Home / NASIONAL

Rabu, 7 Oktober 2020 - 08:37 WIB

Dilaporkan Relawan Jokowi Bersatu, Najwa: Saya Siap Ikuti Proses Hukum

Presenter dan jurnalis Najwa Shihab. Ist

Presenter dan jurnalis Najwa Shihab. Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Najwa Shihab angkat bicara terkait upaya pelaporan Relawan Jokowi (Joko Widodo) Bersatu setelah dirinya melakukan wawancara ‘kursi kosong’ yang dipresentasikan sebagai Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Najwa pun mengaku siap mengikuti proses hukum.

“Jika memang ada keperluan pemeriksaan, tentu saya siap memberikan keterangan di institusi resmi yang mempunyai kewenangan untuk itu,” kata Najwa dalam keterangan resminya, Selasa (6/10).

Najwa menjelaskan, tayangan kursi kosong itu sebenarnya bertujuan untuk mengundang pejabat publik guna menjelaskan kebijakan terkait penanganan pandemi Covid-19. Meski tak harus disampaikan di acara Mata Najwa, ujar dia, penjelasan dari pejabat bisa disampaikan di mana saja.

Menurut Nana, sapaan akrab Najwa Shihab, kemunculan sang menteri Terawan terbilang minim sejak pandemi virus corona di Indonesia terus meningkat. Faktor itu yang mendorong Najwa membuat tayangan wawancara dengan kursi kosong.

“Dan dari waktu ke waktu, makin banyak pihak yang bertanya ihwal kehadiran dan proporsi Menteri Kesehatan dalam penanganan pandemi. Faktor-faktor itu yang mendorong saya membuat tayangan yang muncul di kanal Youtube dan media sosial Narasi,” ujarnya.

Najwa juga menuturkan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang ia ajukan kepada kursi kosong Terawan juga berasal dari publik. Baik dari ahli atau lembaga yang fokus pada penanganan Covid-19 hingga warga biasa.

“Itu semua merupakan salah satu usaha dalam menjalankan fungsi media sesuai dengan UU Pers,” kata Najwa.

Ia pun menyebut bahwa treatment wawancara kursi kosong itu belum pernah dilakukan di Indonesia. Tapi, sudah lazim dilakukan di negara lain yang memiliki sejarah kemerdekaan pers cukup panjang.

Sebelumnya, Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Dewi Soembarto melaporkan Najwa ke Polda Metro Jaya, Selasa (6/10).

Sebab, menurut Silvia, wawancara kursi kosong itu telah melukai hati pihaknya sebagai relawan Jokowi. Apalagi, Terawan selaku Menkes adalah representasi dari Jokowi.

Silvia menyebut yang dilaporkan oleh pihaknya yakni soal perundungan siber (cyber bullying). Sebab, Silvia menilai apa yang telah dilakukan Najwa mengakibatkan Terawan menjadi bahan parodi.

Cyber bullying, karena narasumber tidak hadir kemudian diwawancarai dan dijadikan parodi dan parodi itu suatu tindakan yang tidak boleh dilakukan kepada pejabat negara khususnya menteri,” ujarnya, Selasa (6/10).

Sejauh ini, kepolisian belum menerima laporan itu. Berdasarkan koordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, pelapor diminta untuk lebih dulu berkonsultasi dengan pihak Dewan Pers.

(heq/dbs)

Share :

Baca Juga

ilustrasi penembakan. Foto/Istimewa

NASIONAL

Prajurit TNI Gugur Dalam Baku Tembak dengan KKB Papua
Kondisi jalan di DKI Jakarta selama PSBB. Foto/Suara

NASIONAL

Angka Kecelakaan Naik 40 Persen Selama PSBB Ketat DKI
Ilustrasi--TNI melakukan patroli di wilayah perbatasan RI. Foto/Puspen TNI

NASIONAL

TNI-KKB Papua Baku Tembak di Intan Jaya
Aksi demonstrasi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja berujung ricuh di berbagai daerah. Foto/Pikiran Rakyat

NASIONAL

Demo Omnibus Law, Bentrokan Pecah di Seluruh Penjuru Negeri
Pangdam Jaya Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Foto/JPG

NASIONAL

Dukung Polda, Pangdam Jaya Imbau Rizieq Ikuti Proses Hukum
Wisata bahari di pulau-pulau kecil. Foto/Ist

NASIONAL

Menteri Kelautan Ajak Investor Kembangkan Wisata Bahari Pulau-pulau Kecil
Ilustrasi Vaksin Covid-19. Foot/Antara

NASIONAL

Vaksinasi Lansia di DKI Bisa Drive Thru Mulai 3 Maret
Lumbung pangan. Foto/PUPR

NASIONAL

Kementan Targetkan Pengembangan Food Estate di Kalteng Akhir 2020