Home / KESEHATAN

Selasa, 11 Agustus 2020 - 15:38 WIB

Gejala Kejang Demam Berdasarkan Jenisnya

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kejang demam atau yang lebih dikenal dengan penyakit step merupakan penyakit yang umum menyerang anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, yang dipicu oleh demam, bukan karena adanya kelainan pada otak. Saat mengalaminya, tubuh akan berguncang hebat yang diikuti dengan gerakan menyentak, kemudian pingsan.

Jangankan melihatnya, membayangkan anak mengalaminya saja sudah sangat menyeramkan. Meski kondisi ini umumnya tidak membahayakan dan bukan merupakan gejala yang serius, kejang demam bisa menjadi momok mengerikan bagi orangtua. Lantas, bagaimana cara mengetahui gejala kejang demam pada anak? Berikut penjelasan selengkapnya mengenai hal ini!

Gejala Kejang Demam dan Beragam Jenisnya
Kejang demam terjadi saat tubuh anak mengalami peningkatan suhu, yaitu di atas 38 derajat Celsius, karena proses di luar otak. Gejala kejang demam umumnya ditandai dengan tidak sadar saat kejang, kaku pada kaki dan tangan, serta mata yang melotot atau berkedip-kedip. Berdasarkan gejala kejang demam yang timbul, kondisi ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1.Kejang Demam Sederhana

Gejala kejang demam sederhana ditandai dengan kejang yang berlangsung kurang dari 15 menit, kejang tidak terjadi secara berulang dalam 24 jam, serta kejang terjadi di seluruh tubuh.

2.Kejang Demam Kompleks

Gejala kejang demam kompleks ditandai dengan kejang yang berlangsung lebih dari 15 menit, dapat terjadi berulang dalam 24 jam, serta hanya terjadi di salah satu bagian tubuh.

Penyebab munculnya gejala sendiri adalah peningkatan suhu tubuh anak secara mendadak karena infeksi atau peradangan dalam tubuh. Selain itu, adanya faktor genetik dalam keluarga juga berperan. Kondisi tersebut dapat terlihat dari perbedaan ambang kejang pada anak. Beberapa kejang saat suhu tubuh berada pada angka 38 derajat Celsius, sedangkan di antaranya berada pada angka 40 derajat Celsius.

Apakah Kejang Demam Merupakan Kondisi yang Membahayakan?
Kejang demam bukanlah kondisi yang membahayakan pada anak. Hal tersebut terbukti dengan tidak adanya laporan kematian atau kecacatan pada anak sebagai komplikasi dari kejang demam. Jangan terlalu khawatir yang berlebihan ya, Bu! Pasalnya, kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya saat anak berusia 5 tahun.

Saat anak mengalami kejang yang disertai dengan demam, kondisi tersebut belum tentu adalah kejang demam. Namun, saat kondisi tersebut terjadi pada anak dengan rentan usia 6 bulan hingga 5 tahun, segera hubungi dokter di aplikasi Halodoc untuk menentukan langkah penanganannya, ya! Apalagi saat setelah kejang anak tetap tidak sadar. Hal tersebut bisa saja menandakan adanya penyakit lain, seperti meningitis, ensefalitis, atau epilepsi.

Begini Langkah Mengatasi Kejang Demam
Ibu, jangan terlalu khawatir yang berlebihan, karena kejang demam umumnya adalah kondisi yang tidak berbahaya. Jika ibu menemukan sejumlah gejalanya pada anak, berikut ini sederet langkah yang bisa ibu lakukan:

-Jangan panik dan tetap tenang.
-Jauhkan anak dari benda-benda yang bisa membahayakan.
-Lepas pakaian anak.
-Jika terdapat makanan atau minuman dalam mulutnya, miringkan badan anak agar tidak tersedak.
-Jangan masukkan benda ke dalam mulut.
-Jangan menahan badannya saat kejang, karena dapat memicu patah tulang.

Selain beberapa langkah tersebut, ibu disarankan untuk mengukur suhu anak saat kejang, perhatikan berapa lama kejang berlangsung serta apa yang terjadi saat kejang. Hal-hal tersebut merupakan informasi yang sangat berguna saat ibu melakukan pengobatan nanti.(hldctr)

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2020. Febrile Seizures.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Febrile Seizure.
Healthline. Diakses pada 2020. What Is a Febrile Seizures?
WebMD. Diakses pada 2020. What Are Febrile (Fever) Seizures?

Share :

Baca Juga

Ilustrasi minum teh. Foto/Ist

KESEHATAN

Manfaat Minum Teh, Bantu Turunkan Berat Badan hingga Tingkatkan Imun
Ilustrasi minyak zaitun. Foto/Istimewa

KESEHATAN

5 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan
Ilustrasi orang pakai headset. (Foto: Ist)

KESEHATAN

Efek Samping Terlalu Sering Pakai Headset
Ilustrasi relaksasi diri. Foto/Istimewa

KESEHATAN

Tips Mudah Jaga Kesehatan Mental Kala Pandemi
Ilustrasi masker. Foto/Ist

KESEHATAN

Pakai Masker Kotor dan Berulang Justru Lebih Bahaya
Ilustrasi hipertensi. Foto/Ist

KESEHATAN

6 Gaya Hidup Sehat yang Bisa Cegah Tekanan Darah Tinggi
Ilustrasi virus corona. Ist

KESEHATAN

Kenali Gejala Virus Corona Jenis Baru
Vaksin Covid-19. Foto/Ist

KESEHATAN

9,1 Juta Vaksin Covid Tersedia hingga Akhir Tahun