Home / EKONOMI

Jumat, 5 Maret 2021 - 23:13 WIB

Harga Cabai Naik Karena Petani Enggan Menanam

Pedagang menata cabai rawit merah di Pasar. Foto/MI

Pedagang menata cabai rawit merah di Pasar. Foto/MI

JAKARTA, BERITANUSA.id – Kementerian Pertanian membeberkan alasan harga cabai rawit, khususnya rawit merah, yang melonjak hingga tembus Rp130 ribu per kilogram (Kg) di pasar rakyat daerah Jakarta.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi menyebut setelah musim panen Desember-Januari, petani enggan menjual hasil panennya karena harga sempat anjlok.

Dari catatannya saat itu, harga di produsen atau petani hanya dibanderol Rp8.000 per kilo.

Karena harga murah, petani kemudian enggan menanam lagi, sehingga terjadi keterlambatan penanaman. Juga diperparah oleh datangnya musim hujan.

Karena itu lah, menurut Agung, terjadi kemunduran panen cabai rawit merah pada bulan ini, sehingga mengakibatkan kekurangan stok di pasar.

“Karena petani enggan menanam, berarti panen mundur, itu yang terjadi di kondisi sekarang ini. Yang bermasalah ini sebetulnya cabai rawit merah,” jelasnya pada rapat kerja membahas ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok pada Jumat (5/3).

Berdasarkan survei Kementan, petani di Kediri dan Banyuwangi, Jawa Timur, baru akan panen setelah tanggal 20 Maret mendatang. Artinya, selama dua pekan ke depan diperkirakan stok cabai bakal melandai.

Untuk memitigasi harga tidak melonjak lebih parah lagidi ibu kota, Agung menyebut Kementan bekerja sama dengan Asosasi Pedagang Cabe di Pasar Kramat Jati. Caranya, dengan membantu mendistribusikan cabai demi menekan beban distribusi.

“Bagaimana bisa mengamankan dari sekarang sampai tanggal 20 Maret, dengan membantu distribusi mereka, sehingga harga di pasar tidak sampai Rp120-130 ribu,” jelasnya.

Untuk solusi jangka panjang, ia menyebut pemerintah akan membantu petani membangun shelter penanaman, sehingga cabai bisa dipanen meski musim hujan melanda.

Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga cabai rawit merah mencapai Rp131.650 ribu per kg di daerah Jakarta pada Kamis (4/3).

Harga serupa juga tercatat di daerah Banten dan Jawa Barat dengan harga masing-masing sebesar Rp113.500 per Kg dan Rp117.200 per Kg.

Selain di Pulau Jawa, harga ‘pedas’ juga terjadi di Kalimantan. Di Kalimantan Selatan misalnya, harga cabai dibanderol Rp125 ribu. Sementara, di Kalimantan Tengah dan Barat, harga berkisar antara Rp118 ribu-Rp120 per Kg.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Warga bermasker sedang memilih sayuran di pasar tradisional Pondok Labu, Jakarta (7/6/2020). Foto/Antara/Reno Esnir

EKONOMI

Inflasi Naik 0,28 Persen pada November 2020
Ilustrasi daftar Kartu Prakerja. Foto/Ist

EKONOMI

46 Persen Peserta Prakerja Dapat Kerja Lagi
Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek di Jakarta. Foto/Istimewa

EKONOMI

Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Diduga Terkait Investasi
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Ist)

EKONOMI

Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Bakal Dinaikkan
Warga Desa Mondoretno, Kecamatan Bulu, Temanggung memanen sayuran organik di pekarangan rumah. Foto/MI

EKONOMI

Sektor Pertanian Lebih Kuat dari Industri Saat Pandemi
Uang Rupiah. Foto: Istimewa

EKONOMI

Jokowi: Uang Rakyat Harus Dikelola Secara Bertanggung Jawab dan Transparan
Pelaku UMKM menggunakan QRIS. Foto: Antara/Arif Firmansyah

EKONOMI

Tips Agar UMKM Bisa Bertahan Saat Resesi
Ilustrasi daftar Kartu Prakerja. Foto/Ist

EKONOMI

Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 13