Home / TOPAD

Minggu, 13 Desember 2020 - 16:37 WIB

Estafet “Revolusi Mental” di Tangan Ephorus Terpilih HKBP

Parluhutan S (Topad), Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

Parluhutan S (Topad), Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

PENDETA (Pdt) Dr. Robinson Butarbutar, MA, terpilih menjadi Ephorus ke-17, sejak HKBP berdiri pada 7 Oktober 1861, dan hari ini, Minggu, 13 Desember 2020, resmi dilantik, untuk menjadi nahkoda baru HKBP, periode 4 tahun ke depan.

Keyakinan saya, Beliau, Ompui  adalah benar-benar pilihan umat, pilihan Tuhan, yang dititipkan melalui tangan 70 persen Pendeta yang memilih, dan juga bagi 30 persen yang kebetulan tidak memilih, namun akan bersatu bulat menjadi 100 persen.

“Apapun yang ditemukan oleh tanganmu untuk dikerjakan, lakukanlah itu dengan kekuatanmu. Sebab, tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan, atau kebijaksanaan di dunia orang mati, tempat ke mana kamu pergi.” (Pengkhotbah 9:10, AYT).

Sedikit ke belakang, HKBP lahir di saat “kegelapan” meliputi tanah Batak, belum mengenal Injil, minimnya pendidikan dan kondisi kesehatan yang buruk. Zaman itu, HKBP merespons “kegelapan” dengan membangun gereja, sekolah, pusat pelayanan kesehatan, sarana pertanian dan peternakan yang awalnya diprakarsai Ompui. Nomensen asal Jerman, negara tempat Ephorus HKBP ke-17 ini lama mengabdi, selain negara asing lainnya, sebelum kembali ke Indonesia. Program itu dulu dinamai “Pargodungan” dalam bahasa Batak bermakna sebagai pilar pelayanan (Christendom).

Suatu kebanggaan tentunya, kemudian HKBP berkembang, menjadi gereja terbesar se-ASEAN dengan anggota sekitar 6,5 juta, 3.627 gereja, 1.784 pendeta, melebar ke luar negeri, seperti di Singapura, Kuala Lumpur, Los Angeles, New York, dan Colorado, Amerika Serikat (AS). Berdiri ratusan sekolah, Universitas, Sekolah Tinggi Teologia, Rumah Sakit dan Sarana Pendukung Lainnya. HKBP menduduki organisasi keagamaan terbesar ketiga, setelah Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Pencapaian tersebut, patut disyukuri, namun prioritas ke depannya, HKBP yang tercatat lebih tua dari NU dan Muhammadiyah, eksistensi HKBP sepertinya perlu berbenah, tidak hanya fokus di kuantitatif, namun jauh lebih penting segi kualitatif-nya, proaktif menjadi bagian dan referensi dalam isu kebangsaan, berdampingan dengan kedua organisasi besar tersebut dan lainnya, sebagaimana kiprah mereka dalam pendidikan yang sudah kita saksikan di masyarakat selama ini. Patut diakui bahwa kualitas lembaga pelayanan, lembaga pendidikan, dan lembaga kesehatan HKBP, tertinggal dibandingkan dengan kualitas lembaga keumatan lainnya. Kualitas pelayan HKBP yang terlampu konservatif dan monoton sering kali memicu keluhan dan ketidakpuasan jemaat.

Kualitas lembaga pendidikannya bahkan lebih memprihatinkan. Sekolah-sekolah tumbuh apa adanya tanpa fokus dan karakter, serta minus pengelolaan yang terorganisasi dengan baik. Kualitas lembaga kesehatannya dan lembaga sosial lainnya juga miskin inovasi.

Merosotnya perilaku dan mental bangsa ini secara global, dampaknya sangat memperlambat pencapaian yang diharapkan, dan masalah serupa juga terjadi di HKBP yang tengah mengalami krisis kepemimpinan yang akut. Pola pikir pragmatisme yang menular ke pelayan tahbisan berdampak suburnya permisivitas, sikap memudahkan dan mengijinkan nilai dan perilaku. Pendeta dan pelayan lainnya kehilangan wibawa dan keteladanan di mata warga.

