Home / NASIONAL

Rabu, 24 Februari 2021 - 11:49 WIB

Hasil Jual Senpi ke KKB Papua Diduga untuk Beli Narkoba

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang didampingi Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol, Muhamad Syaripudin, Danpomdam XVI Pattimura, Kolonel Cpm Paul Jhohanes Pelupessy saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Kantor Polresta Pulau Ambon, Selasa (23/2/2021). Foto/Kompascom

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang didampingi Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol, Muhamad Syaripudin, Danpomdam XVI Pattimura, Kolonel Cpm Paul Jhohanes Pelupessy saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Kantor Polresta Pulau Ambon, Selasa (23/2/2021). Foto/Kompascom

JAKARTA, BERITANUSA.id – Oknum polisi dari Polresta Ambon, SHP alias S diduga terlibat dalam kasus penjualan senjata api ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua demi membeli narkoba. Sejauh ini Polresta Ambon masih mendalami hal itu.

“Iya benar, yang bersangkutan pernah terlibat narkoba beberapa waktu sebelumnya, tetapi masih kami dalami,” kata Kapolres Kota Ambon, Kombes Pol Leo Nugraha Simatupang, pada Konferensi Pers, di Ambon, Selasa (23/2).

“Sekali lagi soal senjata yang dijual untuk beli narkoba masih kita dalami,” tambahnya.

Leo menjelaskan bahwa SHP meminjam pistol dari kerabatnya yang juga anggota polisi. Polresta Ambon juga akan mendalami soal keterlibatan SHP.

SHP kemudian menjual pistol itu melalui pelantara seorang warga sipil berinisial SN seharga Rp4 juta.

Setelahnya, SN mengantar pistol revolver itu menggunakan sepeda motor kepada WT alias J warga asal Jalan Merdeka, Teluk Bintuni, Papua Barat

Senjata api rakitan itu dijual kepada WT alias J seharga Rp4 juta, lalu dijual lagi oleh WT alias J ke Kelompok Kriminial Bersenjata (KKB) di Papua dengan harga Rp20 juta.

“Kemudian pistol revolver itu dijual ke warga Jalan Merdeka WT alias J yang lebih dulu tertangkap Polsek Teluk Bintuni pada Rabu (10/2),” ucapnya.

Meski begitu, Leo mengklaim anak buahnya tak memiliki hubungan erat dengan Kelompok Kriminal Bersenjata. Mereka hanya menjual dan baru diketahui bahwa senjata api itu dijual lagi ke kepada kelompok pemberontak OPM di Bumi Cendrawasih.

“Jadi sekali lagi tidak ada hubungan, yang punya jaringan dengan pemberontak OPM di Papua adalah J,” ungkapnya.

Sejauh ini, Polres Bintuni Papua Barat sudah menangkap WT alias J warga asal Jalan Merdeka, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat pada Rabu (10/2).

Saat tertangkap, polisi menemukan satu revolver, satu senjata api laras panjang, 600 butir amunisi berukuran kaliber 3,8 dan satu magasin.

Kepada polisi, pelaku mengaku membeli senjata api dan ratusan amunisi untuk perlengkapan perang kelompok pemberontak OPM di Papua yang dibeli dari oknum anggota polisi di Ambon.

(cnn/nas)

Share :

Baca Juga

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Foto/Ist

NASIONAL

Dana Desa PPKM Mikro Dilaporkan Belum Cair
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta penegak hukum mulai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian hingga, Kejaksaan Agung untuk mengusut indikasi dugaan korupsi dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Foto/MI

NASIONAL

Mahfud MD Minta Penegak Hukum Usut Dugaan Korupsi Otsus Papua
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Foto/Polri

NASIONAL

Kapolri Terbitkan Instruksi untuk Amankan Vaksinasi Covid
Aksi demonstrasi mahasiswa dan buruh tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja berujung pada pengrusakan fasilitas publik di DKI Jakarta. Foto/Pikiran Rakyat

NASIONAL

Demo Tolak Omnibus Law Berujung Ricuh, DKI Rugi Miliaran Rupiah
Foto: kawanbaikkomodo via Instagram kupang.now

NASIONAL

Rencana Proyek ‘Jurassic Park’ di NTT Dapat Banyak Kecaman
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Doni Monardo. Foto/Ist

NASIONAL

Waspada, Penularan Virus Corona Terjadi dari Orang Terdekat
Foto: Polda Metro Jaya

NASIONAL

Polda Metro Jaya Uji Coba 45 Kamera Pengawas pada Operasi Patuh Jaya
Penumpang menggunakan masker saat menggunakan jasa MRT. Foto/MI

NASIONAL

Gandeng TNI-Polri, Anies Luncurkan Gerakan Jakarta Bermasker