Home / NASIONAL

Selasa, 5 Januari 2021 - 10:52 WIB

Diperiksa Soal RS Ummi, Rizieq Hanya Jawab 7 dari 41 Pertanyaan

Eks Imam Besar FPI Rizieq Shihab di Mapolda Metro Jaya. Foto/AFP/Jenaya

Eks Imam Besar FPI Rizieq Shihab di Mapolda Metro Jaya. Foto/AFP/Jenaya

JAKARTA, BERITANUSA.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap bahwa Rizieq Shihab menolak untuk menjawab seluruh pertanyaan penyidik terkait kasus RS Ummi, Kota Bogor, Jawa Barat selama proses pemeriksaan.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Andi Rian Djajadi mengatakan penyidik mencecar 41 pertanyaan kepada Rizieq saat diperiksa Senin (4/1) kemarin.

“Untuk Rizieq dicecar 41 pertanyaan, namun yang dijawab hanya 7 pertanyaan. Selebihnya yang bersangkutan tidak mau menjawab untuk kasus Ummi,” kata Andi saat dikonfirmasi kemarin.

Andi menerangkan bahwa Rizieq menolak untuk menjawab pertanyaan terkait penyidikan kasus itu lantaran ingin fokus pada proses hukum lain yang menjerat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

Rizieq juga berkasus dalam pelanggaran protokol kesehatan sehingga menimbulkan kerumunan di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Jawa Barat. Rizieq berstatus sebagai tersangka dalam dua kasus itu.

“Alasan (Rizieq) konsentrasi pada kasus Petamburan dan Megamendung,” ujar Andi Rian.

Sebagai informasi, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus RS Ummi ini. Andi sebelumnya mengatakan bahwa penyidik masih mendalami keterangan sejumlah saksi, termasuk Rizieq untuk mendalami calon tersangka.

Pemeriksaan saksi belum rampung lantaran salah satu saksi terlapor, yakni Direktur RS Ummi belum menjalani pemeriksaan lanjutan. Namun, Andi tidak membeberkan lebih lanjut terkait identitas Direktur itu.

Sebelumnya Pemkot Bogor melaporkan RS Ummi karena dinilai telah menghalangi atau menghambat Tim Satgas Covid-19 dengan tidak memberikan penjelasan utuh terkait status positif atau negatif Rizieq sebagai pasien.

Kasus ini mendapat sorotan karena Rizieq meninggalkan rumah sakit tersebut tanpa sepengetahuan Tim Satgas. Kasus itu semula ditangani oleh Polres Bogor, namun kini diambilalih oleh Bareskrim.

Dalam penyidikan itu, polisi mendalami dugaan pelanggaran pasal 14 ayat 1 UU no 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

(cnn)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi vaksinasi Covid-19 untuk kelompok lansia. Foto/Antara

NASIONAL

Sebaran Lokasi Tambahan Vaksinasi Khusus Lansia di DKI
Kantor Waskita Karya. Foto/Ist

NASIONAL

Kementerian BUMN Harus Bersihkan Dugaan Proyek Fiktif Waskita
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Foto/AFP

NASIONAL

Pegawai KPK Mulai Disuntik Vaksin Corona Hari Ini
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Foto/Ist

NASIONAL

Kemendikbud Luncurkan Merdeka Belajar Jilid Enam
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta penegak hukum mulai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian hingga, Kejaksaan Agung untuk mengusut indikasi dugaan korupsi dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Foto/MI

NASIONAL

Mahfud MD Minta Penegak Hukum Usut Dugaan Korupsi Otsus Papua
Kawasan Kota Tua Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

Kendaraan Bermotor Dilarang Masuk Kawasan Kota Tua
Petugas membongkar atribut-atribut saat melakukan penutupan markas DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

Eks FPI Klaim Rekening yang Diblokir untuk Dana Kemanusiaan
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah musnahkan 23 ribu jamu tradisional palsu dengan cara dibakar di Krematorium Kedungmundu, Semarang, Senin (30/11). Foto/Ist

NASIONAL

Polda Jateng Musnahkan 23 Ribu Jamu Palsu