Home / EKONOMI

Selasa, 16 Februari 2021 - 14:07 WIB

Imbal Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan Terus Merosot

Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. Foto/Antara

Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – BPJS Ketenagakerjaan menyatakan tingkat pengembalian investasi atau imbal hasil (yield on investment/YOI) turun dalam 10 tahun terakhir sejalan dengan penurunan bunga obligasi dan deposito. Hal ini khususnya terjadi dalam tiga tahun terakhir.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antara Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja mengungkapkan BPJS Ketenagakerjaan banyak menempatkan dana investasi di surat utang (obligasi). Tapi, imbal hasil yang didapat terus menurun.

“Selama tiga tahun terakhir, imbal hasil surat utang tenor 10 tahun pemerintah terus menurun hingga 2020 mencapai 5,89 persen. Hal ini tentunya mempengaruhi YOI dari investasi portofolio surat utang,” ungkap Utohdalam keterangannya, dikutip Selasa (16/2).

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menginvestasikan sebagian dana ke deposito. Namun, bunga deposito juga turun seiring pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI).

“Dengan mayoritas portofolio ditempatkan pada fixed income yang sebesar 74 persen, tentunya kondisi di atas mempengaruhi kinerja portofolio BPJS Ketenagakerjaan,” terang Utoh.

Begitu juga juga dengan imbal hasil dari investasi saham yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan anjloknya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Kinerja IHSG terus menurun tiga tahun terakhir hingga mencapai 5,1 persen, sehingga mempengaruhi investasi kami di saham dan reksa dana,” kata Utoh.

Di sisi lain, Utoh menyatakan dana investasi melonjak hingga 136 persen dalam empat tahun, yakni 2016 sampai 2020. Sementara, dana investasi yang terkumpul sejak 1977 sampai 2015 atau 38 tahun sebesar Rp206 triliun.

“Keuntungan investasi yang telah direalisasikan selama 2016 sampai 2020 sebesar Rp137,2 triliun,” jelas Utoh.

Khusus pada 2020, total dana yang diinvestasikan sebesar Rp486,38 triliun. Sebagian besar dana itu ditempatkan di surat utang.

Detailnya, 64 persen ditempatkan di surat utang, 17 persen di saham, 10 persen di saham, 8 persen di reksa dana, dan 1 persen di investasi langsung.

Sebagai informasi, tingkat imbal hasil investasi yang diraih BPJS Ketenagakerjaan terpantau terus menurun sejak 2010 hingga 2020. Kini, imbal hasil yang diterima hanya satu digit, sedangkan pada 2010 lalu masih dua digit.

Rinciannya, imbal hasil pada 2010 sebesar 12 persen, pada 2011 sebesar 11,57 persen, pada 2013 sebesar 10,44 persen, pada 2015 sebesar 8,94 persen, pada 2016 sebesar 10,01 persen, pada 2018 sebesar 8,15 persen, pada 2019 sebesar 6,75 persen, dan 2020 sebesar 7,38 persen.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/AntaraMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/Antara

EKONOMI

Bansos Covid Diklaim Tekan Angka Kemiskinan
Ilustrasi Pilkada 2020. Ist

EKONOMI

Anggaran Pilkada 2020 Capai Rp15,2 Triliun
Ilustrasi--Pedagan pakaian di Tanah Abang, Jakarta. Foto/Media Indonesia

EKONOMI

Jenis Usaha yang Berhak Terima BLT UMKM Rp3,5 Juta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Kompas

EKONOMI

Upah Minimum 2021 DKI Jakarta Naik Jadi Rp4,4 Juta
Otoritas Jasa Keuangan. Foto/Bisnis

EKONOMI

OJK Bakal Mudahkan UMKM Cari Pembiayaan di Luar Modal
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Foto/BPMI

EKONOMI

Jokowi Ajak Cintai Produk Lokal, Mendag: Nilai Tambah
Tambang batu bara. Foto/Antara

EKONOMI

Pemerintah Kenakan Royalti Batu Bara 0 Persen untuk Tingkatkan Nilai Tambah
Foto udara kawasan Bukit Nyuling, Tumbang Talaken Manuhing, Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kamis (25/7), bakal calon ibu kota baru. Foto/Antara

EKONOMI

Konstruksi Ibu Kota Baru Tinggal Tunggu Jokowi