Home / Uncategorized

Jumat, 5 Maret 2021 - 07:08 WIB

Diet yang Tepat untuk Orang dengan Obesitas

ILustrasi diet. Foto/Istimewa

ILustrasi diet. Foto/Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Obesitas yang terus dibiarkan dapat berujung pada penyakit kronis. Orang dengan obesitas direkomendasikan untuk mengembalikan berat badan ideal dengan perubahan gaya hidup sehat, salah satunya diet yang tepat untuk menurunkan berat badan.

Diet yang tepat untuk orang dengan diabetes adalah diet yang menggunakan prinsip gizi seimbang.

“Diet yang tepat harus memperhatikan prinsip gizi seimbang,” kata ahli gizi Mochammad Rizal dalam keterangannya, Kamis (4/3), saat memperingati Hari Obesitas Sedunia.

Prinsip gizi seimbang mengedepankan kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh seseorang setiap hari. Rizal menjelaskan, prinsip gizi seimbang memperhatikan tiga hal, yakni pertama kuantitas atau jumlah porsi yang dimakan, kedua kualitas makanan yang dimakan, dan ketiga konsisten dalam menjalankan diet.

“Tanpa memperhatikan ketiganya, rasanya akan sulit,” ujar Rizal.

Jumlah kalori yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda tergantung usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, serta aktivitas fisik yang dilakukan. Secara umum, kebutuhan kalori laki-laki dewasa setiap hari adalah 2.500 kalori, sedangkan perempuan adalah 2.000 kalori.

Kalori ini bisa didapatkan dari berbagai makanan yang bergizi. Makanan bergizi seimbang harus terdiri dari sumber karbohidrat, sumber protein, sayuran dan buah, serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak.

“Kemudian juga perlu diperhatikan bahwa semua makanan itu pada dasarnya baik, asalkan memperhatikan porsi, cara pengolahan, dan padu padan yang tepat,” kata Rizal yang merupakan penulis buku Diet Garis Lurus.

Menurut Rizal, pola makan yang sesuai dengan gizi seimbang merupakan kunci penurunan berat badan pada orang dengan obesitas.

Pola makan ini dapat dikombinasikan dengan olahraga yang sudah dikonsultasikan dengan ahli. Pasalnya, orang dengan obesitas rentan terhadap cedera saat berolahraga terutama pada bagian lutut yang harus menopang berat badan.

“Penelitian mengatakan mengatur pola makan saja tanpa olahraga masih bisa turun berat badan. Sedangkan olahraga saja tanpa mengatur pola makan tidak terjadi penurunan berat-badan. Riset tersebut juga mengatakan bahwa kombinasi keduanya akan berdampak pada hasil yang jauh lebih baik, secara berat badan, komposisi tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan,” kata Rizal.

(cnn/kes)

Share :

Baca Juga

Pemberian insentif kepada peserta pelatihan Kartu Prakerja tetap sama yakni Rp2.400.000 yang akan diberikan selama empat bulan. Foto/Antara

Uncategorized

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 16 Dibuka Siang Ini
Halte Transjakarta Bundaran HI. Foto/Berita Satu

Uncategorized

Halte Transjakarta yang Rusak Beroperasi Lagi Akhir 2020
Ilustrasi Covid-19. Foto/Ist

Uncategorized

Update Kasus Corona 9 September: 203.342 Positif, 145.200 Sembuh
Presiden Joko Widodo saat meresmikan sekaligus meninjau Bendungan Tukul, pada Minggu, 14 Februari 2021, di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Foto/BPMI Setpres

Uncategorized

Jokowi Resmikan Bendungan Tukul Rp916 Miliar di Pacitan
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7). Foto/Antara/Akbar Nugroho Gumay

Uncategorized

Satgas Targetkan RI Bebas Covid-19 17 Agustus
Otoritas Jasa Keuangan. Foto/Bisnis

Uncategorized

Penerapan Modal Inti Bank Rp3 Triliun Berlaku di 2022
Ilustrasi masker. Foto/Istiemwa

Uncategorized

Waspada, Tali Masker Bisa Tularkan Covid-19
Kasus positif virus corona di Indonesia. Foto/MI/Andri Widyanto

NASIONAL

Update Corona 8 Januari: Tambah 10.617, Positif 808.340