Home / NASIONAL

Jumat, 9 Oktober 2020 - 13:24 WIB

Fenomena La Lina Bisa Tingkatkan Curah Hujan Hingga November

Ilustrasi cuaca buruk. Ist

Ilustrasi cuaca buruk. Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan akan terjadinya fenomena La Nina pada level moderate seiring dengan dimulainya awal musim hujan pada Oktober-November.

Hal ini berpotensi menyebabkan peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Dengan adanya fenomena La Nina moderate ini diprediksi akan ada peningkatan curah hujan mulai Oktober sampai November, dan akan berdampak di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali di Sumatera. Oleh karena itu semua untuk bersiap, karena ini sudah di depan mata,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Jumat (9/10).

Dwikorita menambahkan, catatan historis menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia 20 persen hingga 40 persen di atas normalnya, bahkan bisa lebih.

Namun demikian, dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia. Pada Oktober-November 2020, diprediksikan peningkatan curah hujan bulanan dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera.

Selanjutnya, kata dia, pada Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Berdasarkan penjelasan dari BMKG, La Nina secara umum dapat dikatakan sebagai fenomena iklim yang berlawanan dengan El Nino.

Jika peristiwa El Nino dikaitkan dengan pemanasan di Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Maka fenomena La Nina adalah pendinginan yang tidak biasa, dimana anomali suhunya melebihi minus 0,5 derajat celcius di area yang sama dengan El Nino.

La Nina merupakan anomali sistem global yang cukup sering terjadi dengan periode ulang berkisar antara 2 sampai 7 tahun.

Kejadian La Nina terjadi saat Samudera Pasifik dan atmosfer di atasnya berubah dari keadaan netral (normal) pada periode waktu 2 bulan atau lebih. Perubahan di Samudera Pasifik dan atmosfer yang ada di atasnya ini terjadi dalam siklus yang dikenal dengan sebutan Enso (El Nino-Southern Oscillation).

Saat itu, atmosfer dan lautan saling berinteraksi, memperkuat satu sama lain, dan menciptakan putaran yang saling memperkuat perubahan kecil di lautan. Jika kopel (couple) antara lautan dan atmosfer sudah sepenuhnya terjadi maka Enso dikatakan telah terbentuk.

(heq/bmg)

Share :

Baca Juga

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri. Foto/Antara/Mohammad Ayudha

NASIONAL

Polri Bongkar Pusat Latihan Tempur Jaringan Teroris JI
Ilustrasi Covid-19 di Jakarta. Foto/Antara

NASIONAL

Update Corona 18 Desember: Tambah 6.689, Positif 650.197
Pemprov DKI Jakarta akhirnya menerapkan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp50 juta kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab lantaran melanggar protokol kesehatan. Foto/Ist

NASIONAL

Pemprov DKI Jatuhkan Denda Rp50 Juta ke Rizieq Shihab
Foto: Kemenkominfo

NASIONAL

Indonesia Serukan Kedaulatan dan Keamanan Data dalam G20 Digital Economy Ministerial Meeting
Pembangunan desa. Foto: Istimewa

NASIONAL

Kemendes Rilis 17 Tujuan Pembangunan Desa
Ilustrasi virus corona. Ist

NASIONAL

Update Corona 8 September: 200.035 Positif, 142.958 Sembuh
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam Rapim TNI-Polri di Mabes Polri Jakarta. Foto/dok Polri

NASIONAL

TNI-Polri Siap Kawal Program Pemerintah Tangani Covid
Ilustrasi tenaga kesehatan. Foto/Ist

NASIONAL

Angka Kematian Tenakes RI karena Covid Tertinggi Ketiga di Dunia