Home / EKONOMI

Selasa, 23 Februari 2021 - 15:44 WIB

Industri Nikel RI Diprediksi Cerah Tahun Ini

Analis PT Pefindo Martin Pandiangan menilai prospek industri nikel di Indonesia stabil dalam jangka pendek hingga menengah. Foto/AFP

Analis PT Pefindo Martin Pandiangan menilai prospek industri nikel di Indonesia stabil dalam jangka pendek hingga menengah. Foto/AFP

JAKARTA, BERITANUSA.id – Analis PT Pefindo Martin Pandiangan menilai prospek industri nikel di Indonesia stabil dalam jangka pendek hingga menengah. Hal itu didukung oleh permintaan global yang tinggi serta posisi Indonesia sebagai produsen terbesar nikel primer terbesar dunia.

Martin menyebut nikel Indonesia tak hanya diminati oleh produsen besi dan baja (stainless steel), namun juga untuk baterai mobil listrik yang diperkirakan akan membutuhkan pasokan jumlah besar dalam jangka menengah.

Dia menilai Indonesia sudah berada di posisi yang tepat dalam pasar nikel global dalam menggantikan China sebagai produsen nikel nickel pig iron (NPI) terbesar dengan cakupan 27 persen pasar global.

“Serta posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar primer, dorongan dalam bentuk regulasi pemerintah untuk menciptakan industri hilir nikel juga menegaskan opini kami bahwa industri nikel merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya pada siaran IDX Channel awal pekan ini.

Martin menyebut larangan ekspor biji nikel yang diberlakukan pada awal 2020 lalu sempat mengganggu pasokan global. Hal ini diharapkan dapat mendorong investasi asing ke proyek hilir Indonesia.

Di sisi lain, ia menyebut di tengah pemulihan ekonomi global permintaan stainless steel mulai bergairah, terutama dari China. Ini terbukti dari harga komoditas nikel yang pulih dalam beberapa bulan terakhir.

“Seiring dengan pemulihan global khususnya di China, terlihat juga dari harga komoditas nikel yang pulih dalam beberapa bulan terakhir,” tambahnya.

Sudah memegang di hulu dan hilir, Martin menyebut industri nikel juga ditopang oleh dukungan penuh pemerintah. Menurut Martin, pemerintah menerapkan regulasi yang cenderung efektif.

Selain itu juga ramah terhadap calon investor atau mitra yang ingin mengembangkan pabriknya di Indonesia.

Namun, ia menilai dalam membentuk ekosistem baterai listrik di RI membutuhkan waktu yang panjang. Selagi membangun ekosistem itu, ia menyebut pemerintah bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk menggaet lebih banyak mitra strategis lainnya.

“Untuk bisa membentuk ekosistem butuh waktu sangat panjang karena membentuk hulu hingga hilirnya,” pungkasnya.

(cnn/eko)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi--Pedagan pakaian di Tanah Abang, Jakarta. Foto/Media Indonesia

EKONOMI

Jenis Usaha yang Berhak Terima BLT UMKM Rp3,5 Juta
Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor perdana premix vitamin dan mineral ke India. Foto/Kementan

EKONOMI

Kementan Lepas Ekspor Premix Vitamin dan Mineral ke India
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin. Foto/Ist

EKONOMI

Penyaluran Kredit UMKM Sektor Riil Perlu Dioptimalkan
Ilustrasi token listrik. Foto/Ist

EKONOMI

Covid-19 Sebabkan Penurunan Penjualan Listrik
Ilustrasi kompor listrik. Foto/Istimewa

EKONOMI

Pemerintah Siapkan Insentif Dorong Penggunaan Kompor Listrik
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/Antara/Muhammad Adimaja

EKONOMI

Realisasi Dana PEN 2020 Cuma 83,4 Persen
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menawarkan produk yang dijual saat pameran produk UMKM di Kuta, Bali, beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

EKONOMI

Bangkitkan Sektor UMKM, Upaya Pemerintah Pulihkan Ekonomi
Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman. Foto/Kemenkop UKM

EKONOMI

Tak Ada Potongan Dana Banpres UMKM Rp2,4 Juta