Home / GLOBAL

Kamis, 16 Juli 2020 - 14:08 WIB

India-Pakistan Baku Tembak di Kashmir

Konflik India-Pakistan. Foto: Ist

Konflik India-Pakistan. Foto: Ist

NEW DEHLI, BERITANUSA.id – Selain dengan Tiongkok, India juga sedang bersitegang dengan Pakistan di sebelah barat laut. Keduanya sedang memperebutkan wilayah Kashmir, provinsi mayoritas Muslim yang kini dipegang oleh India.

Dilansir Express, kedua negara itu sempat berkontak senjata selama beberapa minggu terakhir. Baku tembak terjadi usai pasukan militer Pakistan melewati batas kendali (line of control) di Kashmir.

Konflik New Delhi-Islamabad dalam sengketa itu memang sudah terjadi selama bertahun-tahun. Namun, kini Pakistan berjanji akan lebih banyak bertindak atas kekejaman dari Perdana Menteri India Narendra Modi pada Kashmir.

Sardar Masood Khan, Presiden wilayah Azad Kashmir yang dikendalikan Pakistan menantang PM Modi secara langsung dalam pernyataannya. “India akan hadapi kekalahan memalukan di tangan Pakistan dalam perang konvensional,” tegasnya.

Salah satu yang membuat Pakistan benar-benar sakit hati dengan India ialah dilarangnya peringatan Hari Pahlawan di Kashmir.

“Hari ini, kami memantau Hari Syuhada (Pahlawan) ketika rezim BJP-RSS (Bharatiya Janata Party) di India melarang peringatannya di seluruh wilayah Okupasi India Jammu Kashmir (IOJ&K) untuk membungkam rakyat,” kata dia lantang.

“Hari ini, kita menandai Hari Syuhada Kashmir dalam situasi yang tragis. Otoritas penjajah membatalkan semua peringatan hari ini di Srinagar dan semua wilayah pendudukan,” lanjut Sardar.

Rezim Modi yang disokong BJP memang terus-menerus menekan penduduk Kashmir dengan mencabut hak istimewa mereka hingga mengerahkan pasukan bersenjata.

“Kami benar-benar mengutuk keputusan dari New Delhi memberedel suara orang-orang Kashmir!” ujarnya dengan tegas.

Sardar mengklaim India sedang berusaha menghapus identitas Muslim dari wilayah Jammu dan Kashmir, teritori yang diperebutkan selama ini. India menerapkan hukum domisili hitam untuk menjadikan Hindu masyoritas di wilayah itu.

“Kami benar-benar mengutuk keputusan dari New Delhi memberedel suara orang-orang Kashmir!” ujarnya dengan tegas.

Sardar mengklaim India sedang berusaha menghapus identitas Muslim dari wilayah Jammu dan Kashmir, teritori yang diperebutkan selama ini. India menerapkan hukum domisili hitam untuk menjadikan Hindu masyoritas di wilayah itu.

Hubungan India-Pakistan memang terus menegang selama sebulan terakhir terutama setelah empat penduduk Kashmir tewas ditembak orang India. Tiga orang dibunuh di wilayah Nakyal ketika orang keempat tewas saat tembakan mengarah ke rumahnya di Baghsar. (pkr/exp)

Share :

Baca Juga

Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto/AFP

GLOBAL

Presiden Prancis Positif Covid-19
Kasus Covid-19 di Meksiko resmi tembus satu juta pada Sabtu (14/11) waktu setempat. Foto/AFP

GLOBAL

Kasus Positif Covid-19 di Meksiko Tembus 1 Juta
Foto: Istimewa

GLOBAL

Protes Perdana Menteri, Warga Israel Tiap Hari Demo Turun ke Jalan
Lebih dari seribu demonstran berkumpul di luar markas resimen tentara yang dikuasai kerajaan Thailand di Bangkok hari Minggu (29/11), menuntut reformasi demokrasi pemerintah dan kerajaan. Foto/AP

GLOBAL

Tuntut Reformasi Thailand, Ribuan Pedemo Unjuk Rasa di Bangkok
Raja Malaysia Sultan Abdullah Ri'ayatuddin. Ist

GLOBAL

Keracunan Makanan, Raja Malaysia Dilarikan ke RS
Pengadilan Kamboja menjatuhkan vonis 25 tahun penjara bagi tokoh oposisi, Sam Rainsy, yang mengasingkan diri ke luar negeri. Foto/Reuters

GLOBAL

Kamboja Vonis Tokoh Oposisi 25 Tahun Penjara
Pemerintah Arab Saudi kini melarang warganya melaksanakan umrah untuk mencegah penyebaran virus korona. Foto/AFP

GLOBAL

Arab Saudi Gratiskan Vaksin Covid-19
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Foto/Ist

GLOBAL

Indonesia Desak Cina Investigasi Kasus Eksploitasi ABK WNI