Era Covid-19 dan pasca Covid-19 ini, sama halnya dengan bangsa ini secara keseluruhan, termasuk organisasi keagamaan seperti HKBP akan menghadapi situasi sulit dan kompleks. Selain harus menyelesaikan pembenahan di internal, di ruang publik HKBP juga akan menghadapi “kegelapan” baru yang lebih menyeramkan, jauh lebih menyeramkan dari “kegelapan” masa awal HKBP berdiri, yakni dampak Covid-19, tekanan terhadap kehidupan ekonomi umat, pelayanan dan faktor kultural HKBP sebagai organisasi berlatar agama dan suku, sangat rentan terjerembab ke dalam godaan fundamentalisme agama dan suku.

Tugas dan tantangan ke depannya sangat berat, dan Tuhan mengutus Ompui, Ephorus HKBP terpilih untuk membawa anggota HKBP melakukan lompatan besar, agar HKBP mampu lolos dari “kegelapan” saat ini, mengulang keberhasilan yang sudah pernah membawa masyarakat batak ketika itu lolos dari “kegelapan” .

HKBP harus mampu menerjemahkan visinya yang dialogis, inklusif, dan terbuka lolos dari potensi jeratan fundamentalisme ekstrem yang tumbuh mengancam keutuhan dan persatuan di internal HKBP dan bangsa ini.

Mengembangkan teologi, struktur, dan kepemimpinan dari struktur yang paling atas sampai tingkat paling bawah. Mentransformasi program pargodungan domestik, menjadi pargodungan publik yang berkualitas dan diminati seluruh lapisan, minimal sejajar dengan lembaga keumatan lainya.

Mengakumulasi potensi besar HKBP menjadi kekuatan besar untuk mengoreksi dan menjaga perilaku dan mental umatnya agar tetap terjaga sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya dan mengamalkannya dalam setiap langkahnya,  panutan di tengah keluarga, lingkungan HKBP dan bangsanya. Mampu  menyuarakan jeritan warganya sekaligus mengontrol (moralitas) negara yang sedang dilanda permisivitas.

Bangsa ini, masyarakat Indonesia tidak terkecuali umat HKBP berada dalam situasi berat, tekanan ekonomi, ketakutan atas ancaman pandemi covid-19,  dan tekanan psikologis umat, sangat membutuhkan “pertolongan” spiritual dari organisasi keagamaan,  HKBP harus mampu melakukan lompatan besar, menbedah teologi praksis untuk memperkuat spiritual dan semangat bangsa ini, bersama semua pihak, bersama organisasi keagamaan lainnya, bergandengan, bersatu padu untuk menyelamatkan negara ini.

Selamat, Ompui Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, MA, yang diutus oleh Tuhan, dipilih atas nama Tuhan, bertugas untuk membangkitkan semangat, membangkitkan spritualisme, menguatkan mental,  mengawasi perilaku, dan mendorong masing-masing umatnya bersama dan beriringan dengan organisasi keagamaan lainnya, membina dan menjaga toleransi antar umat beragama, bersama mewujudkan kesatuan dan persatuan NKRI.

Pusatnusa, dengan keberagaman agama, suku dan budaya, www.pusatnusa.com, menyambut terpilihnya Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, MA, dan Selamat Berkarya dan Mengabdi.

www.pusatnusa.com

Share :

Baca Juga

TOPAD

Ubah Strategi Maps Minerba Negara Dapat Raup US$ 1 Triliun
Parluhutan S (Topad), Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa

TOPAD

Revitalisasi Kearifan Lokal
Ketua Umum PUSATNUSA Topad. Foto/Radhea Heqamudisa

NASIONAL

Pemberlakuan Kembali Ganjil-Genap Jakarta Tidak Tepat Sasaran
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Corona B117 Muncul, Akankah Maret Mop Gantikan April Mop?
Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa). Foto/Beritanusa/Radhea Heqamudisa

TOPAD

Menata Kehidupan, Pasca Vaksin Covid-19
Ketua Umum PUSATNUSA Parluhutan S. Foto/pribadi

TOPAD

Bajak Momentum Krisis!
Oleh: Parluhutan S.SE.Ak, M.Ak, CA, CMA (Topad), pendiri Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara (Pusatnusa/www.pusatnusa.com).

TOPAD

Jangan Menghakimi Supaya Tak Dihakimi

TOPAD

Covid-19 dan Kebijakan yang Melukai Rakyat