Home / GLOBAL

Senin, 8 Maret 2021 - 21:44 WIB

India Perketat Perbatasan Cegah Warga Myanmar Masuk

asukan keamanan India memperketat pengamanan di perbatasan demi mencegah masuk warga Myanmar yang ingin kabur dari pemerintahan junta militer. Foto/Ist

asukan keamanan India memperketat pengamanan di perbatasan demi mencegah masuk warga Myanmar yang ingin kabur dari pemerintahan junta militer. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pasukan keamanan India memperketat pengamanan di perbatasan demi mencegah masuk warga Myanmar yang ingin kabur dari pemerintahan junta militer.

Peningkatan keamanan di perbatasan dilakukan India setelah beberapa warga dan polisi Myanmar kabur melalui perbatasan untuk mencari perlindungan diri dari junta militer.

“Sampai sekarang kami tidak mengizinkan siapa pun masuk,” kata pejabat senior pemerintahan distrik Champhai, negara bagian Mizoram, Maria Zuali, kepada Reuters pada Senin (8/3).

Zauli mengatakan tentara dan polisi India terus dikerahkan ke perbatasan dengan Myanmar sejak Jumat pekan lalu.

Di distrik Sechhip dekat Champhai, pejabat senior, Kumar Abhishek, mengatakan delapan orang termasuk seorang wanita dan anak dari Myanmar memasuki perbatasan India pada pekan lalu. Saat ini, kata Abhishek, delapan orang itu sedang dirawat di rumah sakit.

“Kami mengantisipasi bahwa beberapa orang lainnya mungkin akan datang,” ucap Abhishek.

Abhishek menuturkan aparat berwenang tengah mempersiapkan menampung antara 30-40 warga Myanmar yang memasuki perbatasan.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Anurag Srivastava, menuturkan pemerintah tengah memverifikasi laporan terkait polisi Myanmar yang kabur ke Mizoram pada Rabu pekan lalu.

Hingga kini, pejabat kepolisian Mizoram melaporkan setidaknya ada 30 polisi Myanmar bersama anggota keluarga mereka yang telah kabur ke wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Pengawas polisi distrik Serchhip, Mizoram, Stephen Lalrinawma, mengatakan para polisi itu menyeberangi perbatasan negara pada Rabu (3/3) sore.

“Apa yang mereka katakan adalah mereka mendapat instruksi dari militer, tetapi mereka tidak bersedia mematuhinya sehingga mereka memilih melarikan diri,” kata Lalrinawma.

Pihak berwenang Mizoram menuturkan para pengungsi dari Myanmar itu menyelinap masuk wilayah India meski patroli intensif tentara terus diperketat sepanjang perbatasan kedua negara.

“Sebab, orang-orang datang dari rute yang berbeda. Perbatasan banyak yang bolong, Anda tidak bisa mencegahnya,” kata seorang pejabat senior Mizoram.

Kekerasan terhadap warga sipil di Myanmar, terutama demonstran anti-junta militer terus berlangsung sejak kudeta 1 Februari lalu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan setidaknya lebih dari 50 orang telah tewas dalam bentrokan pedemo dan aparat Myanmar sejak awal Februari lalu.

Kekerasan tersebut disebut sejumlah pihak menjadi pemicu warga Myanmar untuk kabur mencari perlindungan ke luar negeri, terutama negara yang berbatasan dengan Myanmar.

(reu/ter)

Share :

Baca Juga

Kapal perang di Laut Mediterania. Foto/Ist

GLOBAL

Pertikaian Yunani dan Turki Bisa Picu Perang
Presiden terpilih AS Joe Biden. Foto/Ist

GLOBAL

Joe Biden Dilantik Hari Ini, Sejumlah Tugas Berat Menanti
Suasana masa pandemi di Inggris. Foto/Liputan6

GLOBAL

Satu dari 50 Warga Inggris Positif Covid-19
Foto: Istimewa

GLOBAL

MUI: Posisi Indonesia di Dewan Keamanan PBB Bisa Bantu Merdekan Palestina
Para pemimpin militer Myanmar kembali mendapat serangan tekanan, kali ini dari negara-negara kaya di dunia. Foto/Getty Images

GLOBAL

Negara Kaya Serang Junta Militer Myanmar
Perang antara Armenia dan Azerbaijan. Ist

GLOBAL

Tolak Damai, Armenia-Azerbaijan Lanjut Perang
Capres AS Joe Biden. Foto: Istimewa

GLOBAL

Capres AS Joe Biden Kutip Hadits Nabi
Presiden AS Donald Trump. Foto/Ist

GLOBAL

Trump Diklaim Bakal Persulit Transisi Pemerintahan Biden