Home / NASIONAL

Jumat, 8 Januari 2021 - 09:46 WIB

Ironis, Mahasiswa Kedokteran Jadi Pelaku Hasil Swab Test Palsu

Polda Metro Jaya berhasil mengamankan tiga pelaku pemalsuan hasil swab test (tes usap) PCR yang sempat viral di media sosial. Foto/Antara

Polda Metro Jaya berhasil mengamankan tiga pelaku pemalsuan hasil swab test (tes usap) PCR yang sempat viral di media sosial. Foto/Antara

JAKARTA, BERITANUSA.id – Polda Metro Jaya berhasil mengamankan tiga pelaku pemalsuan hasil swab test (tes usap) PCR yang sempat viral di media sosial. Salah seorang pelaku MFA diketahui merupakan mahasiswa kedokteran.

“Jadi ketiganya pelajar atau mahasiswa. MFA merupakan mahasiswa kedokteran yang masih berpendidikan di salah satu Universitas,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (7/1).

Selain MFA, polisi juga membekuk dua tersangka lain yakni EAD dan MAIS. Ketiganya pertama kali mendapatkan tawaran jasa surat swab PCR tanpa tes melalui rekannya di Bali.

“MAIS sekitar tanggal 23 Desember 2020 itu akan berangkat ke Bali bersama EAD dan MFA. Namun ada ketentuan hasil swab PCR minimal H-2,” ujar Yusri.

“Kemudian dia kontak temannya di Bali, dapatlah gambaran dari temannya di Bali (masih dilakukan pengejaran). Dia bilang kalau mau berangkat, saya akan kirim surat pdf tinggal kamu ubah nama saja,” sambungnya.

Usai mendapatkan file pdf tersebut, ketiganya kemudian mengedit sekaligus memasukkan identitas. Selanjutnya, ketiganya berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta melalui terminal 2 dan ternyata lolos.

“Yang bersangkutan mencoba masuk ke bandara dan lolos dan bisa berangkat ke Bali,” sambungnya.

Dari sanalah, ketiganya menangkap peluang bisnis. Tersangka EAD pun mempromosikan jasa swab PCR palsu itu di akun media sosial.

“Kemudian MAIS setiba di Bali melalui chat dengan EAD (tersangka kedua, red) untuk menawarkan bisnis pemalsuan swab PCR ini. Kemudian ditanggapi EAD. EAD juga mengajak MFA. EAD melakukan promosi di akun Instagramnya,” sambungnya.

Dari promosi yang dilakukan, para tersangka mendapatkan dua pelanggan. Keduanya sudah melakukan transfer ke pelaku namun kabur karena mengetahui informasi itu viral.

“Ada dua pelanggan yang sudah mentransfer ke akun ini. Konsumennya sudah membayar ke EAD. Karena mengetahui informasi viral, pelanggan tersebut melarikan diri tanpa mengambil surat swab PCR Palsu,” ujarnya menambahkan.

Dari kasus tersebut, ketiga tersangka bakal terancam pasal berlapis. Di antaranya, Pasal 32 jo Pasal 48 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Kemudian Pasal 35 jo Pasal 51 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atau Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah). Dan atau Pasal 263 KUHPidana, dengan pidana penjara paling lama 6 (enam tahun).

(pmj)

Share :

Baca Juga

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, Kamis (7/1). Foto/Antara/Andreas Fitri Atmoko

NASIONAL

Merapi Muntahkan 5 Kali Lava Pijar, 25 Gempa Guguran
Ilustrasi patroli siber. Foto/Istimewa

NASIONAL

Mayoritas Kasus Hoaks dari Patroli Siber Tak Disidang
Ilustrasi--Penumpang kereta api Cirebon menurun. Foto/Antara

NASIONAL

Pengguna Transportasi Publik Berisiko Tinggi Terpapar Covid
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan sebanyak 1.200 orang disuntik per hari dalam vaksinasi massal, di Masjid Istiqlal, DKI Jakarta. Foto/Setneg

NASIONAL

Vaksinasi Anggota DPR Ditargetkan Rampung Sebulan
Sejumlah anggota TNI mencopot baliho bergambar wajah pimpinan FPI Rizieq Shihab di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Foto/MI

NASIONAL

68 Rekening FPI Diblokir
Presiden Joko Widodo. Foto/Antara

NASIONAL

Jokowi Serahkan 12 Barang Gratifikasi Rp8,7 Miliar ke Negara
Mantan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Purn) Untung S Rajab. Foto/Istimewa

NASIONAL

Mantan Kapolda Metro Jaya Untung Rajab Meninggal Dunia
Presiden Joko Widodo saat meninjau fasilitas di RSKI Galang, Kepulauan Riau. Foto/Dok Biro Setpres

NASIONAL

Kapasitas Tempat Tidur Isolasi di DKI Sisa 14 Persen