Home / NASIONAL

Jumat, 15 Januari 2021 - 19:14 WIB

Efikasi Vaksin Sinovac di Indonesia Rendah

Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin saat simulasi vaksinasi COVID-19 di RS Islam, Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12). Foto/ANTARA

Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin saat simulasi vaksinasi COVID-19 di RS Islam, Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12). Foto/ANTARA

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menjelaskan efikasi vaksin Sinovac pada uji klinis fase tiga di Indonesia lebih kecil dibanding negara lain karena jumlah kasus yang sedikit.

Penny mengatakan salah satu pengukuran efikasi adalah membandingkan tingkat penularan Covid-19 di antara relawan yang disuntik vaksin dengan relawan yang disuntik plasebo atau obat kosong.

“Semakin banyak (relawan yang disuntik) plasebo terinfeksi karena mungkin intensitas (penularan virus di masyarakat) sangat tinggi, tentu akan semakin tinggi efikasinya,” kata Penny kata Netty dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/1).

Penny mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia berkisar di angka 800 ribu saat uji klinis tahap tiga digelar. Sementara di Brazil kasus positif Covid-19 mencapai 8 juta, sedangkan di Turki 2,5 juta saat uji klinis fase tiga digelar.

Selain itu, jumlah dan kategori relawan juga menentukan. Penny mengatakan Indonesia jadi negara dengan jumlah relawan vaksin paling sedikit, yaitu 1.600 orang.

Indonesia juga melibatkan relawan dari seluruh kalangan masyarakat. Di saat yang sama, relawan vaksin di Brazil seluruhnya adalah tenaga kesehatan. Sementara di Turki, 20 persen relawan vaksin adalah tenaga kesehatan.

Banyaknya perbedaan itu, kata Penny, membuat tingkat efikasi di setiap negara tidak bisa dibandingkan.

“Bagaimana dinamika dari relawan itu di masyarakat setelah mendapat vaksin, itu sangat menentukan. Jadi, tidak bisa dibandingkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Indonesia melakukan uji klinis fase ketiga terhadap vaksin Sinovac. Pengujian yang diadakan di Bandung itu mengungkap efikasi 65,3 persen.

Tingkat efikasi yang didapat Indoensia berbeda dengan negara lainnya. Brasil menyebut efikasi 78 persen, sedangkan di Turki 91,25 persen. Brasil kemudian mengungkap ada perubahan menjadi 50,4 persen pada Selasa (12/1).

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama TNI Angkatan Udara (AU) melakukan rekayasa cuaca (TMC) melalui proses penyemaian awan menggunakan pesawat kemarin, Senin (22/2). Foto/MI

NASIONAL

Cegah Banjir Jabodetabek, TNI AU Bantu Rekayasa Cuaca
Vaksinator melakukan penyuntikan kepada peserta vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan (nakes) di RSPP. Foto/Antara

NASIONAL

Vaksinasi Nakes Ditargetkan Rampung Februari 2021
Perekaman e-KTP. Foto/Antara

NASIONAL

Perekaman e-KTP di 309 Daerah Pilkada 99,65 Persen
Gunung Merapi mengeluarkan empat kali guguran lava pijar. Foto/Antara

NASIONAL

Masuki Fase Erupsi, Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar
Polda Metro Jaya gelar operasi yustisi di wilayah DKI Jakarta. Foto/Tempo

NASIONAL

Total Denda saat Operasi Yustisi Capai Rp3,27 M
Presiden RI Joko Widodo. Foto/Antara

NASIONAL

3 Strategi Jokowi Atasi Pandemi Covid 2021
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri) dan Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris (kanan) mengikuti rapat kerja dengan DPR RI. Foto/Antara

NASIONAL

Vaksinasi Covid Masih Tunggu Izin dari BPOM
uru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito. Foto: Setkab

NASIONAL

Satgas Covid-19 Minta Warga Patuhi Prokes Saat Pilkada