Home / NASIONAL

Jumat, 16 Oktober 2020 - 15:06 WIB

Hari Pangan Sedunia, Menteri Edhy: Perikanan Solusi Pandemi

Ikan hasil nelayan. Foto Ilustrasi/Ist

Ikan hasil nelayan. Foto Ilustrasi/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Negara-negara di dunia tengah menghadapi masa-masa sulit karena krisis kesehatan, ekonomi, dan sosial. Food and Agriculture Organization (FAO) memprediksi, 132 juta orang akan menderita kelaparan sampai akhir tahun 2020 karena resesi ekonomi dunia imbas wabah Covid-19.

Sebelum pandemi, sudah ada lebih dari 2 miliar orang tidak memiliki akses tetap untuk makanan yang aman dan bergizi, dan hampir 700 juta orang tidur dalam keadaan lapar.

Dalam situasi seperti ini, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo optimis, sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi solusi mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Peringatan Hari Pangan ini satu momentum yang baik, untuk meyakinkan kita bahwa dalam menghadapi sulitnya kondisi saat ini imbas Covid, saya sangat optimis sektor kelautan dan perikanan menjadi solusi, baik itu lapangan pekerjaan maupun devisa negara,” ujar dia, Jumat (16/10).

Optimisme ini berangkat dari tercerminnya permintaan hasil perikanan Indonesia tetap tinggi di pasar internasional. Terjadi peningkatan ekspor sebesar 6,9 persen pada semester I 2020 atau setara 2,4 miliar dolar AS.

Sumber daya ikan Indonesia juga sangat melimpah. Baik di sektor perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.

Perikanan tangkap memiliki potensi mencapai 12,5 juta ton per tahun dan lahan budidaya lebih dari 4,5 juta haktare. Hanya saja, sambung Edhy, hasilnya belum optimal.

Untuk meningkatkan produksi sektor perikanan, Edhy rutin membangun komunikasi dengan banyak pihak. Tidak sebatas dengan stakeholder, tapi juga pemerintah daerah serta kementerian maupun lembaga hingga organisasi dunia, salah satunya FAO.

Edhy mencontohkan beberapa keberhasilan dari komunikasi yang dibangun, di antaranya harga pakan ikan yang tidak naik di masa pandemi, kemudahan perizinan kapal di atas 30 GT yang kini hanya butuh waktu satu jam, serta masuknya ikan dalam item bantuan sosial.

“Jadi saya pikir, langkah saya membangun komunikasi secara menyeluruh. Terintegrasi. Kalau ini sudah terbuka, komunikasi yang baik, apapun enak,” tegasnya.

Untuk menjamin rantai produksi sektor kelautan dan perikanan berjalan di masa pandemi, KKP akan menyalurkan sejumlah bantuan dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional, diantaranya ialah bantuan gudang pendingin portable, alat tangkap ikan, keramba jaring apung, sarana dan prasana untuk petambak garam.

Edhy berharap bantuan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Kebijakan KKP dipastikan tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi tapi juga keberlanjutan.

(lip/enm)

Share :

Baca Juga

Polri. Ist

NASIONAL

Amankan Pilkada 2020, Polri Terjunkan 192.168 Personel
Presiden Jokowi tinjau lokasi terdampak bencana di Kalimantan Selatan. Foto/Setneg

NASIONAL

Jokowi Bertolak ke NTT Tinjau Food Estate Hari Ini
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Antara

NASIONAL

Hampir 10 Jam Diperiksa, Anies Dicecer 33 Pertanyaan
Guru honorer yang mengajar secara daring selama pandemi tetap harus digaji (Ilustrasi). Foto/MI

NASIONAL

Kemendikbud Buka Peluang Guru Honorer Jadi P3K
Presiden Jokowi tinjau lokasi terdampak bencana di Kalimantan Selatan. Foto/Setneg

NASIONAL

Jokowi Bertolak ke Kalsel Resmikan Bendungan Tapin Hari Ini
Tim SAR gabungan menemukan beberapa puing yang diduga berasal dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Foto/Pikiran Rakyat

NASIONAL

Daftar Temuan Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Hari Kedua
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito (kanan). Foto/Antara/Aprillio Akbar

NASIONAL

BPOM Sebut Rencana Vaksin Covid-19 Tertunda
Presiden Joko Widodo. Foto/Ist

NASIONAL

Jokowi: Tindak Tegas Pelaku Korupsi Tanpa Pandang Bulu