin telah dikonfirmasi sepenuhnya.

Perdana Menteri Yoshihide Suga berjanji akan memasok dosis vaksin yang cukup untuk rakyatnya pada paruh pertama 2021. Tapi UU yang direvisi tersebut tidak menjelaskan apakah ketentuan ini juga akan mencakup warga asing yang berada di sana.

Keputusan itu muncul ketika gelombang baru infeksi Covid-19 kembali muncul di berbagai daerah di Jepang. Hal itu memaksa Suga menangguhkan sebagian kampanye “Go to Travel” guna menopang beban ekonomi regional.

Persetujuan tersebut juga muncul setelah Inggris menyetujui vaksin yang dikembangkan bersama oleh perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer, dan BioNTech Jerman.

Sejauh ini, pemerintah Jepang telah menyelesaikan kontrak dengan tiga produsen obat AS dan Inggris untuk mengamankan pasokan vaksin Covid-19 bagi lebih dari 145 jutawarganya. Pekerja medis dan orang tua masuk dalam daftar prioritas orang yang lebih dulu disuntikkan vaksin.

Hong Kong

BACA JUGA:  Anggaran Vaksin Rp73 T untuk Investasi Masa Depan RI

Selain Jepang, Hong Kong pun berencana untuk menggratiskan vaksin virus corona bagi semua penduduknya. Hal itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Sophia Chan pada Rabu (2/11) saat Hong Kong tengah memerangi gelombang keempat infeksi Covid-19.

Lembaga penyiaran publik RTHK, seperti mengutip Strait Times, melaporkan Chan kepada Dewan Legislatif mengatakan bahwa vaksin pertama akan ditawarkan kepada 3 juta orang yang dianggap rentan atau paling berisiko terpapar virus corona, termasuk petugas medis, pasien dengan penyakit kronis, dan orang tua. Pemberian vaksin bersifat sukarela.

Pemerintah Hong Kong telah mengalokasikan HK$10 juta untuk mempromosikan dan mengedukasi warganya tentang program tersebut.

Menurut RTHK, regulator pemerintah akan memprioritaskan pendaftaran vaksin Covid-19 jika sudah tersedia.

“Kami akan mempercepat prosedur pemeriksaan sambil memastikan keamanan, kemanjuran, dan kualitas vaksin… Pihak berwenang akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memungkinkan penggunaan vaksin apa pun yang terbukti aman dan efektif,” kata Chan.

“Kami tidak akan mengesampingkan penerapan undang-undang darurat ketika perlu,” lanjutnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa pemerintah berencana membeli dua dosis vaksin Covid-19 untuk setiap penduduk, dan vaksin tersebut akan datang dari setidaknya dua produsen berbeda.

Belgia

Pada pertengahan November, pemerintah Belgia mengungkap rencana untuk menggratiskan vaksin Covid-19 bagi sekitar 70 persen penduduk atau sekitar 8 juta orang. Belgia memiliki populasi 11,5 juta.

Menteri Kesehatan Belgia Frank Vandenbroucke mengatakan pemerintah pusat dan regional telah membuat konferensi kesehatan antar kementerian dan memutuskan untuk tidak mewajibkan vaksin.

“Tujuannya untuk memvaksinasi setidaknya 70 persen dari populasi. Kelompok prioritas akan ditentukan berdasarkan opini ilmiah dan debat sosial. Vaksinasi gratis untuk setiap warga negara yang menerimanya,” kata Vandenbroucke seperti mengutip AFP.

Belgia mengharapkan vaksin pertama akan mulai diberikan pada awal tahun depan.Sebelumnya negara tersebut telah menandatangani kontrak dengan perusahaan farmasi Jerman, CureVac untuk pemesanan vaksin Covid-19.

Kantor berita nasional Belgia melaporkan, sejauh ini Brussel telah mendaftar sebagai pemesan 7,7 juta dosis vaksin AstraZeneca dan 5,5 juta vaksin buatan Johnson & Johnson.

