Home / NASIONAL

Senin, 1 Februari 2021 - 19:36 WIB

DPR Minta Pemerintah Antisipasi Lonjakan Covid Libur Imlek

Penyintas virus corona. Foto/Antara

Penyintas virus corona. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus infeksi virus corona atau Covid-19 mengingat kurang dari dua pekan lagi bakal masuk libur Hari Raya Imlek.

Untuk diketahui, Imlek jatuh pada Jumat 12 Februari 2021. Perayaan Hari Raya Imlek ini bakal diikuti libur akhir pekan dua hari yakni 13 dan 14 Februari 2021.

Peringatan antisipasi juga diminta Dasco merespons pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengakui bahwa kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali yang digelar dua jilid tersebut dinilai tak efektif menekan laju penyebaran Covid-19.

Selain jelang Imlek, Dasco juga meminta pemerintah mulai memikirkan langkah mengerem lonjakan kasus akibat penyebaran Covid-19 mengingat pertengahan Mei mendatang juga akan tiba waktu perayaan Lebaran Idul Fitri.

“Saya mengimbau kepada pemerintah bahwa harus mendeteksi dini hal-hal yang bisa membuat lonjakan Covid-19 tinggi. Seperti kita tahu, bahwa akan ada libur panjang pada saat Imlek dan juga Hari Raya Idul Fitri,” kata Dasco lewat pesan suara yang diterima, Senin (1/2).

Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu mengingatkan, setiap kali libur panjang, hampir pasti selalu ada lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Karena itu lebih lanjut Dasco menyarankan pemerintah untuk segera memformulasi ulang kebijakan penanganan pandemi Covid-19. Salah satu langkah yang bisa ditempuh menurut dia, adalah mengkaji ulang usulan atau rencana libur panjang pemerintah.

Sebelumnya, Jokowi mengakui kebijakan PPKM Jawa-Bali yang digelar sejak 11 hingga 25 Januari lantas diperpanjang hingga 8 Februari tak efektif mengerem laju penyebaran virus corona. Hal ini ditunjukkan dengan terus bertambahnya kasus tambahan harian, bahkan kerapkali di atas angka 10 ribu kasus.

Pengakuan soal kebijakan PPKM yang tidak efektif itu dibeberkan di tengah rapat bersama sejumlah menterinya pada Jumat (29/1) lalu di Istana Kepresidenan Bogor.

“Saya ingin menyampaikan mengenai yang berkaitan dengan PPKM, tanggal 11-25 Januari, ucap Jokowi dalam tayangan video itu, Minggu (31/1).

Jokowi melanjutkan, PPKM mestinya dijalankan untuk mencegah mobilitas masyarakat demi mengerem laju penularan Covid-19. Tapi di lapangan, kata dia, PPKM justru tak berjalan sesuai dengan esensi kebijakan yakni tegas dan konsisten.

Padahal, lanjut Jokowi, ketegasan dan konsistensi penerapan kebijakan penting untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

“Esensi dari PPKM ini kan membatasi mobilitas, tetapi yang saya lihat di implementasinya ini kita tidak tegas dan tidak konsisten,” ungkap Jokowi lagi.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi polisi. Ist

NASIONAL

20 Ribu Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Demo
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Foto: Istimewa

NASIONAL

Edhy Prabowo Mundur, Gerindra Siapkan Pengganti Waketum
Sejumlah anggota TNI mencopot baliho bergambar wajah pimpinan FPI Rizieq Shihab di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

68 Rekening FPI Diblokir
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj. Foto/Antara

NASIONAL

Pesan Said Aqil untuk Generasi Muda NU
Presiden Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Sumatera Utara dalam rangka kunjungan kerja pada Selasa, 27 Oktober 2020. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

NASIONAL

Jokowi Tinjau Food Estate dan Bagi-bagi Sertifikat Tanah di Sumut
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 untuk kelompok lansia. Foto/Antara

NASIONAL

Kemenkes Pastikan Ketersediaan Vaksin Covid bagi Lansia
Vaksin covid-19. Foto/Antara

NASIONAL

Bio Farma Siapkan Distribusi Vaksin Lewat Sistem Digital
Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab. Foto/Antara/Muhammad Iqbal

NASIONAL

Rizieq Shihab Ungkap Alasan Pulang dari RS Ummi Bogor