Home / EKONOMI

Senin, 4 Januari 2021 - 11:09 WIB

Faktor Global Buat Harga Kedelai Melambung

Ilustrasi-Industri tempe. Foto/Antara

Ilustrasi-Industri tempe. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kenaikan harga kedelai dikeluhkan para pengusaha tahu tempe skala kecil. Mereka akhirnya memilih untuk mogok massal.

Tercatat, saat ini harga kedelai impor mencapai Rp9.200 hingga Rp10.000 per kilogram (kg). Dari sebelumnya berkisar Rp6.500 sampai Rp7.000 per kg.

Melambungnya harga kedelai, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra mengatakan, kenaikan bukan disebabkan karena stok yang menipis. Karena, stok kedelai masih sangat mencukupi.

“Stok kedelai untuk industri tahu tempe masih mencukupi untuk dua atau tiga bulan ke depan,’’ ujarnya, kemarin (3/1).

Ia menjelaskan, kenaikan harga kedelai disebabkan faktor global. Kenaikan tersebut berdampak pada harga kedelai impor ke Indonesia.

“Kita pastikan stok aman, tapi harga merangkak naik dan bahkan sudah dari Juli dan Desember penyesuaian lagi,” paparnya.

Lanjut ia, kondisi harga kedelai di dunia memang sedang tinggi. Nah, mau tidak mau terjadi penyesuaian harga untuk tahu dan tempe.

“Kondisi di dunia segitu harganya. Harga (kedelai) penyesuaian, maka otomatis akan ada kenaikan (harga) tahu dan tempe. Jadi ini murni karena harga bahan baku dunia yang naik. Stok aman kita jamin,” tegasnya.

Selain itu, Kementerian Perdagangan mencatat faktor utama penyebab kenaikan harga kedelai dunia adalah lonjakan permintaan kedelai dari Cina kepada AS selaku eksportir kedelai terbesar dunia.

Badan Usaha dan Sertifikasi Kompetensi Kerja Konstruksi
Pada Desember 2020, permintaan kedelai Cina naik dua kali lipat, yaitu dari 15 juta ton menjadi 30 juta ton.

“Untuk itu perlu dilakukan antisipasi pasokan kedelai oleh para importir karena stok saat ini tidak dapat segera ditambah mengingat kondisi harga dunia dan pengapalan yang terbatas,” jelasnya.

Sementara itu, Kementerian Koperasi dan UKM tengah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian guna mencari solusi atas tingginya harga kedelai.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. Begitu juga dengan Gabungan Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Gakoptindo).

“Sedang dibahas bersama dengan Kementan, Kemendag, Gakoptindo. Hasil identifikasi dan usulan rekomendasi kami sampaikan ke Pak Menteri Koperasi (Teten Masduki),” ujar Victoria.

Sebelumnya, para pengusaha tahu tempe yang tergabung dalam Gakoptindo mengeluhkan tingginya harga kedelai yang menjadi bahan baku bisnis mereka.

Indonesia sendiri cukup ketergantungan dengan kedelai impor. Saat ini, sekitar 80 persen lebih kebutuhan kedelai di dalam negeri ditutup dari AS, Brasil, dan negara-negara lain.

Pada 2019, Indonesia mengimpor 2,63 ton kedelai untuk tahu dan tempe. Sedangkan kedelai lokal hanya sekitar 400-500 ribu ton.

(ant)

Share :

Baca Juga

Perajin tempe. Foto/Antara

EKONOMI

Belum Ada Indikasi Penimbunan Kedelai
Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa. Foto/MI

EKONOMI

Sebagian Dana Infrastruktur Bakal Dialihkan untuk UMKM
Menteri Keuangan Sri Mulyani rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI sedang merumuskan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai, Kamis (8/4). Foto/Kemenkeu

EKONOMI

Pemerintah Siapkan Pinjaman Rp10 T untuk Pemda
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto/PUPR

EKONOMI

PUPR Peroleh Pagu Anggaran Tahun 2021 Rp149 Triliun
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur di kantor Bank Indonesia. Foto/ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

EKONOMI

BI Akan Terbitkan Uang Digital
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (11/11), ditopang oleh sentimen positif vaksin corona racikan Pfizer. Foto/ANTARA

EKONOMI

Sentimen Positif Vaksin Pfizer, IHSG Diprediksi Menguat
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto/Pikiran Rakyat

EKONOMI

Pemerintah Tambah BLT Dana Desa Jadi hingga 12 Bulan
Gaji uang Rupiah. Foto/Ist

EKONOMI

THR dan Gaji ke-13 ASN 2021 Cair Tanpa Potongan