Home / KESEHATAN

Senin, 1 Maret 2021 - 12:06 WIB

Jahe & Bawang Putih Bisa Kurangi Risiko Kanker

Ilustrasi bawang putih. Foto/Istimewa

Ilustrasi bawang putih. Foto/Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Sift Deck Research Page menyebut resiko kanker ternyata bisa dikurangi dengan mengonsumsi bawang putih dan jahe. Kedua bahan alami tersebut mengandung efek anti-oksidan dan anti-inflamasi.

“Studi sebelumnya menunjukkan bawang putih menurunkan tekanan darah, kolesterol, trigliserida, dan homosistein, meningkatkan kekebalan, serta mengurangi stres oksidatif dan peradangan yang berhubungan dengan mekanisme anti-penuaan,” tulis studi itu.

Seperti dilaporkan laman Express, Senin (27/2), hasil studi lanjutan menunjukkan bawang putih dan jahe sama-sama memberikan efek perlindungan terhadap stres oksidatif dengan mengurangi ROS dan peradangan.

bawang putih dan jahe memiliki banyak senyawa bioaktif yang memberikan efek anti-oksidan dan anti-inflamasi. Bawang putih telah terbukti dapat mencegah penyakit kronis seperti penuaan, penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyakit alzheimer.

Kemudian bawang putih dilaporkan dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan antioksidan internal seperti glutathione, dan mengurangi kelelahan.

Sementara jahe adalah bahan alami yang paling umum digunakan untuk pengobatan rumahan seperti sakit kepala, mual, pilek, serta emesis. Jahe memiliki berbagai aktivitas kehidupan, seperti aktivitas antioksidan, antimikroba, antiradang, antikanker.

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa jahe juga dapat menghambat dan mengatur beberapa penyakit, seperti penyakit neurodegeneratif, penyakit jantung dan gangguan metabolisme seperti diabetes melitus dan obesitas, serta gangguan pernapasan.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine National Institutes of Health AS, efek jahe pada tingkat lipid diteliti. Studi tersebut mencatat 45 pasien dalam kelompok pengobatan dan 40 pasien dalam kelompok plasebo turut berpartisipasi.

“Ada penurunan yang signifikan dalam trigliserida, kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), lipoprotein densitas sangat rendah, level sebelum dan sesudah studi secara terpisah di setiap kelompok,” beber studi tersebut.

“Rata-rata perubahan kadar trigliserida dan kolesterol pada kelompok jahe secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok plasebo,” tambahnya.

Studi ini juga menemukan rata-rata penurunan kadar LDL dan peningkatan kadar lipoprotein densitas tinggi pada kelompok jahe lebih tinggi dibandingkan kelompok plasebo, tetapi kadar plasebo pada VLDL lebih tinggi dari pada jahe.

(exp/heq)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi menggunakan masker. Foto/Ist

KESEHATAN

Hindari Masker Kotor Karena Bisa Iritasi Kulit Wajah
Ilustrasi minyak zaitun. Foto/Istimewa

KESEHATAN

5 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan
Warga menunjukkan contoh surat suara saat simulasi pemungutan suara pemilihan serentak 2020 di Jakarta. Foto/Antara

KESEHATAN

Besok Pilkada, 4 Hal Penting Saat Datang ke TPS
Ilustrasi--Burger. Foto/Istimewa

KESEHATAN

Makanan Cepat Saji yang Wajib Dihindari Saat Diet
Ilustrasi berat badan. Foto/Istimewa

KESEHATAN

Cara Mudah Jaga Berat Badan di Usia 40 Tahun
Ikan tuna. Foto/Antara

KESEHATAN

7 Manfaat Luar Biasa Konsumsi Ikan Tuna
Ilustrasi teh hijau. Foto/Istimewa

KESEHATAN

Minum Teh Hijau 4 Cangkir Sehari Bisa Turunkan Berat Badan
Bawang putih. Ist

KESEHATAN

7 Makanan Peningkat Imunitas Tubuh di Masa Pandemi