Home / GLOBAL

Rabu, 20 Januari 2021 - 18:44 WIB

Joe Biden Dilantik Hari Ini, Sejumlah Tugas Berat Menanti

Presiden terpilih AS Joe Biden. Foto/Ist

Presiden terpilih AS Joe Biden. Foto/Ist

JAKARTA, BERITANUSA.id – Joe Biden akan dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) hari ini, Rabu (20/1/2021). Sebagai Presiden AS ke-46, tugas Joe Biden bakal berat karena banyak bencana yang terjadi.

Di tengah pandemi Covid-19 yang tak berujung, presiden AS terpilih Joe Biden akan segera menghadapi rangkaian bencana yang belum pernah terjadi. Joe Biden bersiap selama berbulan-bulan untuk mengatasi pandemi yang menewaskan 4 ribu warga Amerika sehari, dan krisis ekonomi yang menyebabkan jutaan orang di-PHK, pemberontakan bersenjata di Gedung Capitol menimbulkan pertanyaan baru tentang bagaimana Biden dapat mulai menyatukan AS yang sangat terpecah.

“Yah, paling tidak, ini adalah momen yang melelahkan, dan jelas belum pernah terjadi,” kata Karen Hult, pakar politik dari Virginia Tech, yang juga anggota White House Transition Project yang non-partisan.

“Tingkat ancaman yang dilaporkan di Washington DC dan seluruh negara ini menjadi keprihatinan besar. Juga ada kekhawatiran tentang orang-orang yang tidak hanya menolak hasil pemilu, tapi juga tidak mengakui pemerintah sebagai entitas yang seharusnya dapat mereka hormati. Semua itu sangat menyulitkan bagi seorang presiden yang baru menjabat,” lanjutnya.

Baca juga: Hari pertama menjabat jadi Presiden AS, ini yang akan dilakukan Joe Biden

Menambah kesulitan itu, Senat akan menggelar sidang pemakzulan kedua terhadap Donald Trump segera setelah Biden menjabat. Senat juga harus menggelar sidang pengukuhan terhadap banyak orang yang dicalonkan Biden menjadi anggota kabinet.

Pertemuan berbagai peristiwa itu menjadi salah satu pembukaan yang paling rumit secara logistik dan politis bagi pemerintahan baru dalam sejarah modern. Pakar sejarah kepresidenan dari Universitas Virginia, Barbara Perry mengemukakan, “Biden mungkin menghadapi kombinasi tahun 1861 dan 1933. Lincoln menghadapi pemisahan negara dari Union dan perang saudara yang kemudian meletus. Sedangkan Franklin Roosevelt menghadapi keterpurukan ekonomi dan depresi di seluruh dunia.”

Dengan ketegangan dan perpecahan yang mendekati paling tinggi sepanjang masa, sejarawan itu berpandangan Biden perlu menghidupkan kembali reputasinya di Senat sebagai pembuat kesepakatan dan bergerak cepat, untuk menunjukkan bahwa tindakan bipartisan untuk mengatasi sejumlah tantangan yang multi dimensi itu, tidak hanya mungkin dilakukan namun juga harus segera dilakukan.

Perry menilai janji Biden untuk menjadi presiden bagi semua warga Amerika adalah suatu permulaan. Langkah selanjutnya adalah mengajak warga Amerika Serikat melupakan Donald Trump.

(kon/kom)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi ibadah umrah. Ist

GLOBAL

Arab Saudi Izinkan Ibadah Umrah Lagi Mulai 4 Oktober
Ilustrasi vaksin China. Foto/AFP

GLOBAL

Nigeria Minta Warga Waspadai Vaksin Corona Palsu
Walikota Seoul Park Won Soon. (Foto: Newzandar News)

GLOBAL

Setelah Dilaporkan Hilang, Walikota Seoul Ditemukan Meninggal Dunia
Seorang pria telah sembuh dari infeksi virus korona infection meninggalkan rumah sakit di Wuhan, Hubei, Tiongkok, Rabu (10/3/2020). Foto/AFP

GLOBAL

China Izinkan Tim WHO Masuk Teliti Covid-19
Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan diterima langsung oleh Presiden Donald Trump. Foto/Kemenko Marvest

GLOBAL

Menko Luhut Kunjungi Trump di AS, Bahas Hal Ini
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto/Antara

GLOBAL

RI Tak Akan Buka Hubungan dengan Israel
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melakukan kunjungan kerja dengan mitranya di Inggris, Menlu Dominic Raab. Foto/Ist

GLOBAL

Indonesia-Inggris Bahas Soal Kerja Sama Vaksin Covid
Masyarakat berjalan-jalan di shopping area di Tokyo, jepang pada 12 Mei 2020. Foto/AFP

GLOBAL

Deretan Negara yang Hampir Bebas dari Corona