Home / GLOBAL

Rabu, 30 September 2020 - 07:01 WIB

Desakan Erdogan Agar Armenia Segera Tarik Pasukan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/Ist

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/Ist

ISTANBUL, BERITANUSA.id – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Armenia segera menarik diri dari Nagorny-Karabakh. Seruan itu dilontarkan Erdogan setelah bentrokan mematikan pecah di sepanjang perbatasan wilayah Azerbaijan yang memisahkan diri itu.

“Waktunya untuk mengakhiri krisis di kawasan, yang dimulai dengan pendudukan Nagorny Karabakh,” kata Erdogan, Senin (28/9) seperti dikutip dari AFP.

Menurut dia, kawasan itu akan kembali damai setelah Armenia angkat kaki dari wilayah yang didudukinya.

Armenia dan Azerbaijan terlibat dalam sengketa wilayah Nagorny-Karabakh selama beberapa dekade. Mereka berperang pada awal 1990-an yang merenggut 30 ribu nyawa. Turki mendukung Azerbaijan dan secara historis memiliki hubungan buruk dengan Armenia.

Erdogan menyalahkan Armenia karena memulai eskalasi baru. Dia menuduh Amerika Serikat, Rusia serta Prancis yang tergabung dalam “Grup Minsk” gagal menangani konflik tersebut.

“Mereka tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut,” kata Erdogan. “Sekarang Azerbaijan harus mengatasi sendiri masalah ini.”

Nagorny-Karabakh merupakan bagian wilayah Azerbaijan yang dihuni oleh mayoritas etnis Armenia. Sejarah konflik dua pihak yang berada di wilayah Kaukasus ini sudah terjadi sejak perang Nagorno-Karabakh pada 1980 hingga 1994.

Usai keruntuhan Uni Soviet, wilayah ini memproklamasikan kemerdekaannya pada 1991. Namun, itu tak diakui dunia internasional. Referendum kemudian dilakukan pada 2017 dengan mayoritas mendorong kemerdekaan.

Negara-negara besar pun kembali tak mengakui hasilnya. Hanya kepada Armenia Karabakh bergantung.

Perundingan berlarut-larut yang dimediasi negara-negara besar hingga kini tetap tak menemui hasil signifikan. Gencatan senjata antara Karabakh dengan Azerbeijan terakhir terjadi pada 1994.

Sementara itu korban tewas perang terbaru antara Armenia dengan Azerbaijan terus bertambah. Kementerian Pertahanan Karabakh pada Senin malam mengatakan sedikitnya 26 tentara mereka tewas, sehingga totalnya 84.

Jumlah korban tewas secara keseluruhan meningkat menjadi 95, termasuk 11 warga sipil, sembilan di Azerbaijan dan dua di pihak Armenia.

Sumber: CNN Indonesia

Share :

Baca Juga

Ekonomi Singapura masuk dalam resesi pada kuartal terakhir seiring dengan terpukulnya bisnis dan belanja ritel akibat perpanjangan karantina wilayah alias lockdown. (Foto: MSN)

EKONOMI

Akibat Pandemi Virus Corona, Singapura Masuk Resesi
Bill Gates dan sang ayah. Foto/AFP

GLOBAL

Bill Gates Sr. Meninggal Dunia
Hujan salju di Arab Saudi. Foto/IstimewaHujan salju di Arab Saudi. Foto/Istimewa

GLOBAL

Hujan Salju Selimuti Arab Saudi
Foto: Istimewa

GLOBAL

Palestina Kecam Keras Google-Apple
Ilustrasi kapal perang. Foto/AFP

GLOBAL

Kapal Israel Diserang Saat Lintasi Teluk Oman
Indonesia menjadi Dewan Keamanan PBB. Ist

GLOBAL

Catatan Positif Presidensi RI di DK PBB
Ilustrasi vaksin virus Covid-19. Foto/IstIlustrasi vaksin virus Covid-19. Foto/Ist

GLOBAL

Inggris Hargai Vaksin Corona di Bawah Rp175 Ribu
Pemerintah Australia meningkatkan kewaspadaan setelah lima orang terdeteksi mengidap infeksi mutasi virus corona (Covid-19) dari Rusia. Foto/AP

GLOBAL

Australia Waspadai Mutasi Corona dari Rusia