Home / GAYA HIDUP / NUSANTARA

Jumat, 12 November 2021 - 17:37 WIB

Fakta Persidangan : Elisabet Oktavia Sirait Benarkan di Anjurkan Aborsi

PEKANBARU, BERITANUSA.id – Cerita baru kembali muncul dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Sidang perkara dugaan pemalsuan tanda tangan Lisbon Sirait, yang berlangsung pada hari Kamis (11/11/2021), dalam agenda sidang mendengar keterangan para terdakwa sebagai saksi atas terdakwa lainnya dan ketiga Terdakwa dalam persidangan didampingi Kuasa Hukumnya Darwin Natalis Sinaga dan Syahban Siregar, S.H., M.H.

Berdasarkan pantauan awak media saksi James Silaban dan saksi Elisabet Oktavia (terdakwa dalam Perkara 1023/Pid.B/2021/PN Pbr), memberikan kesaksian atas perkara 1024/Pid.B/2021/PN Pbr untuk terdakwa Vintor Harianja. Selanjutnya saksi Vintor Harianja, memberikan kesaksian atas perkara 1023/Pid.B/2021/PN Pbr untuk terdakwa James Silaban dan Elisabet Oktavia .

Dalam persidangan kembali mencuat bahwa L.Sirait (Ayah Kandung Elisabet Oktavia.red) sebelumnya pernah menganjurkan Elisabet untuk menggugurkan kandungan apabila putrinya telah hamil atas hubungannya dengan James Silaban.

Usai persidangan, kepada wartawan Mertua Elisabet Oktavia mengaku sedih, dan berharap menantunya kuat dan tabah atas segala cobaan yang dihadapi menantu dan putranya.

“Aku sedih mendengar kenyataan itu, selama ini menantu ku (Elisabet Oktavia yang katanya bermarga sirait.red) tidak pernah menceriterakannya, sewaktu bersama saya dia selalu tersenyum dan sekarang saya baru tahu ternyata selain permasalahan yang disidangkan ini, menantu saya juga mengalami tekanan batin demi mempertahankan cintanya” tutur Op. Dantas Sabastian br. Sinaga sembari meneteskan airmata.

Lebih lanjut Op. Dantas Sabastian Silaban berharap agar Putra dan Menantunya semakin kuat, sadar dan semakin menyadari besarnya pengorbanan dalam berumahtangga.

“Aku harap James dan Boru Sirait, menyadari besarnya pengorbanan ini, dan jangan pernah mendendam pada siapapun, tetapi kelak mereka harus sadar dan berjuang mempertahankan apa yang mereka yakini dan membuktikan kalau kaya dan miskin bukan penghalang dalam membangun rumah tangga” tutup br. Sinaga yang sudah memiliki cucu tersebut.

Atas fakta persidangan tersebut, Penasihat Hukum ketiga terdakwa berharap fakta persidangan dapat menggugah pertimbangan Majelis Hakim dan berharap Jaksa Penuntut Umum mengetahui akar peristiwa dengan harapan agar mengedepankan Nurani dan fakta.

“Itulah fakta dari peristiwa tersebut, Klien kita tidak mungkin meminta ijin pada orang tuanya, lawong Ayahnya pernah anjurkan Klien Kita Untuk menggugurkan kandungan kalau klien kita hamil dari James Silaban. Mungkin itulah alasan mengapa Klien kami pernah juga berkata kalau dia tau persis bagaimana sikap orang tuanya. Selain itu klien kita juga dikatakan akan dikurung diruang bawah tanah rumahnya apabila masih berhubungan dengan James Silaban” tegas Darwin.

Kepada Wartawan Darwin Natalis Sinaga juga mengakui ada kesalahan dalam peristiwa pernikahan tersebut tetapi menurut Penasihat Hukum yang juga ketua umum LSM APIJ (Aliansi Perduli Indonesia Jaya)  kesalahan dalam peristiwa tersebut bukan Pidana.

“kita sebagai PH mengakui kalau dalam peristiwa hukum tersebut ada kesalahan akan tetapi kesalahan tersebut bukan merupakan Tindak Pidana karena unsur unsurnya tidak terpenuhi secara utuh jika, persangkaan itu disangkakan pada klien kami, kecuali persangkaan itu dialamatkan pada Klien kami. Kita lihat pertimbangan Majelis Hakim saja nanti, apa putusan yang akan diketuk atas perkara ini” tutup Darwin.***Redaksi

Share :

Baca Juga

Gunung Merapi mengeluarkan empat kali guguran lava pijar. Foto/Antara

NASIONAL

Merapi Keluarkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km
Motor listrik karya anak muda di Kota Bandung. Foto/Pemkot Bandung

NUSANTARA

Bandung Ciptakan Motor Listrik Ramah Lingkungan
Ilustrasi hajatan. Foto/Ist

NUSANTARA

Pemkot Pariaman Izinkan Warganya Gelar Hajatan Mulai 10 Oktober
Polda dan Bea Cukai di Kalimantan Timur. Ist

NUSANTARA

Polda-Bea Cukai Koordinasi Turunkan Transaksi Kejahatan di Kaltim
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji. Ist

NUSANTARA

HUT Ke-75, TNI dan Warga Cilacap Tanam Enam Ribu Pohon
Bupati Batang Wihaji. Foto/Ist

NUSANTARA

2021 Semua Layanan Masyarakat Selesai di Desa
Warga melintas di dekat spanduk pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok nomor urut 1 Pradi Supriatna-Afifah. Foto/MI

NUSANTARA

Depok Masuk Zona Merah Covid Lagi
Asap membumbung tinggi di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) antara perbatasan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Nagan Raya, di Aceh. Foto/Antara

NUSANTARA

BPBD Sebut 95 Persen Karhutla di Aceh Barat Sudah Padam