Home / NASIONAL

Kamis, 8 Oktober 2020 - 12:34 WIB

Gelombang Aksi Demonstrasi Tolak Omnibus Law di Seluruh Indonesia

Unjuk rasa mahasiswa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Foto/Pikiran Rakyat

Unjuk rasa mahasiswa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Foto/Pikiran Rakyat

JAKARTA, BERITANUSA.id – Gelombang aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja terus dilakukan mahasiswa dan buruh di seluruh Indonesia. Mereka meminta agar Presiden RI Joko Widodo menerbitkan Perppu yang membatalkan UU Cipta Kerja.

Di Kota Bandung, dilaporkan sejumlah organisasi buruh dari pabrik menggelar aksi di depan Gedung Sate, Kamis (8/10). Aksi ini menjadi rangkaian dari mogok nasional yang dilakukan kelompok buruh untuk menolak Omnibus Law Cipta Kerja.

“Iya, hari ini kami akan demo di Gedung Sate,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Roy Jinto, Kamis (8/10).

Roy mengklaim ada ribuan buruh dari banyak pabrik di Bandung Raya yang akan bergerak ke Gedung Sate. Menurutnya, para buruh memang telah memutuskan untuk memusatkan aksi tolak Omnibus Law di Gedung Sate.

“Hari pertama, kami ke balai kota. Hari kedua, demonstrasi dalam bentuk mogok kerja dilakukan di pabrik masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat di Yogyakarta yang tergabung dalam aksi #JogjaMemanggil menyatakan mosi tidak percaya terhadap pemerintah dan DPR usai Omnibus Law UU Cipta kerja disahkan. Mereka kini sudah berkumpul di bunderan kampus UGM, Yogyakarta, Kamis (8/10).

“Kita hari ini menyatakan perang terhadap negara itu sendiri!” pekik orator di hadapan massa yang telah berkumpul.

Para demonstran mengkritik DPR dan pemerintah yang lebih pro terhadap investor ketimbang rakyat kecil. Para peserta aksi pun menyatakan sudah tidak percaya terhadap TNI dan Polri yang mestinya mengayomi masyarakat.

Sekitar pukul 11.00 WIB, sebagian massa sudah bergerak dari bundaran UGM menuju Gedung DPRD DIY dan Kantor Gubernur di kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Rencananya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwpno X juga akan menemui langsung pewakilan massa aksi di kantornya.

Sedangkan, di Kota Surabaya, dilaporkan rombongan buruh mulai memadati Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/10). Mereka berkumpul sebelum melakukan long march menuju Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Selain buruh terlihat kelompok mahasiswa berada dalam barisan. Tuntutan mereka sama, menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

“DPR Jancok, DPR Jancok, DPR Jancok,” teriak massa tanpa henti, Kamis (8/10).

Lalu lintas di sisi barat Jalan Ahmad Yani Surabaya, tempat buruh berkumpul, sempat tersendat.

Di sisi lain, ratusan personel TNI-Polri juga melakukan penjagaan di Bundaran Waru. Kawasan itu merupakan akses pintu masuk Surabaya, dari Sidoarjo, yang bakal dilalui buruh.

Kelompok buruh dan mahasiswa juga melakukan aksi di sejumlah daerah lain. Mulai dari Lampung, Banten, Jakarta, Bekasi, Bandung, Purwakarta, Cianjur, Semarang, Yogyakarta, hingga Mojokerto.

Untuk di Jakarta, aksi dipusatkan di Istana Negara. Mereka mendesak Jokowi agar membatalkan Omnibus Law Cipta Kerja. Namun, Jokowi kini tak berada di Istana Negara. Ia sedang kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah.

(heq/cnn)

Share :

Baca Juga

Gedung DPR RI tengah dilakukan penyemprotan disenfektan. Foto/Suara

NASIONAL

Sejumlah RUU Prolegnas Prioritas 2021 Bisa Picu Polemik
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto/Ist

NASIONAL

PSBB Wilayah Bodebek Diperpanjang Lagi hingga 25 November
Kantor KPK. Foto/Tirto

NASIONAL

KPK Bakal Ungkap Sosok ‘Madam’ dalam Korupsi Bansos
Presiden Joko Widodo. Foto/Antara

NASIONAL

Vaksin Gratis untuk Semua Warga, Bukan Hanya BPJS
Ilustrasi BNN. Foto/Istimewa

NASIONAL

BNN Sita 53 Kg Sabu dari Dua Jaringan Internasional
Kantor Kemenkes. Ist

NASIONAL

Kemenkes Jangan Jadi Contoh Buruk Penerapan Protokol Kesehatan
Demonstrasi menolak omnibus law di Jember, Jawa timur, Maret silam. Foto/Antara/Wahyu

NASIONAL

Buruh Desak DPR Panggil Menaker Soal UMP 2021

NASIONAL

Update Kasus Corona 7 Agustus: 118.753 Positif, 75.645 Sembuh