Home / UMKM

Senin, 1 Februari 2021 - 17:08 WIB

Inovasi UMKM Agar Bisa Bertahan di Saat Pandemi

Galeri UMKM di bandara. Foto/Dok Angkasa Pura

Galeri UMKM di bandara. Foto/Dok Angkasa Pura

JAKARTA, BERITANUSA.id – Pandemi Covid-19 berdampak ke segala sektor, salah satunya sektor ekonomi. Hal ini dirasakan secara signifikan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengalami pukulan telak.

Turunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UMKM. Saat ini, UMKM mengalami berbagai permasalahan seperti penurunan penjualan, permodalan, distribusi terhambat, dan kesulitan bahan baku.

UMKM sebagai penggerak ekonomi domestik dan penyerap tenaga kerja tengah menghadapi penurunan produktivitas yang berakibat pada penurunan profit secara signifikan. Langkah mitigasi jangka pendek yang sudah dilakukan pemerintah yakni menciptakan stimulus pada sisi permintaan dan mendorong platform digital (online) untuk memperluas kemitraan.

Head Of Jalle Niaga Global (JNG) Jakarta Teddy Wijaya mengungkapkan, sebagai usaha kecil yang bergerak di industri alas kaki, pihaknya mencoba memanfaatkan momentum krisis ini untuk melakukan inovasi dengan memperbanyak varian produk untuk pasar domestik.

“Kami berupaya agar produk yang dihasilkan dari tangan terampil para perajin lokal bisa terus membangkitkan industri alas kaki nasional,” ujarnya dalam keterangan terulis Senin (1/2).

Di saat pandemi ini, lanjut dia, sebagai usaha kecil menengah, JNG melihat peluang untuk membuat produk fashion lokal dengan menggunakan tenaga perajin lokal yang terkena efek dari pandemi.

“Tujuannya untuk membantu para perajin yg kehilangan pekerjaan. Walaupun belum signifikan efeknya, tetapi kami berharap ke depannya bisa memberdayakan lebih banyak perajin lokal,” kata Teddy.

Perajin yang tergabung dalam produksi Justlook memiliki keahlian yang terampil dan mumpuni, sehingga kualitas produknya bisa bersaing dengan merek dari luar negeri.

“Kami mulai dengan produk sepatu, seperti heels, wedges, dan kaos kaki. Ke depan kami coba hadirkan semakin banyak produk fashion baru lainnya, dengan yang sangat terjangkau,” imbuhnya.

Dia memapatkan, di masa pandemi saat ini, JNG akan terus mendengar kebutuhan dari masyarakat, sehingga ke depannya bisa terus membuat produk yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Untuk pemasaran kami memasarkan secara online melalui platform marketplace. Apalagi di era sekarang, sekarang masyatakat banyak yang memilih belanja secara online,” katanya.

(*)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi--Pedagan pakaian di Tanah Abang, Jakarta. Foto/Media Indonesia

EKONOMI

Jenis Usaha yang Berhak Terima BLT UMKM Rp3,5 Juta
Digitalisasi UMKM. Ist

UMKM

9,4 Juta Pelaku UMKM Beralih ke Digital
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meninjau hasil produksi Dekranasda Sultra. Foto/Kemenkop UKM

EKONOMI

Kerajinan UMKM Dekranasda Sultra Target Pasar Ekspor
Perajin menyelesaikan pembuatan kain batik di Desa Karangmalang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (25/8). Foto/Antara

UMKM

Pemerintah Siapkan Roadmap UMKM Naik Kelas
Sudin PPAPP Jakarta Timur. Ist

UMKM

Sudin PPAPP Jaktim Berikan Pembinaan pada Jakpreneur
UMKM digital.

UMKM

Perusahaan Ini Berikan Layanan Membuat Website Gratis untuk UMKM
Menteri Perekonomian Airlangga Hartato. Foto: Istimewa

NASIONAL

KUR Dapat Dinikmati Seluruh Sektor Ekonomi
Logo Kementerian BUMN. Foto: Istimewa

NASIONAL

Proyek BUMN Dibawah Rp14 Miliar akan Diserahkan ke UMKM