Home / NASIONAL

Kamis, 6 Agustus 2020 - 10:53 WIB

DPR: Kemenlu Harus Pastikan Keselamatan WNI Pasca Ledakan Lebanon

Ledakan besar terjadi di pelabuhan Beirut, Lebanon. Foto/Istt

Ledakan besar terjadi di pelabuhan Beirut, Lebanon. Foto/Istt

JAKARTA, BERITANUSA.id – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan duka mendalam atas ledakan hebat yang mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut, Selasa (4/8), yang menyebabkan paling tidak 73 orang meninggal dan lebih dari 3.000 lainnya luka-luka.

“Saya sampaikan duka mendalam kepada seluruh korban ledakan dahsyat itu baik yang meninggal dunia maupun yang luka-luka, disaat pandemi seperti ini yang belum selesai, rakyat Lebanon harus merasakan musibah yang lain. Semoga Allah SWT menguatkan rakyat Lebanon,” jelas Kharis dalam keterangan persnya, Rabu (5/8).

Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) ini meminta kepada Kementerian Luar Negeri untuk segera mendata dan memastikan apakah ada korban Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak dalam ledakan tersebut dan segera memberikan pendampingan dan bantuan yang diperlukan.

Berdasarkan data Kementerian Pertahanan dan Kemenlu di Lebanon, terdapat 1.234 TNI anggota kontingen Garuda yang bertugas menjaga demarkasi perbatasan Libanon-Israel dan terdapat ratusan WNI yang bekerja di sana. “Semoga semua tidak ada disekitar ledakan dan semoga sehat wal’afiat” jelas Kharis.

Selain keselamatan WNI, Kharis juga mendorong Pemerintah Indonesia memberikan bantuan sebagai negara sahabat kepada Lebanon atas terjadinya musibah tersebut serta mendorong agar dilakukan investigasi menyeluruh dan serius karena eskalasi ledakan yang begitu besar.

“Kemarin Perdana Menteri Lebanon Yang Mulia Hassan Diab mengatakan kepada media adanya 2.750 ton amonium nitrat – bahan untuk pupuk dan peledak yang disimpan di gudang yang mengakibatkan ledakan dahsyat itu. Saya pikir dengan tetap menjunjung tinggi kedaulatan negara Lebanon, Indonesia harus mendorong dilakukan investigasi menyeluruh, jelas dan terang sehingga dapat menjelaskan kepada masyarakat Libanon dan dunia” tutup Kharis.

Sebelumnya diberitakan, ledakan dahsyat terjadi di Pelabuhan Beirut (Port of Beirut), Lebanon, Beirut, Selasa (4/8). Akibatnya, 78 orang meninggal dan korban luka mencapai hampir 4.000 orang. Perdana Menteri Hassan Diab mengatakan, sebanyak 2.750 amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjadi penyebab insiden tersebut. (rls/dpr)

Share :

Baca Juga

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) saat di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020). Foto/Antara

NASIONAL

Jokowi Minta Gubernur Terapkan Pembatasan Mikro RT dan RW
Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab. Foto/MI

NASIONAL

Rizieq Shihab Dikabarkan Sesak Napas di Tahanan
Polisi Militer (POM) TNI meringkus wanita yang viral di media sosial karena memamerkan pelant nomor kendaraan milik TNI palsu.

NASIONAL

TNI Tangkap Wanita Viral Pamer Pelat TNI Palsu
Ilustrasi cuaca buruk. Ist

NASIONAL

Fenomena La Lina Bisa Tingkatkan Curah Hujan Hingga November
Ilustrasi hacker. Foto/Thinkstock

NASIONAL

Kejahatan Siber Incar Karyawan WFH
Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto/Ist

NASIONAL

Kapolri Naikkan Pangkat Luar Biasa 32 Personel
Wali Kota Bogor Bima Arya. Foto/MI

NASIONAL

Bima Arya Siapkan Sanksi untuk RS Ummi Bogor
Kepulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab disambut massa pendukungnya. Foto/AFP

NASIONAL

Meski Sudah Minta Maaf, Kasus Rizieq soal Kerumunan Berlanjut