Home / GLOBAL

Rabu, 13 Januari 2021 - 22:28 WIB

Jelang Pelantikan Biden, Massa Pro Trump Siap Berontak

Ilustrasi-Demo di Amerika Serikat. Foto/Istimewa

Ilustrasi-Demo di Amerika Serikat. Foto/Istimewa

JAKARTA, BERITANUSA.id – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) memperingatkan adanya ancaman keamanan ketika pelantikan presiden terpilih Joe Biden. FBI mengaku telah menerima informasi yang mengindikasikan akan ada protes bersenjata pendukung Donald Trump menjelang pelantikan Biden.

Buletin FBI mengungkap demonstrasi akan digelar di seluruh Gedung Dewan Perwakilan di 50 negara bagian dan di Gedung Kongres di Washington D.C.

Seperti dikutip CNN, badan keamanan federal AS itu melihat pengepungan Gedung Capitol Hill baru-baru ini hanya lah awal dari potensi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh massa pendukung Trump. Lima orang tewas dalam kerusuhan 6 Januari tersebut.

FBI juga menyoroti ancaman “pemberontakan” jika Trump dicopot melalui Amandemen ke-25 sebelum pelantikan Biden berlangsung pada 20 Januari mendatang.

BACA JUGA:  Kedubes Malaysia Buka Suara Soal Lagu Parodi Indonesia Raya

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pasukan Garda Nasional Amerika Serikat mulai melakukan patroli dengan membawa senjata di jalanan Ibu Kota Washington D.C pada Selasa (12/1) malam.

Namun, pada Senin (11/1), Kepala Biro Garda Nasional Pentagon, Jenderal Daniel Hokanson, mengatakan pihaknya belum diberi wewenang untuk beroperasi sambil membawa senjata.

“Memberi wewenang kepada anggota Garda Nasional untuk ditempatkan dalam penegakan hukum, dipersenjatai, dan diberdayakan untuk melakukan penangkapan akan menjadi pilihan terakhir jika situasi keamanan tidak terkendali,” kata Hokanson seperti dikutip AFP.

Pengerahan Pasukan Garda Nasional berlangsung setelah Presiden Donald Trump menyetujui penetapan status darurat keamanan di wilayah Washington D.C pasca-kerusuhan massa pendukungnya di Gedung Capitol Hill.

BACA JUGA:  Kemenlu Protes Keras Dubes Inggris terkait Benny Wenda

Pasukan Garda Nasional AS dikerahkan demi memberikan dukungan logistik kepada kepolisian Washington.

Tidak jelas apa yang membuat keputusan berubah sehingga pasukan Garda Nasional mulai berpatroli dengan membawa senjata pada Selasa malam.

Namun, New York Times melaporkan bahwa hanya pasukan Garda Nasional yang bertugas di Capitol Hill saja yang sejauh ini diizinkan menggunakan senjata untuk patroli.

Namun, sejumlah pakar keamanan mengatakan wacana di antara kaum ekstremis dan pendukung Trump terkait protes bersenjata dan kekerasan di ibu kota AS dan kota lain terus beredar di media sosial dalam beberapa terakhir.

(afp/nyt)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi vaksinasi Covid-19 tahap dua, 14 kelompok jadi sasaran, termasuk pedagang pasar. Foto/Antara

GLOBAL

Malaysia Mulai Vaksinasi Corona Pekan Depan
ILustrasi rudal. Foto/AFP

GLOBAL

Militer Suriah Cegat Rudal Israel di Langit Damaskus
Ilustrasi perdagangan Indonesia. Foto/Ist

EKONOMI

RI Optimis Bisa Tingkatkan Perdagangan dengan AS
Ilustrasi gempa dan tsunami. Foto/Ist

GLOBAL

Gempa Magnitudo 7.5, Tsunami Terjang Alaska
Vaksin Covid-19. Foto/Ist

GLOBAL

China Bakal Vaksin 50 Juta Orang
tabloid Prancis Charlie Hebdo. Foto/Ist

GLOBAL

Penerbitan Kartikatur Nabi Muhammad Lukai Umat Islam
Iran. Foto/AFP

GLOBAL

Iran Sambut Baik PBB Perintahkan AS Cabut Sanksi ke Teheran
Ilustrasi ledakan. Foto/Istimewa

GLOBAL

Ledakan Keras Hantam Kota Riyadh Arab Saudi