Home / NASIONAL

Jumat, 22 Januari 2021 - 15:34 WIB

Eksploitasi Alam Jadi Penyebab Banjir Kalsel

Banjir masih menjadi ancaman besar di wilayah Kalimantan Selatan, bahkan masuk dalam zona merah. Foto/Media Indonesia

Banjir masih menjadi ancaman besar di wilayah Kalimantan Selatan, bahkan masuk dalam zona merah. Foto/Media Indonesia

JAKARTA, BERITANUSA.id – Meski menyebut peran La Nina, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui eksploitasi alam juga menjadi penyebab banjir besar di Kalimantan Selatan.

“Menko PMK tak memungkiri bahwa eksploitasi alam menjadi salah satu penyebab banjir besar di Kalsel. Pengelolaan alam yang salah dan sembrono, kata dia, menyebabkan timbulnya malapetaka bencana alam,” demikian dikutip dari siaran pers resmi Kemenko PMK, Kamis (21/1).

Hal ini disampaikan Muhadjir saat dirinya menyambangi posko pengungsian banjir di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Karena itu, lanjut siaran pers tersebut, dia meminta kepada seluruh pihak, baik masyarakat umum, pengusaha, dan pemerintah daerah untuk lebih mencintai alam dan memanfaatkan alam dengan bijaksana.

“Jangan sampai ada yang mengambil keuntungan terlalu besar (dari lingkungan), sementara sebagian yang lain menanggung risiko terlalu besar,” kata Muhadjir, dalam siaran pers itu.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga meminta semua pihak tak hanya menghitung risiko dan keuntungan jangka pendek.

“Marilah kita memanfaatkan alam ini dengan cara-cara yang bijak, yang arif, dengan penuh perhitungan manfaat dan risikonya. Jangan sampai ternyata manfaat itu lebih kecil dibanding risikonya,” kata Muhadjir.

Selain soal eksploitasi alam, ia mengatakan bahwa banjir besar di Kalsel juga merupakan dampak dari fenomena alam La Nina.

“Seingat saya Kalimantan Selatan adalah termasuk wilayah yang tidak dikira akan menghadapi dampak badai La Nina ini,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Muhadjir mengatakan bencana banjir ini merupakan pertanda yang menunjukkan bahwa “ketahanan lingkungan di Kalimantan Selatan masih lemah”. Menurut dia, apabila ketahanan lingkungan telah kuat, fenomena La Nina tidak akan menyebabkan bencana yang parah.

Dia pun meminta warga Kalsel dan para penentu kebijakan untuk “betul-betul melakukan semacam koreksi yang mendasar terhadap masalah penataan lingkungan, termasuk tata guna tanah”.

Sebelumnya, sejumlah aktivis lingkungan menyebut banjir di Kalsel terkait konsesi perkebunan dan tambang. Sementara, pihak pemerintah mengklaim di era Jokowi tak pernah ada pelepasan lahan untuk konsesi dan menyebut banjir akibat anomali cuaca.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Komisaris Jenderal Agus Andrianto bakal dilantik sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) yang baru di Rupatama Mabes Polri pada hari ini, Rabu (24/2). Foto/Istimewa

NASIONAL

Polisi Virtual Bisa Disanggah, Bukan Berdebat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) berbincang dengan warga ketika bersepeda di Jakarta, Jumat (20/9/2019). Foto/Antara

NASIONAL

Jalur Sepeda hingga Integrasi Moda Buat Anies Jadi ‘Hero’
Petugas kesehatan mempersiapkan vaksin COVID-19 saat simulasi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara. Foto/Antara

NASIONAL

Menkes Segera Terbitkan Aturan Vaksin Gotong Royong
Ilustrasi Garis Polisi. Foto/MI

NASIONAL

Kafe Lokasi Penembakan Cengkareng Ditutup Permanen
Sejumlah santriwati mengenakan cadar saat mengikuti pawai peringatan Hari Santri Nasional di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh. Jumat (19/10/2018). Foto/Antara

NASIONAL

Alasan Pemerintah Bubarkan 10 Lembaga Negara
Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara saat menyerahkan diri ke KPK. Foto/Tangkapan layar

NASIONAL

Pengusaha Didakwa Suap Juliari Rp32 Miliar Kasus Bansos
Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Foto/Antara/Puspa Perwitasari

NASIONAL

Menteri-menteri Kabinet Jokowi di Pusaran Korupsi
Ilustrasi gempa bumi. Foto/Ist

NASIONAL

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Wilayah Mamuju