Home / NASIONAL

Selasa, 23 Februari 2021 - 14:34 WIB

Guru Honorer Desak Pemerintah Buka Formasi CPNS 2021

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak pemerintah tetap membuka formasi guru pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Foto/Antara

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak pemerintah tetap membuka formasi guru pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak pemerintah tetap membuka formasi guru pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021.

Mereka masih khawatir formasi guru akan digantikan dengan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) karena belum adanya kejelasan dari pemerintah hingga hari ini.

“Kami masih meminta kepada pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, Kementerian PAN RB dan BKN (Badan Kepegawaian Negara) agar pemerintah tetap membuka seleksi guru PNS tahun ini dan tahun depan. Karena Mas Nadiem sudah berjanji,” kata Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim dalam keterangannya, Senin (22/2).

Ia mengaku kekhawatiran ini datang dari narasi pemerintah yang seolah lebih ingin fokus pada seleksi PPPK.

Ini salah satunya disampaikan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril pada Januari.

Dalam diskusi media yang dilakukan secara virtual pada Selasa (5/1), Iwan menegaskan formasi guru masih ada dalam CPNS. Namun, dia tidak menjelaskan secara spesifik soal formasinya untuk tahun ini. Ia juga mengatakan tahun ini akan fokus pada PPPK.

Menurut Satriwan, CPNS tahun ini perlu dibuka untuk guru karena formasi yang diajukan pemerintah daerah untuk PPPK belum memenuhi target.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melaporkan pada Januari, jumlah yang terkumpul baru 489.664 formasi. Padahal tahap pengajuan formasi sudah ditutup.

“Kalau hanya PPPK, tidak akan mampu meng-cover kekurangan guru ASN sampai 2024. Kita butuh 1 juta. Guru PPPK saja yang mendaftar 500 ribu. Kalau yang lolos hanya 100 ribu?” tuturnya.

Satriwan melanjutkan bahwa calon guru tak ingin menjadi PPPK. Pasalnya, status PNS lebih memiliki kepastian kerja dan kesejahteraan.

Pekerjaan yang berbasis kontrak, kata dia, memungkinkan kesejahteraan guru tak berlanjut jika kontrak tersebut habis. Apalagi, kontrak pada PPPK diatur minimal satu tahun. Sementara PNS dijamin pemerintah hingga pensiun.

Pihaknya sudah pernah menyampaikan kekhawatiran ini kepada Komisi X DPR. Satriwan meminta kontrak untuk PPPK setidaknya ditetapkan minimal 5 tahun. Namun sampai saat ini, dia belum melihat respon dari pemerintah.

“Sudah ada fakta, saya punya rekan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ada guru PPPK yang lolos seleksi 2019. Beliau kontraknya hanya setahun, padahal sudah mengabdi belasan tahun,” tutur dia.

Pelaksana tugas Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan pihaknya belum bisa memastikan adanya formasi guru dalam CPNS 2021. BKN masih menunggu kepastian dari Kementerian PAN RB.

“Tunggu dulu formasi keluar dari Kementerian PANRB ya,” ucapnya.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Vaksin Covid-19 produksi Bio Farma. Foto/Istimewa

NASIONAL

Vaksin Tak Jamin Atasi Varian Corona B117
Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek di Jakarta. Foto/Istimewa

NASIONAL

Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan Digeledah
Perajin tempe. Foto/Antara

EKONOMI

Belum Ada Indikasi Penimbunan Kedelai
Artis Gisella Anastasia dicecar pertanyaan oleh wartawan usai diperiksa di Gedung Ditkrimsus Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Foto/Antara/Hafidz Mubarak

NASIONAL

Polisi: Gisel Akui Ada di Video Mesum
Kementerian Dalam Negeri RI. Foto/Ist

NASIONAL

Covid-19 Tak Halangi Jalannya Pemerintahan di Daerah
Upaya pencarian korban kecelakaan Sriwijaya Air. Foto/Antara

NASIONAL

Investigasi Pencarian CVR Sriwijaya SJ 182 Dilanjutkan
Unjuk rasa mahasiswa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Foto/Pikiran Rakyat

NASIONAL

Gelombang Aksi Demonstrasi Tolak Omnibus Law di Seluruh Indonesia
Demo buruh tolak Omnibus Law. Foto/Detikcom

NASIONAL

Omnibus Law Cipta Kerja Terus Mendapat Penolakan