BACA JUGA:  Arab Saudi Imbau Jemaah Suntik Vaksin Sebelum Umrah

Badan Obat-obatan Eropa menyatakan distribusi vaksin corona di negara-negara Uni Eropa hanya akan dilanjutkan setelah dianggap aman dan efektif.

Arab Saudi

Menyusul Belgia, Pada akhir November, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga berencana menggratiskan vaksin virus corona bagi 70 persen penduduk dan warga asing yang belum terinfeksi.

Pemerintah Saudi berharap proses suntik vaksinasi akan mencapai target pada akhir 2021.

“Mereka yang belum dinyatakan positif Covid-19 akan diberi prioritas vaksinasi dalam beberapa bulan mendatang,” kata Direktur Jenderal Pencegahan Penyakit Kemenkes Saudi, dr. Abdullah Asiri, seperti dilansirArab News, Selasa (24/11).

Akan tetapi, batas terendah usia yang boleh melakukan vaksinasi adalah 16 tahun. Untuk kalangan di bawah usia itu harus menjalani pemeriksaan terlebih dulu untuk memastikan apakah mereka memerlukan vaksinasi.

Asiri mengatakan pemerintah akan mengumumkan secara langsung jadwal kedatangan vaksin virus corona dalam beberapa pekan mendatang.

“Kerajaan akan berupaya menempuh dua jalur untuk mendapatkan vaksin, yaitu melalui COVAX, di mana G20 berperan dalam pembentukannya dan pendanaan,” ujar Asiri.

“Arab Saudi akan mendapatkan vaksin dalam jumlah besar melalui fasilitas itu, dan kedua adalah mengontak langsung para perusahaan farmasi besar untuk menutupi jumlah yang tidak bisa diberikan oleh COVAX,” lanjut Asiri.

COVAX adalah sebuah bentuk perkumpulan di tingkat dunia yang bertujuan untuk bekerja sama dengan para perusahaan pembuat vaksin untuk bisa menyediakan vaksin Covid-19 yang aman, efektif, serta mendapat lisensi dan persetujuan, bagi seluruh negara di dunia.

“Maka dari itu, vaksin yang akan didapatkan tahun ini mungkin jumlahnya tidak banyak dan akan berdampak terhadap proyeksi pandemi yang diperkirakan masih akan terjadi sebelum pertengahan 2021,” lanjut Asiri.

Asisten Juru Bicara Menteri Kesehatan Saudi, dr. Muhammad Al-Abd Al-Aly, mengatakan mereka hanya akan menyediakan vaksin Covid-19 yang terbukti efektif melawan virus, tidak mempunyai efek samping dan disetujui oleh lembaga yang berwenang menerbitkan lisensi.

(afp/cnn/jap)

Share :

Baca Juga

Aksi demonstrasi menentang kudeta militer Myanmar di Yangon. Foto/AFP

GLOBAL

Pedemo Myanmar Serukan Mogok Besar-besaran Tolak Kudeta
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melakukan kunjungan kerja dengan mitranya di Inggris, Menlu Dominic Raab. Foto/Ist

GLOBAL

Indonesia-Inggris Bahas Soal Kerja Sama Vaksin Covid
Presiden AS Joe Biden. Foto/AFP

GLOBAL

Biden Kembali Terapkan Larangan Masuk ke AS
Suasana lockdown di Amerika Serikat. Foto/AFP

GLOBAL

Varian Baru Corona Sudah Masuk ke AS
Pemerintah Selandia Baru masih mempertimbangkan apakah bakal memperpanjang penguncian wilayah (lockdown) di Auckland, setelah jumlah kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) bertambah. Foto/AAP/Daniel Pockett

GLOBAL

Kasus Covid Bertambah, Selandia Baru Bakal Perpanjang Lockdown
Joe Biden dan Kamala Harris resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat, Rabu (20/1). Foto/Reuters

GLOBAL

Joe Biden-Harris Resmi Jadi Presiden dan Wapres AS
Wisata bahari di pulau-pulau kecil. Foto/Ist

GLOBAL

Indonesia Ingin Jadi Pionir Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Ilustrasi Covid-19 di dunia. Foto/AFP

GLOBAL

WHO: 2022 Kehidupan Akan Kembali Normal